jump to navigation

Tumbuhkan Profesionalisme Lewat Organisasi Profesi Desember 27, 2008

Posted by cafestudi061 in Pendidikan.
add a comment


Jakarta, Kompas – Termarjinalkannya para guru honorer, belum menentunya nasib para guru bantu, mentradisinya pungutan liar pada waktu kenaikan pangkat, dan rendahnya kualitas guru hendaknya menjadi kegelisahan kolektif insan kependidikan di Tanah Air. Salah satu cara meretas rangkaian kegundahan itu adalah dengan membangun solidaritas melalui organisasi profesi.
Wacana itu mengemuka dalam acara pembentukan Serikat Guru Indonesia (SeGI) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/12). Organisasi tersebut diharapkan menjadi organisasi alternatif bagi para guru. Sebab, seperti yang diamanatkan Undang-Undang Guru dan Dosen pada Pasal 41, guru wajib menjadi anggota salah satu organisasi profesi.
SeGI menghimpun unsur guru secara luas, antara lain mencakup ustadz, penggiat pendidikan, pegawai negeri sipil (PNS), kepala sekolah, guru honorer dan para guru bantu, LSM pendidikan, dan dewan pendidikan. Dalam musyawarah yang dihadiri sekitar 50 peserta tersebut, terpilih formatur yang terdiri atas Imam Taufik (Ketua), Deny Suwarja (Sekretaris), Asep Kahfi (Bendahara), Debiyani (Biro Advokasi), Asep Tio (Humas), dan Anwar Mustofa (Kesekretariatan).
Ketika dihubungi, Deny Suwarja mengatakan, organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi lembaga yang bisa menjawab permasalahan para guru yang tidak terakomodasi oleh organisasi profesi keguruan yang lebih dahulu terbentuk.
“Terpinggirkannya guru honorer, belum menentunya nasib para guru bantu, serta masih munculnya berbagai pungutan liar pada waktu kenaikan pangkat, ditambah rendahnya SDM para guru merupakan beberapa permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bagi SeGI. Saya yakin masalah-masalah seperti itu menjadi universal bagi insan kependidikan di Tanah Air,” ujar Deny.
Pada kesempatan itu langsung tercuatkan program kerja, di antaranya monitoring penerimaan calon PNS, perjuangan peningkatan honor guru dan tunjangan daerah untuk para guru, serta beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada para wakil rakyat, pihak birokrasi. Juga usulan peningkatan profesionalitas para guru dengan melakukan pelatihan penulisan karya ilmiah, pelatihan teknologi informasi dan komunikasi, serta menyelenggarakan berbagai seminar dan bentuk pelatihan lainnya.
Perkuat posisi tawar
Para peserta musyawarah berharap dengan munculnya SeGI di Kabupaten Garut ini akan diikuti dengan kemunculan organisasi serupa di Indonesia. Dengan demikian, para guru dapat lebih berdaya dan mempunyai posisi tawar yang lebih bermartabat.
“Semoga dengan adanya SeGI ini bisa memperjuangkan gaji para guru honorer atau para penggiat pendidikan yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan, tapi selama ini tidak mendapat perhatian pemerintah. Misalnya, honor saya selama ini hanya Rp 75.000 per bulan,” kata Miljam, salah satu guru honorer di sebuah SMP negeri di Garut, yang mengikuti musyawarah tersebut atas biaya sendiri.
Jamiludin, guru honorer lainnya, mengisahkan bahwa honor yang sebesar itu pun selama ini harus direlakan dipotong iuran PGRI sebesar Rp 1000 per bulan. Padahal, ia mengaku dirinya bukan anggota PGRI. (NAR)

