jump to navigation

POLITIK BAHASA NASIONAL Januari 30, 2009

Posted by cafestudi061 in Bahasa Indonesia.
add a comment

2.1 Pengantar
Seminar Bahasa Nasional dalam siding-sidangnya pada tanggal 25 – 28 Februari 1975 di Jakarta setelah mempertimbangkan:
1. Pidato Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;
2. Pidato Pengarahan Seminar oleh Kepala Pusat Pembinaan dan Pemngembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan KEbudayaan;
dan setelah membahas kerta-kertas kerja:
1. “Fungsi dan kKedudukan Bahasa Indonesia” oleh Amran Hakim;
2. “Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku” oleh Anton Moeliono;
3. “Tata Cara Pembakuan dan Pengembangan Bahasa Indonesia” oleh Harimurti kridalaksana;
4. “Pengajaran Bahasa Indonesia” oleh I Gusti Ngurah Oka;
5. “Fungsi dan Kedudukan Bahasa Daerah” oleh S. Wojowasito;
6. “Pengembangan Bahasa Daerah” oleh Ajipo Rosidi;
7. “Pengajaran Bahasa Daerah” oleh Tarwotjo;
8. “inventarisasi Bahas Daerah” oleh S. Effendi;
9. “Fungsi dan Kedudukan Bahasa Asing” oleh Giri Kartono; dan
10. “Pengajaran Bahasa Asing” oleh Retmono;
Mengambil kesimpulan sebagai berikut :
2.2 Pengertian Dasar
1. Kebijaksanaan Nasional
Politik bahasa nasional adalah kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan dan ketentuan-ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar pengolahan keseluruhan masalah kebahasaan. Masalah kebahasaan di Indonesia merupakan jaringan msalah yang dijalin oleh;
1) Masalah bahasa nasional
2) Masalah bahasa daerah, dan
3) Masalah pemakaian dan pemanfaatan bahasa-bahasa asing tertentu di Indonesia.
Pengolahan keseluruhan masalah bahasa ini memerlukan adanya satu kebijaksanaan nasional
yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga pengolahan masalah bahasa ini benar-benar berencana, terarah, dan menyeluruh.

2. Bahasa Nasional
3. Bahasa Daerah
4. Bahasa asing

2.3 Kedudukan dan Fungsi
Salah satu masalah kebahasaan yang perumusan dan dasar penggarapannya perlu dicakup kebijaksaan nasional di bidang kekbahasaan adalah fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia.
Fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa yang dirumuskan sebagai tugas pemakaian bahasa itu dalam kedudukan yang diberikan kepadanya.
Kedudukan bahasa adalah status relative bahasa sebagai system lambing nilai budaya, yang dirumuskan atas dasar nilai social yang dihubungkan dengan bahasa yang bersangkutan.
1. Bahas Indonesia
*Kedudukan
Salah satu kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa nasional. Kedudukan ini dimiliki
oleh bahasa Indonesia sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, dan dimungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu, yang mendasari bahasa Indonesia itu, telah dipakai sebagai lingua franca selama berabad-abad sebelum seluruh kawasan tanah air.
Selain berkedudukan sebgaai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan yang tertera di dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36.

*Fungsi
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai;
1) Lambang kebangsaan nasinal
2) Lambang identitas nasional
3) Alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbea-beda latar belakang social budaya dan bahasanya
4) Alat perhubungan antarbudaya antardaerah.

Di dalam kedudukan sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
1) Bahasa resmi kenegaraan
2) Bahasa pengantar di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan
3) Bahasa resmi di dalam pemngembangan; kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

2. Bahasa Daerah
*Kedudukan
Di dalam hubungannya dengan kedudukan bahasa Indonesia, bahasa-bahasa seperti Bali, Batak,
Bugis, Jawa, Makasar, Madura, dan Sunda, yang terdapat di wilayah Republik Indonesia sebaga bahasa daerah. Kedudukan ini berdasarkan kenyataan bahasa daerah itu adalah salah satu unsure kebudayaan nasional yang dilindungi oleh Negara sesuai dengan fungsi penjelasan pasal 36, Bab XV, Undang-Undang Dasar 1945.
*Fungsi
Di dalam kedudukan sebagai bahasa daerah, bahasa-bahasa seperti Bali, Batak, Bugis, Jawa, Makasar, dan Sunda berfungsi sebagai:
1) Lambang kebanggaan daerah,
2) Lambang indentitas daerah, dan
3) Alat perhubungan di dalam keluarga dan masyarakat daerah.

Di dalam hubungannya dengan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah berfungsi sebagai:
1) Pendukng bahasa nasional
2) Bahasa pengantar di sekolah, dan
3) Alat pengembangan serta pendukung kebudayaan daerah.

3. Bahasa asing
*Kedudukan
Bahasa-Bahasa seperti Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan bahasa lainnya, kecuali bahasa Indonesia dan bahasa daerah serta bahasa Melayu, berkedudukan sebagai bahasa asing.Kedudukan ini berdasarkan aas kenyataan bahwa bahasa asing tertentu itu diajarkan di lembaga pendidikan pada tingkat tertentu, dan di dalam keudukan demikian, bahasa-bahasa asing itu tdak bersaing dengan bahsa Indonesia baik sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa Negara, serta dengan bahasa-bahasa daerah baik sebagai lambing bilai social budaya maupun sebagai alat perhubungan masyarakat daerah.

*Fungsi
Di dalam keudukan sebagai bahasa asing, bahasa-bahasa seperti Inggris, Prancis, dan Jerman berfungsi sebagai;
1) Alat perhubungan antarbangsa,
2) Alat pembantu pengemabngan bahasa Indonesia menjadi bahasa modern, dan
3) Alat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk pembangunan nasional.

2.4 Pembinaan dan Pengembangan
Yang dimaksud dengan pembinaan dan pengembangan dalam hubungannya dengan masalah kebahasaan di Indonesia adalah usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan pengajaran bahasa asing supaya dapat memenuhi fungsi dan kedudukannya.
Pembinaan dan pengembanganm tidak hanya masalah bahasa belaka, juga masalah kesusasteraan karena kesusasteraan merupakan faktor penunjang perkembangan bahasa dan kebudayaan yang bersangkutan.

1. Bahasa Indonesia
Mengingat kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia maka pembinaan dan pengembangan
bahasa Indonesia adalah mutlak di dalam Negara republic Indonesia. Untuk itu harus dilakukan usaha-usaha pembakuan sebagai berikut:
1) Usaha pembakuan bahasa bertujuan agar tercapai pemakaian bahasa yang cermat, cepat, dan efisien dalam komunikasi’ dalam hubungan itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah yang berupa aturan dan pegangan yang tepat di bidang ejaan, kosa kata, tata bahasa, dan peristilahan.
2) Dalam usaha pembakuan bahasa Indonesia perlu didahulukan bahasa tulis karena corak yanglebih tepat dan batas-batas bidang-bidangnya; selin itu diperlukan pula pembakuan lafal bahasa Indonesia sebagai pegangan bagi para guru, penyiar televise dan radio, serta masyarakat umum.
3) Pembakuan bahasa Indonesia perlu dilaksanakan dengan mengesahkan:
(1) Kodifikasi menurut situasi ragam dan gaya bahasa
(2) Kodifikasi menurut struktur bahasa sebagai system komunikasi yang menghasilkan tata bahasa dan kosa kata serta peristilahan yang baku
(3) Tersedianya saran pembakuan seperti kamus, ejaan, kamus umum, buku tata bahasa, pedoman umum ejaan, pedoman pembentukan istilah, dan pedoman gaya tukis menulis.
(4) Kerja sama dengan para ahli bahasa guru, wartawan, penyiar radio dan televise, sastrawan, cendikiawan, lembaga-lembaga pendidikan, badan pemerintahan dan swasta, serta masyarakat umum.

2. Bahasa Daerah
Bahasa daerah perlu dipelihara dan dikembangkan. Semua pihak baik pemerintah maupun swasta serta semua pihak melakukan usaha-usaha pembinaan dan pengembangan bahasa daerah meliputi kegiatan-kegiatan:
1) Inventarisasi
Kegiatan inventarisasi bahasa daerah dalam segala aspeknya, termasuk pengajarannya, perlu untuk penelitian, perencanaan, pembinaan dan pengembangan bahasa daerah. Kegiatan ini harus dilaksanakan berdasarkan skala prioritas. Kegiatan inventarisasi akan berjalan baik dan lancar jika:
(1) Dilaksanakan melalui kerja sama antara Pusat Pembinaan atau Pengembangan Bahasa dengan lembaga-lembaga, bdan-badan atau perseorangan baik pusat maupun di daerah, dan
(2) Tersedia tenaga-tenaga yang cukup, cakap dan terlatih dalam bidang penelitian bahasa.
2) Peningkatan mutu pemakaian
(1) Dalam rangka mempercepat pembangunan yang merata di seluruh pelosok tanah air, bahasa daerah merrupakan alat komunikasi (lisan) yang praktis di daerah pedesaan. Sehubungan dengan itu maka perlu disusun suatu program penataran di bidang bahasa daerah bagi :
1. Para pejabat yang bertugas memberikan penerangan ke pedesaan.
2. Para wartawan yang akan berkeimpung dalam pers daerah.
(2) Dalam rangka usaha memelihara warisankebudayaan daerah dan usaha membina serta mengembangkan kebudayaan nasional maka bentuk-bentuk kebudayaan yang ditulis dalam bahasa daerah versi baru atau dalam bentuk saduran atau terjemahan ke dalam bahasa Indonesia untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
(3) Dalam rangka usaha mendorong dan merngsang penulisan dan penerbitan berbahasa daerah, demi mengakrabkan warisan-warisan kebudayaan yang ditulis dalam bahasa daerah pemerintah perlu :
1. Melalui Proyek Impres Pendidikan dan Proyek Pelita Perpustakaan, memasukkan buku-buku bahasa daerah ke dalam program pembelian buku pengisi perpustakaan, dan
2. Menyediakan hadiah atau anugerah kepada pengarang yang tulisan dalam bahasa daerah, di samping para pengarang yang menulis dalam bahasa Indaonesia.