Iklan

10 Cara Meningkatkan Inovasi Desember 27, 2008

Posted by cafestudi061 in Uncategorized.
add a comment

Untuk menghadapi dinamika perubahan dan kompetisi yang sangat tajam dan ketat dan demi keberangsungan hidup organisasi itu sendiri, maka setiap orang dalam organisasi dituntut untuk dapat berfikir dan bertindak secara inovatif. Paul Sloane dalam sebuah tulisannya mengetengahkan 10 cara untuk meningkatkan inovasi dalam suatu organisasi, yakni:
1. Memiliki visi untuk berubah
Jangan berharap suatu tim akan menjadi inovatif apabila mereka tidak mengetahui tujuan yang hendak dicapai ke depan. Inovasi harus memiliki tujuan dan seorang pemimpin harus mampu menyatakan dan mendefinisikan tujuan secara jelas sehingga setiap orang dapat memahami dan mengingatnya. Para pemimpin besar banyak meluangkan waktu untuk menggambarkan dan menjelaskan visi, tujuan dan tantangan masa depan kepada setiap orang . Mereka berusaha meyakinkan setiap orang akan peran pentingnya dalam upaya mencapai visi dan tujuan, serta dalam menghadapi berbagai tantangan. Mereka mengilhami kepada setiap orang untuk menjadi enterpreneur yang bersemangat dan menemukan cara-cara yang inovatif untuk memperoleh kesuksesan.
2. Memerangi ketakutan akan perubahan
Para pemimpin inovatif senantiasa mengobarkan semangat pentingnya perubahan. Mereka berusaha menggantikan kepuasan atas kemapanan yang ada dengan kehausan akan ambisi. Mereka akan berkata, ” Saat ini kita memang sedang melakukan hal yang baik, tetapi kita tidak boleh berhenti dan berpuas diri dengan kemenangan yang ada, kita harus melakukan hal-hal yang lebih baik lagi”. Mereka menyampaikan pula bahwa saat ini kita sedang melakukan suatu spekulasi baru yang penuh resiko, dan jika kita tidak bergerak maka akan jauh lebih berbahaya. Mereka memberikan gambaran menarik tentang segala sesuatu yang hendak diraih pada masa mendatang. Oleh karena itu, satu-satunya cara menuju ke arah sana yaitu dengan berusaha memeluk perubahan.
3. Berfikir Seperti Pemodal yang Berani Mengambil Resiko
Seorang pemodal yang berani mengambil resiko akan menggunakan pendekatan portofolio, berusaha mencari keseimbangan antara kegagalan dengan kesuksesan. Mereka senang mempertimbangkan berbagai usulan atau gagasan tetapi tetap merasa nyaman dengan berbagai pemikiran yang menggambarkan tentang kegagalan-kegagalan yang mungkin akan diterima.
4. Memiliki Suatu Rencana Usulan yang Dinamis
Anda harus memfokus pada rencana usulan yang benar-benar hebat, setiap rencana mudah dilaksanakan, sumber tersedia dengan baik, responsif dan terbuka untuk semuanya. Berikan penghargaan dan respons yang wajar kepada karyawan serta para senior harus memliki komitmen agar karyawan tetap dapat menjaga kesegarannya dalam melaksanakan setiap pekerjaan.
5. Mematahkan Aturan
Untuk mencapai inovasi yang radikal, Anda harus memiliki keberanian manantang berbagai asumsi aturan yang ada di sekitar lingkungan. Bisnis bukan seperti permainan olah raga yang selalu terikat dengan aturan dan keputusan wasit, tetapi bisnis tak ubahnya seperti seni, yang di dalamnya memiliki banyak kesempatan untuk berfikir secara lateral, sehingga mampu menciptakan cara-cara baru tentang aneka benda dan jasa yang diinginkan para pelanggan
6. Beri Setiap Orang Dua Pekerjaan
Berikan setiap orang dua pekerjaan pokok. Mintalah kepada mereka untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari mereka secara efektif dan pada saat yang bersamaan kepada mereka diminta pula untuk menemukan cara-cara baru dalam melaksanakan pekerjaannya. Doronglah mereka untuk bertanya pada diri sendiri tentang apa sebenarnya tujuan esensial dari peran saya? Hasil dan nilai riil apa yang bisa saya berikan kepada klien saya, baik internal maupun eksternal? Apakah ada cara yang lebih baik untuk memberikan dan mencapai nilai atau tujuan tersebut? Dan jawabannya selalu mengatakan “YA”. Tetapi, kebanyakan orang tidak pernah atau jarang menanyakan hal-hal seperti itu.
7. Kolaborasi
Beberapa eksekutif perusahaan memandang kolaborasi sebagai kunci sukses dalam inovasi. Mereka menyadari bahwa tidak semua dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan pada sumber-sumber internal. Oleh karena itu, mereka melihat dunia luar dan mengajak organisasi lain sebagai mitra, sehingga bisa saling bertukar pengalaman dan keterampilan dalam team.
8. Menerima kegagalan
Pemimpin inovatif mendorong terbentuknya budaya eksperimen. Setiap orang harus dibelajarkan bahwa setiap kegagalan merupakan langkah awal dari perjalanan jauh menunju kesuksesan. Untuk menjadi orang benar-benar cerdas dan tangkas, setiap orang harus diberi kebebasan berinovasi, bereksperimen dan memperoleh kesuksesan dalam melakukan pekerjaannya, termasuk didalamnya mereka juga harus diberi kebebasan akan kemungkinan terjadinya kegagalan.
9. Membangun prototipe
Anda harus berani mencobakan suatu ide baru yang biaya dan resikonya relatif rendah ke dalam pasar (dunia nyata), kemudian lihat apa reaksi dari pelanggan dan orang-orang. Di sana sesungguhnya Anda akan lebih banyak belajar tentang dunia nyata, dibandingkan jika Anda hanya melakukan uji coba dalam laboratorium atau terfokus pada sekelompok orang saja.
10. Bersemangat
Anda harus fokus terhadap segala sesuatu yang ingin dirubah. Siap dan senantiasa bergairah dan bersemangat dalam menghadapi dan menanggulangi berbagai tantangan. Energi dan semangat yang Anda miliki akan menular dan mengilhami setiap orang. Tak ada gunanya jika Anda mengisi bus dengan penumpang yang selalu merasa asyik dengan dirinya sendiri. Anda membutuhkan dan menghendaki orang-orang dan para pendukung Anda dengan semangat yang berkobar-kobar. Anda mengharapkan setiap orang dapat meyakini bahwa upaya mencapai tujuan merupakan sesuatu yang amat penting dan bermanfaat.
Jika Anda menghendaki setiap orang dapat terinpirasi untuk menjadi inovatif, merubah cara-cara yang biasa mereka lakukan, dan untuk mencapai hasil yang luar biasa, maka Anda mutlak harus memiliki semangat yang menyala-nyala tentang apa yang Anda yakini dan Anda harus dapat mengkomunikasikannya setiap saat ketika Anda berbicara dengan orang.
*)) terjemahan bebas dari tulisan Paul Sloane, pengarang The Innovative Leader, yang berjudul “Ten Ways to Boost Innovation” dipublikasikan oleh Kogan Page. http://www.director.co.uk

LOWONGAN PEKERJAAN Januari 2009 | MANAGEMENT TRAINEE PT. INTERPAN PASIFIK Desember 27, 2008

Posted by cafestudi061 in Lowongan Kerja.
add a comment

oleh aguspuryanto
MANAGEMENT TRAINEE Dan CONSULTAN EXECUTIVE
KUALIFIKASI :
1. Pria / Wanita, umur max 40 tahun
2. Min D1 segalah jurusan
3. Berwawasan luas &supel; suka tantanangan
4. Mempunyai visi untuk sukses
5. Berpenamplan menarik berkepribadian menarik serta komunikatif
6. Memiliki motivasi kerja yang kuat
Datang langsung BW CV + PHOTO terbaru ke :