2.5 Bahasa Pengantar
Secara luas bahasa pengantar adalah bahasa yang dipakai secara resmi untuk mengadakan komunikasi dengan sejumlah orang yang terhimpun dan terikat dalam suatu situasi lingkungan yang formal, seperti rapat umum, rapat kerja, symposium, dan sebagainya.
Dalam pengertian sempit bahasa pengantar adalah bahasa resmi yang dipergunakan oleh guru dalam menyampaikan pelajaran kepada murid di lembaga-lembaga pendidikan.
Dalam pengunaan ketiga bahasa yang dirumuskan di atas (bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa asing) sebagai bahasa pengantar akan dibatasi pada pengertian sempit itu.
1. Bahasa Indonesia
Sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara, bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di semua jenis dan tingkat lembaga pendidikan di seluruh wilayah Republik Indonesia, kecuali di daerah-daerah tertentu.
2. Bahasa Daerah
Sementara menunggu hasil penelitian jangka panjang mungkin kerugian dan keuntungan yang dapat diambil dari pemakaian bahasa Indonesia atau bahasa daerah sebagai satu-satunya bahasa pengantar, bahasa daerah dapat dipakai sebagai bahasa pengantar mulai dari kelas satu sampai dengan kelas tiga sekolah dasar di daerah-daerah tertentu, dengan catatan bahwa bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran diajarkan mulai kelas satu sekolah dasar.
3. Bahasa Asing
1) Bahasa Asing dapat dipergunakan sebagai bahasa pengantar dalam menyajikan mata pelajaran bahasa asing yang bersangktan.
2) Bahasa Asing dipergunakan sebagai bahasa pengantar diperguruan tinggipada jurusan bahasa asing tersebut.
3) Bahasa asing terutama bahasa Inggris dapat dipergunakan sebagai bahasa pengantar di perguruan tinggi oelh tenaga pengajar atau ahli asing yang tidak menguasai pemakaian bahasa Indonesia.