PT. INTERPAN PASIFIK PLAZA BRI TOWER
JI. Basuki Rahmat 122, Lt. 7, Suite702 SBY
Pukul : 10.00-16.00
Sebelum 09 Januari 2009

Cafestudi061

Tahun baru, terakhirku… Desember 23, 2008

Posted by cafestudi061 in Artikel Remaja.
add a comment

Oleh. Stephanie Angelica

Julio menangis, kak Nina juga. Mama menangis di pelukan papa. Aku…entahlah. Aku tidak tahu kenapa aku tidak menangis. Padahal, hatiku terasa begitu sakit, remuk, dan hancur berkeping-keping. Lalu kenapa aku tidak bisa menangisi kepergian Luci, saudara kembarku? Kenapa aku ini. Luci yang selalu ceria, Luci yang selalu tertawa, Luci yang pintar, Luci yang kuat, Luci yang selalu menghiburku, kini sudah tidak ada lagi. Aku ingat, dulu Luci selalu berkata kepadaku, “ Jangan menangisi yang sudah nggak ada. Toh mereka nggak bakalan balik lagi…”. Kalimat yang kudengar ketika aku menangisi anak anjingku, mati.
Kak Nina memelukku, seolah-olah berkata, “ kamu Luci. Luci dalam tubuh Sari!”. Julio menatapku dengan mata sembab. Aku membalas pelukan kak Nina. Dan air mataku mulai mengalir. Kembaranku…Luci tidak akan pernah kembali lagi.
Lima minggu sejak kepergian Luci, kami sekeluarga liburan ke Bali. Aku tahu keluargaku sudah merelakan kepergian Luci. Tapi bagaimana denganku? Aku yang ada hubungan batin, aku yang mempunyai tubuh dan wajah yang sama dengan Luci. Mungkin karena itu, aku selalu bermimpi, Luci memanggil-manggilku dan mengajakku ke dunianya. Dunia di mana kami tidak merasakan perbedaan, dunia tempat kami tak merasakan sakit, dunia yang tidak akan memisahkan aku dan Luci. Tapi kenapa? Kenapa saat tanganku hampir meraih tangan Luci, wajah mama, papa, kak Nina dan Julio, muncul? Mereka tampak sangat sedih. Bahkan menangis. Aku mendesah.
“ Kenapa, dek? Sakit ya?” tanya kak Nina yang duduk di sampingku. Aku menggelengkan kepalaku.
“ Cerita aja nak, kami siap mendengarkan…” ujar papa, sambil memperhatikan jalan. Julio berhenti memainkan game boy-nya. Papa langsung menghentikan mobil tepat di parkiran sebuah mini market. Mama dan papa melihat ke belakang. Kak Nina dan Julio menatapku tajam. Mama dan papa saling tukar pandang. “ Kalau gitu, mama dan papa cari makanan dulu. Baru kamu bercerita…” ujar mama. Aku mengangguk. Julio minta ikut sedangkan kak Nina menemaniku. Begitu mama, papa dan Julio memasuki mini market, kak Nina langsung mengintrogasiku. “ Cerita aja, dek. Atau nggak…kakak gelitikin!” ancam kak Nina, mengambil ancang-ancang untuk menggelitikku. Baiklah, aku menyerah. Aku menceritakan seluruh mimpiku. Tidak kurang dan juga tidak lebih. Kak Nina langsung tercengang begitu ceritaku selesai.
“ Kak…kakak nggak pa-pa?” tanyaku, mengguncang-guncang tubuh kak Nina. Kak Nina langsung tersadarkan. Dia menelan air ludahnya. Lalu memegang pundakku dengan kedua tangannya. “ Apa pun yang terjadi, kamu jangan sampai menyentuh tangan Luci…! Ngerti!”
“ Tapi kak…aku…”
“ Nggak ada tapi-tapian! Pokoknya nggak boleh!” kak Nina langsung mendengus. Entah kesal atau bagaimana, aku kurang tahu. Spontan aku memeluk kak Nina, “ Aku kangen sama Luci kak…mungkin saat ini aku nggak menyentuh tangannya. Tapi kalau dia terus mendatangiku, gimana? Aku pasti nggak bisa menolak ajakannya….” Aku mulai menangis. Kak Nina mengelus-elus kepalaku. Desahan nafasnya terdengar jelas di telingaku. Kak Nina mulai menangis.
“ Cukup kami kehilangan Luci, kami nggak mau kehilangan kamu sari. Cukup hanya Luci saja. Apa kamu mengerti…?” tanya kak Nina. Aku melepaskan pelukannya. Dan menghapus air mata yang mengalir ke pipinya. “ Aku…aku sayang sama mama, papa, kakak, dan Julio. Tapi aku nggak bisa membiarkan Luci sendirian, kak. Dia butuh aku…” jelasku.