Iklan

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia Januari 30, 2009

Posted by cafestudi061 in Bahasa Indonesia.
add a comment


Ada beberapa istilah yang biasa digunakan untuk bahasa Indonesia, yakni:
1. Bahasa Resmi
2. Bahasa Negara
3. Bahasa Persatuan
4. Bahasa Kesatuan
5. Bahasa Nasional
1. Bahasa Resmi
ialah bahasa yang telah disahkan/disresmikan pemakaiannya melalui Undang-Undang atau peraturan Pemerintah, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, pasal 36. Resmi sah
Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa, bahasa resmi adalah sebuah system linguistic yang ditetapkan untuk digunakan dalam suatu pertemuan seperti seminar, konferensi, rapat dan sebagainya.
Untuk bahasa resmi dipersidangan yang digunakan : contoh dalam siding Internasional di PBB yaitu bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Spanyol, bahasa Cina, bahasa Arab dan ditambah bahasa Indonesia.
Untuk dalam konteks social di Indonesia, bahasa Negara dapat diindentikan dengan bahasa resmi, yaitu bahasa Nasional Indonesia
2. Bahasa Negara
Bahasa Negara adalah sebuah bahasa yang secara resmi dalam Undang-Undang Dasar sebuah Negara ditetapkan sebagai alat komuikasi resmi Kenegaraan, artinya, segala urusan kenegaraan, administrasi kenegaran, dan kegiatan-kegiatan kenegaran dijalankan dengan menggunakan bahasa itu.
Contoh:
– Bahasa Indonesia pada mulanya bahasa Melayu
– Bahasa philipino pada mulanya bahasa Tagalog dan bahasa Inggris diangkat menjadi bahasa Negara, karena bahasa Inggris memamng dipakai secara merata sebagai lingua franca di seluruh wilayah Filipina.
3. Bahasa Persatuan
Bahasa persatuan ialah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Bahasa persatuan ialah bahasa yang digunakan sebagai alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang social, dan bahasanya.
4. Bahasa Kesatuan
Bahasa Kesatuan adalah bahasa yang telah menjadi satu dari berbagai bahasa daerah di Indonesia dapat diikat oleh bahasa Indonesia Pengertian kesatuan dan persatuan untuk bahasa Indonesia hampir tidak ada bedanya. Tapi jika istilah ini kita tinjau dari segi tatanegara, jauh sekali bedanya. Misalnya Negara kesatuan adalah Negara unifikasi, seperti Republik Indonesia, sedangkan Negara persatuan adalah Negara federal seperti Indonesia pada masa R.I.S (Republik Indonesia Serikat) atau seperti Negara Amerika Serikat sekarang.
5. Bahasa Nasional
Bahasa Nasional ialah bahasa kebangsaan (bahasa yang muncul dari bangsa itu sendiri, nasional dari kata nation ‘bangsa’), yang digunakan sebagai bahasa perhubungan resmi berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang social budaya dan bahasanya dalam suatu bangsa.
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa bahasa Nasional, bahasa Negara, bahasa resmi, bahasa Kesatuan dan bahasa Persatuan Indonesia mengacu pada satu system linguistik yang sama yaitu bahasa Indonesia, sedangkan di Filipina, di india, dan Singapura tidak.
1.2 Lingua Franca
Lingua Franca adalah sebuah system linguistic yang digunakan sebagai alat komunikasi sementara oleh para partisipan yang mempunyai bahasa ibu yang berbeda. Lingua franca berasal dari bahasa Italia, adalah bahasa yang dipergunakan sebagai alat komunikasi social diantara orang yang berlaianan bahasanya.
Contoh : Bahasa Inggris yang dipakai dalam pertemuan internasional
Sebenarnya bahasa lingua franca adalah kesaling pengertian dari para partisipan yang menggunakannya, maka bahasa apapun bisa menjadi sebuah lingua franca.
1.3 Bila Digunakan Sebutan Bahasa Indonesia
Unsur mana atau unsur apakahyang paling penting. Untuk menentukan asal mulabahasa Indonesia tersebut.Apakah unsure resminya, apakah unsure nasuonalnya atau unsure lain.
• Jika dari unsur resminya ada beberapa teori diusulkan, bahwa bahasa Indonesia ada mulai tahun 1945, 1933, 1938, 1908 dan seterusnya.
• Usulan tahun 1945 merupakan relisasi dan keseluruhan jerih payah perjuangan, prnderitaan, ikrar, sumpah yang pernah diucapkan. Sebelumnya, satu hari sesudahproklamasi, yakni 18 Agustus 1945. Dicantumkan dalam UUD RI 1945, Bab XV, pasal 36 pada konstitusi RIS 1949, ketika Negara federal di Indonesia yang didirikan oleh colonial Belanda di lebur menjadi Negara Kesatuan.
• Bentuk Bahasa resmi Negara adalah bahasa Indonesia tertulis dalam Undang-Undang Dasar 1950, pasal 4
Sebenarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pengaruh luar dari bahasa asing seperti bahasa Sanskerta, Tamil, Arab, Cina, Belanda, Portugis, Inggris dan lain-lain. Sedangkan pengaruh bahasa daerah, misalnya bahasa jawa, bahasa Sunda, Bali, Batak dan lain-lain.