Kak Nina menggelengkan kepalanya, lalu memegang kedua pipiku. “ Dengar kakak baik-baik, Ri. Kamu nggak usah ikuti kemauan Luci, dia pasti senang tinggal di sana. Nanti biar kita menyusulnya bersama-sama. Dengan begitu kita bisa berkumpul lagi…” ujar kak Nina
“ Astaga! Kakak tuh bego banget ya! Kalau kita perginya bareng-bareng, entar yang ada terlalu ramai. Kalau aku aja yang pergi, apa masalahnya sih, kak?” aku langsung turun dari mobil. Memandangi keindahan pantai dari tempat aku berdiri. “ Sari!!!!!!!!!!!!!” mama dan papa memanggilku, sedangkan Julio asyik memakan es krimnya. Papa berlari mendahului mama. Menggendongku. “ Pa! lepasin aku!” aku meronta-ronta. Khan malu, sudah dua belas tahun tapi masih digendong orang tua.
“ Kamu ngapain diri di pinggir jalan?!” tanya papa, sedikit emosi. Entah kenapa, aku merasa kepalaku kosong. Dan aku mau berbagi tubuh dengan Luci. “ Emangnya, nggak boleh pa? Apa papa takut, kalau Sari menyusulku?” mulutku yang bergerak, tapi Luci yang mengatakannya. Papa menatapku, lalu menurunkanku tepat di samping mobil. Mama menggendong Julio sedangkan kak Nina berdiri di samping mama. Mereka semua memperhatikanku tepatnya aku dan Luci.
“ Sari…kamu barusan ngomong apa?” tanya papa. Aku menatap mereka satu per satu, “ emangnya aku barusan ngomong apa?” tanyaku, balik. Aku menelan air ludahku.
“ Aku ingin Sari ikut bersamaku, bolehkan, papi?” kali ini Luci yang angkat bicara. Papa langsung menatap mama. “ Luci…kamukah itu?” tanya mama. Aku tersenyum atau tepatnya Luci yang tersenyum.
“ Bener! Ini aku, Luci dalam tubuh Sari. Mami…Papi…Lio…dan kak Ina. Bukankah aku yang memanggil kalian. Aku dari dulu selalu mengalah untuk Sari. Hanya karena aku yang lahir duluan…aku juga harus berbagi tempat dengan kak Ina. Aku harus membagi makanan untuk Lio. Sekarang apa aku salah membawa Sari, pergi?” tanya Luci, dengan mata berkaca-kaca. Mama dan papa menundukan kepalanya.
“ Kak…Luci…” Lio menjatuhkan es krimnya. Luci tersenyum. Aku…aku semakin lemah, sekarang tubuhku dikuasai oleh Luci. “ Tapi Luci, apa kamu tahu kalau sari juga selalu mengalah untuk kamu? Ketika kamu dibelikan mainan atau tas baru, apa kamu pernah melihat Sari meminta barang yang sama pada mama dan papa? Ketika Sari dibelikan sepatu baru dan kamu tidak. Kamu meraung-raung pengen dibelikan sepatu yang sama. Akhirnya, Sari memberikan sepatunya pada kamu. Apa kamu masih merasa kamu yang paling baik? Ayo jawab!” kak Nina terlihat emosi. Papa mengelus-elus punggung kak Nina.
Luci menundukan kepalanya. “ Ma…pa…aku…aku minta maaf…” kali ini giliranku yang bicara. “ Sebenarnya, aku…aku entahlah, entah bagaimana pun aku mau menemani Luci. Izinkan aku…lagi pula, kanker yang kuderita sudah menyebar….”.
Mama langsung memelukku, “ Nggak! Nggak boleh! Lagi pula sejak kapan kamu punya kanker?!”
Aku tersenyum, “ Waktu itu ada dokter kesehatan yang datang ke sekolah untuk memeriksa kesehatan kami. Mungkin…hanya Luci yang mengatakan kalau dia menderita kanker. Sebenarnya, aku juga. Aku berusaha menghilangkan jejak. Menghapus darah yang keluar dari hidungku, merobek kertas keterangan dokter, dan sebagainya…” jelasku. Papa, kak Nina dan Julio mendekat lalu memelukku.
“ Baiklah, aku harus membawa Sari. Mami, Papi, kak Ina, dan Lio…maafkan aku ya…aku tadi sudah berkata kasar. Maafkan juga aku datang dan akhirnya membawa pergi Sari…” ujar Luci. Mama, papa, kak Nina dan Julio mengangguk sambil menangis. “ Selamat tahun baru! Dan…selamat berpisah…” ujarku dan Luci. Kak Nina menggengam tanganku, “ Selamat ulang tahun…Luci…Sari…” katanya. Aku dan Luci tersentak. Selama ini…kak Nina selalu lupa ulang tahun kami, sekarang…rasanya senang sekali. Luci tersenyum padaku, aku menganggukan kepalaku. Tepat dihari itu, aku pergi ke dunia Luci. Luci menggenggam tanganku dengan erat. Sama seperti yang ia lakukan disaat aku kesepian dulu.
~*~

Cafestudi061

Pelacur Desember 23, 2008

Posted by cafestudi061 in Opini.
add a comment

Dengan tubuhnya yang gempal perempuan itu memecah batu, dengan tubuhnya yang tebal ia seorang pelacur.
Namanya Nur Hidayah, 35 tahun, kelahiran Tulungagung, Jawa Timur. Ia seorang istri yang ditinggalkan suami (meskipun mereka belum bercerai), ia ibu dari lima anak yang praktis yatim.
Tiap pagi, setelah Tegar, anaknya yang berumur enam tahun, berangkat ke sekolah dengan ojek, Nur datang ke tempat kerjanya. Di sana ia mengangkut batu, kemudian memecah-mecahnya, untuk dijual ke pemborong bangunan. Nova, empat tahun, anak bungsunya, selalu dibawanya. Nur bekerja sekitar lima jam sampai tengah hari.
Lalu ia pulang. Tegar akan sudah kembali ke rumah kontrakan mereka, dan Nur bisa bermain dengan kedua anak itu. Sampai pukul tiga sore.
Matahari sudah mulai turun ketika Nur membawa kedua anaknya ke tempat penitipan milik Ibu In, yang ia bayar Rp 20 ribu sehari. Lalu ia berdandan: memasang lipstik tebal, berpupur, mengenakan baju terbaik. Lepas magrib, ia naik ojek dari kampung Mujang itu ke Gunung Bolo, 45 menit jaraknya dengan sepeda motor.
Di kegelapan malam di tempat tinggi yang jadi kuburan Cina itu, Nur menjajakan seks. Ia menjual tubuhnya.
Ia tak memilih pekerjaan itu. Sutrisno, suaminya, yang menikah dengan perempuan lain, tak memberinya nafkah. Ia bertemu dengan lelaki itu pada 1992 dalam bus ke Trenggalek. Mereka saling tertarik, dan Sutrisno menemukan lowongan buat Nur di Pabrik Rokok ”Semanggi” di Kediri. Pekerjaan mengelinting sigaret itu hanya dijalaninya dua bulan. Nur hamil. Ia harus menikah.
Ia pun jadi istri seorang suami yang menghabiskan waktunya di meja judi dan botol ciu. Tak ada penghasilan. Tak ada pengharapan. Setelah anak yang kelima lahir, dalam keadaan putus asa, Nur ikut ajakan tetangganya, seorang pelacur di Gunung Bolo. Ia bergabung dengan sekitar 80 pekerja seks di tempat itu, dan jadi sahabat Mira, yang lebih muda setahun tapi sudah hampir separuh usianya menyewakan kelamin. Mereka menghabiskan malam mereka mencari konsumen di pekuburan Cina itu. Tarif: Rp 10 ribu sepersetubuhan.
”Pernah ada pengalaman yang membuat Mbak Nur senang, selama ini, ketika melayani tamu?”
”Ah, ya ndak ada,” jawabnya.
Tapi suara itu tak getir. Nur, juga Mira, bukanlah keluh yang pahit. Dalam film dokumenter yang dibuat Ucu Agustin—salah satu dari Pertaruhan, empat karya dokumenter tentang perempuan yang layak beredar luas di Indonesia kini—kedua pelacur itu berbicara tentang hidup mereka seperti seorang pedagang kecil (atau guru mengaji yang miskin) berbicara tentang kerja mereka sehari-hari.
Bahkan dengan kalem mereka, sebagai undangan Kalyana Shira Foundation yang memproduksi Pertaruhan, duduk bersama peserta Jakarta International Film Festival di sebuah kafe di Grand Indonesia—seakan-akan mall megah itu bukan negeri ajaib dalam mimpi seorang Tulungagung. Ketika saya menemui mereka di tempat minum Goethe Haus pekan lalu, Mira duduk seperti di warung yang amat dikenalnya, dengan rokok yang terus menyala (tapi ia menolak minum bir), dan Nur memeluk Nova yang dibawanya ikut ke Jakarta.
Haruskah Mira, Nur, merasa lain: nista? Produser, sutradara, dan aktivis perempuan yang menjamu mereka tak membuat para pelacur itu asing dan rikuh. Bahkan Tegar dan Nova diurus panitia seakan-akan kemenakan sendiri—dan dengan kagum saya melihat sebuah generasi Indonesia yang menolak sikap orang tua dan guru agama mereka. Mira dan Nur tak akan mereka kirim ke neraka, di mana pun neraka itu. Ucu Agustin, 32 tahun, sutradara dokumenter ini, telah berjalan jauh. Ia lulus dari IAIN pada tahun 2000 setelah enam tahun di pesantren Darunnajah di Jakarta, di mana murid perempuan bahkan dilarang membaca majalah Femina. Ia kini tahu, agama tak berdaya menghadapi Nur dan kaumnya.
Di Tulungagung terdapat setidaknya 16 tempat pelacuran. Ada dua yang legal, yang tiap Ramadan harus tutup. Tapi sia-sia: di tiap bulan puasa pula para pelacur yang kehilangan kerja datang antara lain ke Gunung Bolo. Pekerja di tempat itu bertambah 50 persen.
Dan bagaimana agama akan punya arti bila tak memandang dengan hormat ke wajah Nur: seorang ibu yang mengais dari Nasib untuk mengubah hidup anak-anaknya? ”Mereka harus sekolah, mereka ndak boleh mengulangi hidup emak mereka,” Nur berkata, berkali-kali.
Dengan memecah batu ia dapat Rp 400 ribu sebulan, dengan melacur ia rata-rata dapat Rp 30 ribu semalam. Dengan itu ia bisa mengirim Tegar ke sebuah TK Katolik sambil membantu hidup anak-anaknya yang lain yang ia titipkan di rumah seorang saudara. Nur tegak di atas kakinya sendiri. Ia contoh yang baik ”dialektika” yang disebut Walter Benjamin: seorang pelacur—seorang pemilik alat produksi dan sekaligus alat produksi itu sendiri, seorang penjaja (Verkäuferin) dan barang yang dijajakan (Ware) dalam satu tubuh. Ia buruh; ia bukan.
Bagi saya ia ”Ibu Indonesia Tahun 2008”.
Setidaknya ia kisah tentang harapan dalam hidup yang remang-remang. Memang tuan dan nyonya yang bermoral mengutuknya. Memang polisi merazianya dan para preman memungut paksa uang dari jerih payah di Gunung Bolo itu. Tapi Nur tahu bagaimana tabah. Kebaikan hati bukan mustahil. Tegar diberi keringanan membayar uang sekolah di TK Katolik itu. Tiap bulan ke Gunung Bolo, seperti ke belasan tempat pelacuran di Tulungagung itu, datang tim dari CIMED, organisasi lokal yang dengan cuma-cuma memeriksa kesehatan mereka. Dan ke rumah penitipan Ibu In secara teratur datang Mbak Sri untuk membantu Tegar berbahasa Inggris dan mengerti bilangan.
Terkadang Nur berbicara tentang Tuhan (ia belum melupakan-Nya). Ia menyebut-Nya ”Yang di Atas”. Mungkin itu untuk menunjuk sesuatu yang jauh—tapi justru tak merisaukannya, karena manusia, yang di bawah, tetap berharga: bernilai dalam kerelaannya.