Menyimak yang efektif Januari 30, 2009

Posted by cafestudi061 in Bahasa Indonesia.
add a comment

Percaya, nggak, 75% dari seluruh waktu kita digunakan untuk berkomunikasi? Ayo, coba lacak kembali aktivitas Anda hari ini! Menyapa teman Anda, menjawab guru Anda, mendengar penjelasan guru Anda, meminjam buku pada teman Anda, bilang terima kasih pada penjaga kantin, dan sebagainya. Nah, hampir seluruh hari Anda terisi dengan komunikasi, kan?
Komunikasi merupakan suatu proses dalam mengirim dan menerima informasi. Jika komunikasi yang kita lakukan berjalan dengan baik, maka orang lain akan mengerti apa yang kita inginkan, bicarakan, atau bahkan mereka akan mengerjakan apa yang kita instruksikan. Selain itu kita pun dapat mengetahui informasi apa yang ingin mereka sampaikan, apa yang mereka butuhkan, dan sebagainya.
Masalahnya adalah untuk melakukan komunikasi yang baik kita seringkali mengalami hambatan, salah satunya adalah ketika kita menjadi pendengar dalam proses komunikasi. Banyak persoalan dan kesalahpahaman yang timbul dalam komunikasi yang disebabkan karena kita kurang berkonsentrasi pada saat mendengarkan seseorang berbicara.
Padahal, kita sebagai orang muda lebih perlu mendengar lho daripada bicara. Bagaimana enggak? Masa, kita, orang muda zaman sekarang ini, sudah punya ilmu bejibun? Nggak lah ya. Di tengah derasnya arus dunia dan materialisme kayak sekarang ini, sedikit banget orang muda yang udah punya banyak ilmu. So, kita lebih harus nuntut ilmu daripada nuntut untuk bicara. Dus, salah satu cara menuntut ilmu adalah dengan banyak mendengar hal-hal yang bermanfaat.
Pada tahun 1980-an suatu tim penelitian dari Loyola University mengadakan suatu riset yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keterampilan seorang manajer dalam komunikasi bisnis. Satu kesimpulan yang dihasilkan adalah bahwa seorang manajer harus dapat mengenali dan memecahkan persoalan yang ada pada para karyawannya. Untuk itu seorang manajer harus bisa menjadi pendengar yang baik.
Sayangnya, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian manajer belum menjadi pendengar yang baik. Hal tersebut terlihat dari beberapa komentar karyawan:
“Atasan saya selalu mendominasi pembicaraan sehingga saya tidak dapat memberikan saran untuk mengatasi persoalan di Bagian Produksi.”
“Atasan saya selalu memotong pembicaraan.”
“Saya tidak mengerti apakah manajer saya mengerti apa yang sedang kami diskusikan.”
“Berbicara dengan atasan? Hanya membuang waktu saja!”
Kita (mungkin) emang bukan karyawan. Tapi, hal di atas bisa dijadikan contoh, bahwa menjadi pendengar yang baik itu ternyata perlu ketrampilan. Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita sudah menjadi pendengar yang baik?
Hasil Mendengar Efektif
Menjadi pendengar yang baik bukanlah usaha yang mudah. Seseorang harus dapat bersikap obyektif dan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh lawan berkomunikasinya. Mendengarkan dengan efektif membutuhkan konsentrasi, pengalaman, dan keterampilan.
Manfaat dari menjadi pendengar yang baik di antaranya:
Lawan berbicara kita akan lebih mudah dalam menyampaikan informasi.
Hubungan antar individu akan semakin baik.
Mendorong pembicara untuk tetap berkomunikasi.
Informasi dalam bentuk instruksi, umpan balik dan lainnya akan lebih jelas diterima.
Tentu, hasilnya Anda akan lebih dapat menangkap ilmu yang Anda pelajari. Kalo ilmu itu ilmu agama tentu manfaatnya besar banget. Anda jadi lebih paham dan terhindar dari salah paham, mengamalkannya pun jadi lebih benar. Kalo pun ilmu itu adalah yang Anda pelajari di sekolah tentu menjadi pendengar yang baik juga bermanfaat gede. Anda tak sekedar hafal, namun juga mengerti. Tentu, kalo pas ulangan atau ujian, Anda juga akan lebih pede dan mampu mengerjakan soal.
Bagaimana Caranya?
Menjadi pendengar yang baik membutuhkan usaha dan latihan yang teratur. Langkah terpenting pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa mendengarkan seseorang berbicara adalah suatu kebutuhan yang sama pentingnya dengan keterampilan berkomunikasi yang lain seperti: berbicara, menulis dan membaca.
Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai panduan pada saat kita mendengarkan seseorang berbicara. Silakan simak!
Perlu diingat bahwa kita tidak dapat mendengarkan dan berbicara pada saat bersamaan. Hal ini merupakan prinsip dasar dari mendengarkan efektif. Seseorang cenderung untuk selalu menambahkan pendapatnya pada saat ia berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini menjadi persoalan jika lawan bicara kita belum selesai berbicara. Ia bisa saja merasa terganggu. Dari pihak pendengar jelas konsentrasi akan terpecah. Secara sopan santun, menambah pendapat orang yang sedang berbicara berarti memotong pembicaraan. Dan ini tentu tidak sopan. Biarkanlah pembicara menyelesaikan keperluannya, sedangkan kita mendengar dengan baik. Baru, kalo dia selesai berbicara, sampaikanlah pendapat kita.