Goenawan Mohamad

Anjing Desember 23, 2008

Posted by cafestudi061 in Opini.
add a comment

Kalau kata ini disampaikan dan diucapkan di depan seseorang atau siapa saja yang menyuarakan kata tersebut, pasti orang tersebut akan tersungging, eh, maksudnya tersinggung. Entah mengapa ini bisa terjadi. Apakah perasaan orang tersebut sangat sensitife dengan kata anjing atau telinga yang mendengarkan hal itu menjadi gerah atau hatinya menjadi marah menandakan tidak senang mendengar kata anjing, entahlah.
Lain lagi pada kumpulan anak-anak belakang ( baca anak berandal di sekolahan ) atau pada kumpulan preman-preman di terminal-terminal oplet atau di terminal bus. Kata anjing sudah menjadi sarapan dan santapan keseharian mulut dan telinga mereka. Apa saja yang mereka rasa, senang, tidak senang, suka atau tidak suka, marah atau sekedar menyapa saja, dengan santai mereka ucapkan kata ‘anjing’.
Yang namanya anjing sebenarnya adalah jenis hewan buas yang dengan penuh kesabaran dan ketelatenan pemiliknya yang memeliharanya dapat mengubah sifat buas anjing tersebut, menjadi seekor hewan yang berguna bagi pemiliknya. Hewan ini jenis binatang yang setia, loh. Bahkan dia, lebih setia dari majikannya sendiri. Sungguh luar biasa.
Beberapa waktu yang lalu di Bali dijangkiti penyakit gila anjing atau anjing gila. Penyakit yang ditularkan oleh anjing ini sangat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke pulau Dewata. Entah mengapa dan bagaimana sampai timbul penyakit pada anjing ini dan banyak berjangkit di Bali. Penyakit anjing gila ini biasa dikenal dengan nama rabies. Jangan salah, rabies ini bisa membuat nyali para turis mancanegara ciut. Pengaruhnya hampir menyaingi kekawatiran para turis datang ke Bali setelah terjadinya bom Bali 1 dan bom Bali 2. Ondeee,,,,???
Padahal, sebenarnya anjing adalah salah satu hewan yang dalam kitab-kitab suci dari keyakinan yang ada dianut di dunia ini mendapat tempat dan mungkin memiliki tiket di salah satu ruang di akhirat untuk bersanding dengan para penghuni surga. Sedangkan dilain pihak sebenarnya ada banyak ‘anjing’ yang berkaki dua seenaknya memakan dengan lahap uang rakyat yang telah memilihnya. Bahkan ‘anjing-anjing’ ini sangat rakus, dengan bangga dan tersenyum sumringah melangkah penuh bangga ketika ‘anjing-anjing’ ini digiring sebagai tersangka masuk ke ruang pengadilan, di mana persidangan itu sesungguhnya kasus merekayang disidangkan. Dan pengadilan tersebut dipimpin oleh para hakim-hakim yang mulia.
Kalaulah anjing bisa ngomong, mungkin dia bisa berkata: “Sesungguhnya akulah yang disebut manusia, tetapi manusia memanggilku anjing. Aku adalah anjing yang meskipun suka terhadap kotoran, tetapi aku, anjing yang tidak pernah mau mengorupsi dan merampas uang rakyatku sendiri”.
Kata anjing sekali lagi, “Kalaulah nanti aku bertemu dengan mereka di surga aku akan tuntut sang Pencipta, mengapa aku di dudukkan bersama dengan manusia-manusia ini, sedangkan mereka itu sebenarnya adalah ‘anjing-anjing’ yang suka memakan kotorannya sendiri“. Tetapi, aku hanyalah seekor anjing yang hanya bisa menggonggong dan kafilah dengan santainya berlalu.
Nah, sekarang siapa sebenarnya kafilah itu ? Apakah manusia yang suka mengambil dan mencuri, serta mengorupsi uang rakyat yang dipimpinnya itu, disebut kafilah ?. Atau aku, yang manusia itu sering menyebutku ‘anjing’ dan seharusnya akulah kafilah ?
Entahlah, aku sendiri tidak tahu. Apakah aku yang dapat membaca dan menulis, berselancar menggunakan internet dengan klik mouse sana, klik mouse sini dan tekan tuts keyboard adalah ‘anjing-anjing’ itu ? Tetapi, aku berharap bahwa aku adalah manusia yang sesungguhnya.
Kalaulah aku manusia dan dapat menjadi pemimpin, aku ingin sekali menolong siapa saja yang seharusnya mendapat pertolongan dariku. Bukan malah memangsan, merampok, menyantap dan menghisap habis seluruh kepunyaannya, sehingga manusia-manusia itu tidak punya apa-apa lagi. Tinggal sebatang kara. Menjadi manusia hina. Tinggallah aku sendiri.
Apakah aku sebagai manusia yang disebut dengan kata anjing, atau aku adalah ‘anjing-anjing’ itu, atau anjing yang menggunakan pakaian manusia ? Manusia berpakaian terhormat, apakah aku sebagai pejabat, dengan kedudukan terhormat, yang mungkin gila hormat, atau yang suka menyikat habis kepunyaan rakyat .
Entahlah, yang jelas itu bukan budaya dari bangsaku, jelas korupsi itu bukan budaya, ya, bukan pula kebiasaan dari bangsa anjing. Tapi kini aku tinggal sendiri. Tinggal termenung di dalam ruang yang penuh sesak.pengap dan di kelilingi terali besi. Ya, aku patut disebut dengan ‘anjing-anjing’ itu. Aku bukan lagi manusia.
Biarlah semua ini menjadi satu pesan buat siapa saja yang baca. Apakah dia para pemimpin atau caleg-caleg yang akan berlaga di tahun 2009 yang akan datang. Mereka pasti tidak mau menjadi ‘anjing-anjing’ yang dengan buasnya melahap uang rakyat yang telah memilih mereka. Anjing berkata: “Ah, mana mungkin ?”
Mudah-mudahan tulisan anjing ini menjadi sesuatu yang mengubah kebuasanmu menjadi manusia yang sesungguhnya bukan anjing yang sebenarnya.