Mencoba memahami pokok pikiran atau ide utama pembicara. Seorang pendengar yang baik selalu mencoba untuk memahami intisari dari suatu pesan. Jangan mendengar secara masuk telinga kanan keluar telinga kiri atau sebaliknya. Dari pembicaraan yang panjang lebar, tentu terdapat pokok pikirannya. Peganglah pokok pikiran itu, niscaya Anda tahu maksud pembicara. Hal ini mungkin sulit dilakukan pertama kali. Karena itu, kita memang perlu latihan berkonsentasi mendengarkan orang yang berbicara tanpa melakukan hal lain yang mengganggu konsentrasi kita.
Hindari gangguan dari lingkungan sekitar. Ini dia, hubungannya dengan yang tadi/ Pendengar yang baik selalu mencoba untuk memfokuskan diri pada pembicara. Mencoba mendengarkan pendapat teman ketika rapat sebagai contoh, tanpa terpengaruh oleh sinyal SMS, dering telepon, orang yang berlalu lalang, dan sebagainya. Oleh karena itu untuk pembicaraan yang serius, faktor lingkungan perlu diperhatikan.
Mencoba untuk mengendalikan emosi. Pendengar yang baik selalu mencoba untuk mengesampingkan emosi, sehingga ia dapat menerima pembicaraan dengan jernih. Pendengar yang baik juga selalu mencoba untuk memahami pembicara tanpa membuat penilaian pribadi atas pembicara. Memang kadang ada kata-kata yang keliru dari pembicara yang perlu diluruskan. Namun pelurusannya pun harus dengan ilmu. Nasehat hendaknya disampaikan setelah pembicara rampung berkata-kata. Itu pun disampaikan secara empat mata tidak di depan audiens yang lain.
Membuat catatan jelas dan singkat. Buatlah catatan kecil tanpa mengurangi konsentrasi kita pada saat mendengarkan. Harap diingat kita tidak dapat mengerjakan dua tugas sekaligus tanpa mengurangi keefektifan salah satu di antaranya. Oke, jadi ini harus dilakukan dengan ekstra konsentrasi. Mungkin Anda bisa melatih menulis cepat, dan juga catatan itu tidak perlu dengan tulisan tangan yang indah, bisa jadi berupa singkatan-singkatan, diagram-diagram yang Anda saja yang dapat membacanya. Nggak masalah, yang penting Anda dapat memahaminya. Boleh juga disalin kembali jadi catatan yang lebih baik.
Mencoba untuk bersikap empati. Mencoba untuk menghargai posisi pembicara, sehingga kita terhindar dari mendengar apa yang hanya mau kita dengar saja. Tempatkan diri Anda sebagai diri pembicara. Ketika Anda ngomong, tentu Anda juga ingin pendengar mendengarkan omongan Anda dengan seksama. Nah, ini juga yang diinginkan pembicara yang sedang berbicara di depan Anda.
Memperhatikan komunikasi non verbal. Tataplah lawan bicara, dan perhatikan bahasa tubuh mereka. Seringkali terjadi pemahaman akan suatu informasi lebih bisa kita pahami dengan memperhatikan raut muka dan gerak tubuh lawan bicara. Dan sebagai pendengar, kita pun harus memperhatikan bahasa tubuh yang kita tampilkan, seperti posisi duduk, raut muka, anggukan kepala dan sebagainya.
Mendengarkan dengan selektif. Seringkali dalam suatu pembicaraan, pembicara memberikan informasi-informasi yang penting. Kadang informasi tersebut tersembunyi di dalam konteks pembicaraan. Kita diharapkan dapat memilah-milah informasi tersebut untuk mendapatkan yang kita butuhkan.
Bertanya pada tempatnya. Tunda dahulu pertanyaan dan gagasan yang ingin disampaikan sampai pembicara selesai. Ajukan pertanyaan untuk memperjelas maksud pembicara. Ini hampir sama dengan point yang pertama. Jika ada pertanyaan sampaikanlah jika si pembicara sudah selesai. Bisa jadi, masalah yang Anda tidak paham akan diterangkan seketika itu juga tanpa Anda menanyakannya. Karena itu, sabarlah. Boleh jadi, tanpa bertanya pun apa yang Anda bingungkan akan diterangkan kemudian.
Buatlah kesimpulan atas apa yang menjadi inti pembicaraan. Dengan mencoba menangkap intisari pembicaraan diharapkan kita dapat memahami permasalahan dengan kata kita sendiri. Cobalah ramu kembali apa yang pembicara sampaikan dengan kata-kata Anda sendiri. Ini akan melatih Anda untuk mengambil kesimpulan dengan baik.
Memberikan umpan balik. Memberikan umpan balik kepada pembicara sehingga ia mengetahui sejauh mana kita sudah memahami pembicaraan. Ini dia saatnya bertanya, berpendapat atau berkomentar. Setelah pembicara selesai mengutarakan pembicaraannya, barulah tiba giliran kita. Jangan diam saja, sampaikan sepatah dua patah kalimat agar pembicara tahu sejauh mana kita paham.
Itu dia rambu-rambu bagi Anda untuk menjadi pendengar yang baik. Anda bisa langsung melatih dan mempraktikannya. Ketika guru menerangkan pelajaran di kelas, cobalah kiat-kiat di atas diterapkan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Januari 21, 2009