Cafestudi061

Lowongan Kerja; Anda Mau Kerja, Mudah-Mudahan Ini Yang Anda Cari Desember 4, 2008

Posted by cafestudi061 in Lowongan Kerja.
add a comment

Situs Kerja Indonesia
Dapatkan info lowongan kerja melalui email anda. Daftar Sekarang
id.jobstreet.com

Cari Lowongan Kerja?
Rahasia Bagaimana Menghasilkan Rp. 8,26 Juta/Hari dari Internet
http://www.FormulaBisnisku.com

50 Juta Sebulan Bisa ?
Caranya Mudah Buat Siapa Saja Sedikit Bekerja Banyak Hasilnya !
http://www.UangGila.com

lowongan data entry
Get paid $1750-$7000 weekly. Part time online jobs offered.
http://www.GetProfits.biz

Cari kerja di Singapura?
Lowongan Singapura terbuka utk org Indonesia. Kirim lamaran sekarang
http://www.job-q.com

Program Investasi Mandiri
Hanya Sekali Invest Rp 80.000 Saja Raih Hasil & Jalankan Cara Mandiri
http://www.wangdatang.com

Bisnis sampingan di Rumah
Bagaimana Memiliki Wirausaha Online Hasilkan Uang 500rb – 1 Juta / Hari
SuksesBisnisInternet.com

Investasi 80rb BCA
Modal kecil dapat Milyaran Rp Pasti dan tanpa resiko, MAU !
http://www.asiabersama.com/marjeff

INI KURSUS GRATIS “INTERNET MARKETING” UNTUK ANDA Desember 3, 2008

Posted by cafestudi061 in promosi.
add a comment

Kursus marketing ini pasti sangat berguna bagi anda yang lagi mencari peluang untuk berbisnis ria dan memperoleh apa yang anda inginkan.
Jangan lewatkan yang satu ini pasti menjadi jalan untuk menwujudkan cita-cita dan harapan anda.
Silahkan, klik saja link yang bertulisan biru dibawah ini, anda akan terhubung langsung ke pakar marketing internet, dan anda mendapatkan kursus gratis marketing internet , akses gratis bagaimana menjadi Marketers sukses selama 120 jam, memperoleh uang nomplok dengan membuat website dan Pemasaran Teleseminar gratis melalui Internet. Buktiin aja sendiri !!!

Internet Marketing – Free Internet Marketing Courses, Free Access to 120h Audio Featuring Successful Marketers, Free Money Making Website, Free Internet Marketing Teleseminars

Bahasa Inggris? Siapa Takut? Desember 2, 2008

Posted by cafestudi061 in Pendidikan.
add a comment

 

Kalau kita coba ingat sudah berapa lama kita habiskan waktu untuk belajar bahasa Inggris ?. Coba hitung,kita sudah mulai belajar dari SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi, kira-kira menghabiskan waktu 10 tahun. Apakah dengan lamanya waktu tersebut menjadikan kita mampu dan dapat berbahasa Inggris dengan baik ? Anda bisa menjawab sendiri. Ada banyak pengalaman yang sangat menyedihkan jika akhirnya semua jadi berantakan karena ketidak mampuan kita berkomunikasi dan bernegosiasi dengan menggunakan  bahasa Inggris. Negosiasi gagal karena salah paham dengan calon mitra asing. Pekerjaan tertunda karena komunikasi yang terbata-bata dengan klien dari negeri seberang. Mengalami kerugian dari kontrak kerja yang tidak sepenuhnya dipahami. Sekarang banyak lamaran kerja di setiap perusahaan asing yang harus menggunakan bahasa Inggris. Dan banyak pula yang ditolak karena kemampuan berbahasa Inggris yang kurang. Kesempatan kerja sama dengan perusahaan kelas internasional batal akibat karena tidak bisa menyediakan tenaga kerja yang bisa berbahasa Inggris. Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk dapat dan kita mampu berbahasa Inggris, diantaranya adalah dengan belajar “ON LINE” melalui internet. Ada banyak Website maupun blog yang menyediakan sarana On line untuk belajar bahasa Inggris, gatis lagi. Silahkan anda mencoba Belajar secara On-Line.

BELAJAR SECARA ”ON-LINE”, GRATIS
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk belajar bahasa Inggris. Salah satunya adalah dengan belajar secara on-line. Berikut adalah situs di web yang bisa membantu Anda untuk belajar ataupun berkonsultasi dalam meningkatkan kemampuan Anda berbahasa Inggris, tanpa biaya (free-of-charge).