Posted by cafestudi061 in RPP PKn SMP Kelas IX.
add a comment

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 1 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/I

STANDAR KOMPETENSI : Menampilkan partisipasi dalam usaha pembelaan negara

KOMPETENSI DASAR : 1.1 Menjelaskan pentingnya usaha pembelaan negara
INDIKATOR : – Menguraikan unsur-unsur negara
– Menentukan fungsi negara
– Menemukan hak – hak dan kewajiban warga negara
dalam pembelaan negara.
– Memberikan contoh tindakan upaya bela negara.

ALOKASI WAKTU : 4 X 40 menit ( 2 x pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat :
• Menguraikan unsur-unsur negara
• Menentukan fungsi negara
• Menentukan hak dan kewajiban warga negara dalam pembelaan negara
• Memberikan contoh tindakan upaya bela negara

B. Materi Pembelajaran :
• unsur-unsur negara
• fungsi negara
• hak dan kewajiban warga negara dalam pembelaan negara
• contoh tindakan upaya bela negara

C. Metoda : Ceramah bervariasi, tanya jawab, dan diskusi.

D.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan
tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang pembelaan negara
b. Kajian pustaka dengan menelaah UUD 1945 pasal 27 ayat 3 dan pasal 30, UU No. 80 Th. 1982, UU No. 3 Th. 2002
c. Membagi kelas menjadi 8 kelompok.

d. Dengan difasilitasi guru masing-masing kelompok berdiskusi tentang pembelaan negara.
e. Siswa menyimak penjelasan dan klasifikasi guru mnegenai konsep-konsep initi yang berkaitan dengan pembelaan negara
f. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok.

Kegiatan Penutup
a. Siswa dibimbing guru menyimpulkan materi untuk pemahaman siswa.
b. Post Test
c. tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang untuk persiapan diskusi kelas 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
b. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan
tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang pembelaan negara.
b. Masing-masing kelompok mempersiapkan diri untuk melalkukan presentasi dari hasil diskusi kelomppok.
c. Setiap kelompok melakukan presentasi untuk ditanggapi oleh kelompok yang lain.
d. Klarifikasi dari guru tentang hak dan kewajiban warga negara dalam pembelaan negara

Kegiatan Penutup
a. Siswa dibimbing guru menyimpulkan materi untuk pemahaman siswa.
b. Post Test
c. tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang. 10 menit

60 menit

10 menit

B. Sumber Belajar
• Buku Materi PKn Kelas 9
• UUD 1945 setelah amandemen
• UU No. 20 tahun 1982
• UU No. 3 tahun 2002

C. Penilaian
Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke 2. Sedangkan pertemuan pertama dan kedua penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawab, aktivitas saat diskusi kelompok, substansi isi materi diskusi kelompok dan presentasi.

Bagian 1
Pilihlah salah satu jawaban di bawah in dengan cara memberi tanda silang (X) pada jawaban yang palling benar!

1. Pasal-pasal dalam UUD 1945 yang mengatur tentang bela negara adalah…..
a. 27 dan 28 c. 27 dan 30
b. 28 dan 30 d. 29 dan 30
2. Pertahanan negara diatur dalam UU No….
a. 2 Tahun 2000 c. 3 Tahun 2002
b. 2 Tahun 2002 d. 3 Tahun 2003
3. Menurut UU pertahanan negara upaya bela negara selain kewajiban dasar manusia juga
merupakan ….
a. hak warga negara
b. kehormatan bagi warga negara
c. tanggung jawab moral
d. kewajiban bagi setiap warga negara
4. Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui seperti
tersebut di bawah ini kecuali..
a. Pendidikan Kewarganegaraan
b. pelatihan dasar kemiliteran secara wajib
c. pengabdian sesuai dengan profesi
d. menggerakkan komponen bangsa
5. contoh partisipasi pelajar dalam bela negara adalah ….
a. belajar dengan tekun agar berhasil dalam lomba olympiade matematika sebagai duta
bangsa
b. berjuang melawan penjajah
c. menguasai ilmu kemiliteran
d. siap berjuang melawan musuh
bagian 2.
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan tepat!
1. Sebutkan 3 unsur pokok berdirinya suatu negara!
2. Sebutkan 4 fungsi negara !
3. Jelaskan pengertian ancaman militer!
4. Sebutkan 3 bentuk keikut sertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara!
5. salah satu fungsi negara adalah melaksanakan penertiban. Berikan penjelasan tentang fungsi penertiban!

Format Pengamatan Pelaksanan Diskusi

NO Nama Siswa Aspek Jumlah Skor Rata-rata Skor
1 2 3 4 5

Keterangan: 1. Keberanian mengemukakan pendapat
2. Keaktifan / Peran serta
3. Menghargai pendapat tema
4. Kerjasama dalam kelompok
5. Memecahkan masalah
6. Dapat diisi dengan aspek lainnya sesuai kebutuhan

Mengetahui …………., Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 2 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/I

STANDAR KOMPETENSI : Menampilkan partisipasi dalam usaha pembelaan negara

KOMPETENSI DASAR : 1.2 Menengidentifikasi bentuk-bentuk usaha pembelaan
negara

INDIKATOR : Menyebutkan bentuk-bentuk keikutsertaan warga negara dalam
upaya pembelaan negara.

ALOKASI WAKTU : 4 X 40 menit ( 2 x pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat menyebutkan bentuk-bentuk keikut sertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara.

A. MATERI PEMBELAJARAN:
Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara

B. METODA : Ceramah bervariasi, tanya jawab dan diskusi.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1

NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan
tentang materi yang akan diajarkan.

10 menit

NO Kegiatan Belajar Waktu Ket

2.

3.