• ESL go
ESL go.com menawarkan free online classes dan message boards yang dapat digunakan peserta untuk melatih grammar dan kosa kata. http://www.eslgo.com/

• Bell English Online
Pelajaran bahasa Inggris yang bebas biaya dari Bell Schools, UK. Bell English online menawarkan ratusan latihan dang permainan untuk meningkatkan bahasa Inggris. http://www.bellenglish.com

• english @ home
Belajar bahasa Inggris gratis melalui newsletter, tips belajar, dan tips meningkatkan pengetahuan grammar, dan vocabulary dalam bahasa Inggris. http://www.english-at-home.com

• English for Free
Pelajaran bahasa Inggris gratis melalui email mengenai berbagai pokok bahasan termasuk Business English dan TOEFL. http://www.englishforfree.com

• ENGLISHonline.net
ENGLISHonline.net menawarkan pelajaran gratis mengenai percakapan dalam bahasa Inggris (satu pelajaran untuk satu hari). http://www.englishonline.net

• Business English Five
Menawarkan lima kata, ataupun lima kalimat dalam bahasa Inggris untuk bisnis yang dikirimkan ke alamat email Anda setiap minggu untuk Anda pelajari. Permintaan bisa diajukan ke edpro@cbn.net.id.

  • englishland.or.id

Disini banyak tersedia percakapan dan pelajaran pertopik sekalian anda dapat melatih dan mencoba pertanyaan-pertanyaan yang sangat lengkap sesuai dengan bidang yang sedang anda geluti. Anda bahkan bisa mendownload materi yang ingin anda selesaikan secara offline. Silahkan anda kunjungi www.englishland.or.id

Asal ada kemauan, pasti ada jalan, begitu kata pepatah. Setelah mengetahui prinsip belajar bahasa Inggris yang efektif (yang juga bisa kita terapkan untuk belajar bahasa asing lain, ataupun belajar pokok pelajaran lain), dan mengenal gaya belajar kita masing-masing, langkah berikutnya adalah menumbuhkan kemauan untuk belajar dan menerapkan strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita. Maka, belajar pun jadi lebih mudah, dan lebih menyenangkan.

 

 

 

Cafestudi061

LIRIK HIMME GURU BERUBAH Desember 2, 2008

Posted by cafestudi061 in Umum.
add a comment

Ada lirik lagu “I Don’t Like Monday” yang ditulis oleh seorang penyanyi ( Artis Band )yang bernama Bob Geldof, dia menceritakan keenggananan untuk masuk ke aktivitas rutin setelah berweekend. Dan berharap dapat menghabiskan waktu dengan segala kesenangan tanpa harus memikirkan kerja untuk hari esoknya yang dimulai pada hari Senin. Tetapi apa yang dia hadapi kenyataannya tugas dan kerja secara berkelanjutan harus dilakukan, karena semua baik anak sekolahan, orang tua yang aktif kerja di kantor dan dimanapun juga tetap harus bekerja, kalau tidak, ya di tegur oleh atasannya, bahkan bisa dipecat. Anak-anak kecilpun yang punya kesibukan bermain dengan boneka kesukannya juga harus menghentikan kesenangannya sejenak, karenas harus pergi sekolah. Mereka juga berharap segala aktivitas dan kegiatan rutin di sekolahnya cepat berakhir supaya mereka bisa bermain kembali dengan bonekanya itu.
Nah, sekarang coba kita lihat, apa yang pernah di tulis seorang komposer, dari sebuah lirik lagu yang khusus ditulisnya untuk menghormati dan menghargai segala usaha dan jasa-jasa dari para pendidik di negeri ini, yaitu Indonesia tercinta. Dia adalah Sartono, sebagai pencipta lagu Himme Guru. Lirik Himme Guru yang terakhir dengan kata Pahlawan tanpa tanda jasa berubah menjadi Pahlawan pembangun insan cendikia. Perubahan ini mulai tahun 2008 disosialisasikan, bahkan pada peringatan Hari Guru, tanggal 25 November 2008 kemarin sudah dikumandangkan.
Ketua Persatuan Guru Republik indonesi (PGRI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sugito di Yogyakarta, Minggu (23/11), mengatakan, perubahan itu selain sebagai upaya mendorong penigkatan kesejahteran guru, juga menunjukkan perubahan peran guru sebagai tenaga pengabdi menjadi pekerja professional.
Lagu bejudul Pahlawan Tapa Tanda Jasa tersebut ditetpkan sebagai himme guru sejak tahun 1994. Perubahan syair merupakan hasil negosiasi Direktorat Jenderal Peningkatan mutu Pendidikan dan tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, PGRI, dan penciptanya, Sartono.
Perubahan ini terkait adanya sertifikasi guru dan tunjangan profesi bagi guru yang telah lolos. Adanya tunjangan profesi menunjukkan peningkatan kesejahteraan bagi guru yang telah dinggap professional.
“Selama ini, pahlawan tanpa tanda jasa itu terkesan guru itu disuruh sengsara terus. Dengan adany a sertifikasi guru, maka guru sekarang adalah tenaga professional yang harus mendapat imbalan secara professional juga,” ujar Sugito.
Kepala Dinas Pendidikan DI Yogyakarta Suwarsih Madya mengatakan, perubahan lagu tersebut juga merupakan pertanda bahwa kini guru telah sadar akan hak yang patut diterima sesuai dengan profesi dan kualitasnya.
Kita berharap dengan adanya perubahan sedikit aja dari lirik lagu Himme Guru tersebut dapat menjadikan bentuk nyata perubahan besar untuk kesejahteraan Guru sebagai pendidik anak bangsa di negeri tercinta Indonesia, NKRI ini.

Kompas, Senin, 14 November 2008

Cafestudi061