.
Kegiatan inti
b. Penjelasan konsep seara umum tentang bentuk-bentuk keikut sertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok tentang bentuk-bentuk keikut sertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara.
d. Siswa mengkaji UU No. 3 Th. 2002 dan membuat resume secara kelompok.
e. Siswa mendiskusikan aplikasi UU No. 32 Th. 2002 pasal 9 dalam kehidupan masyarakat.
f. Siswa dibagi kedalam 8 kelompok untuk mencari aplikasi UU No 3 Th. 2002 pasal 9 di media masa.

Kegiatan Penutup
a. Siswa dibimbing guru menyimpulkan materi untuk pemahaman siswa.
b. Post Test
c. tindak lanjut dengan memberi tugas kelompok untuk mencari informasi dari media masa dalam bentuk kliping tentanng keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara.
60 menit

10 meniit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
b. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan
tentang materi yang akan diajarkan.

– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.
Kegiatan inti
a. Masinng-masing kelompok memprsiapkan diri untuk mempresentasikan kliping hasil karya kelompok
b. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya kelompoknya, kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya.
c. Guru memberikan klarifikasi terhadap hasil karya kelompok.
d. Siswa berperan aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru..

Kegiatan Penutup
a. Siswa dibimbing guru menyimpulkan materi untuk pemahaman siswa.
b. Post Test
c. Mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. 10 menit

60 menit

10 menit

B. PENILAIAN
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan 3 peraturan perundang-undangan yang mengatur kewajiban membela negara!
2. Sebutkanlah bentuk-bentuk keikutsertaan warga negara dalam upaya pembelaan negara!
3. Sebutkanlah bunyi pasal 9 ayat 1 Undang-undang No.3 Tahun 2003!

Format Penilaian Kliping dan Presentasi

NO Nama Siswa Aspek Jumlah Skor Rata-rata Skor
1 2 3 4 5

Keterangan: 1. Kesesuaian antara judul dengan tema
2. Kerapihan/Estetika
3. Komentar kelompok terhadap isi kliping
4. Presentasi
5. Kemampuan argumentasi

.

Mengetahui ……………, Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 3 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/I

STANDAR KOMPETENSI : 1. Menampilkan Partisipasi dalam Usaha Pembelaan Negara

KOMPETENSI DASAR : 1.3 Menampilkan Peran Serta Dalam Usaha Pembelaan
Negara.

INDIKATOR : – Menentukan sikap terhadap pihakpihak yang ingin
menghancurkan NKRI
– Menunjukkan partisipasi dalam usaha pembelaan negara di
Lingkungannya

ALOKASI WAKTU : 8 X 40 MENIT (4 X Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengidentifikasi berbagai bentuk ancaman terhadap integritas NKRI
2. Membedakan ancaman yang bersifat tradisional dan non tradisional
3. Memberikan contoh tindakan yang menunjukkan upaya pembelaan negara
4. Menunjukkan partisipasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya.

B. MATERI PEMBELAJARAN
1. Bentuk-bentuk ancaman terhadap integritas NKRI
2. Perbedaan ancaman yang bersifat tradisional dan non tradisional
3. Contoh tindakan yang menunjukkan upaya pembelaan negara
4. Partisipasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungan masing-masing

C. METODE
Permainan (Game Kartu Berpasangan), Diskusi Kelas, Tanya Jawab dan Ceramah Bervariasi

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.
Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang pembelaan negara
b. Tiap siswa dibneri kesempatan untuk memilih satu kartu soal- jawab yang telah disiapkan, yang berkenaan dengan materi bentuk-bentuk ancaman terhadap integritas NKRI
c. Seluruh siswa diminta untuk meninggalkan kelas (dapat dilakukan di teras kelas) dan diberi waktu sekitar 10 menit untuk mencari pasangannya masing-masing Siswa yang telah menemukan pasangannya di minta untuk masuk dalam kelas dan duduk bersisian menurut pasangannnya masing-masing.
d. Setelah semua siswa menemukan pasangannya dan masuk kelas, tiap pasangan secara bergantian diminta untuk tampil di depan kelas dan membacakan isi kartunya masing-masing, (Pasangan yang lain di minta untuk memperhatikan). Kegiatan ini dilanjutkan sampai seluruh pasangan selesai menampilkan dan membacakan isi kartunya. Bagi yang salah pasangan. (Soal dan Jawaban tidak sesuai), diberi sanksi yang telah disepakati sebelumnya).
Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang untuk persiapan tanya jawab 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
o Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
o Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang ancaman bagi NKRI.
b. Siswa menelaah dan menyimak buku paket, kuhusnya materi tentang ancaman yang bersifat tradisional dan non tradisional, dan mencatat hasilnya.
c. Kegiatan tanya jawab kelas yang dipandu oleh guru berkaitan dengan ancaman bagi NKRI baik yang bersifat tradisional maupun non tradisional.

Kegiatan Penutup
a. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi .
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru. 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-3
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.
Kegiatan inti
a. Penjelasan secara umum mengenai tindakan-tindakan dalam upaya pembelaan negara.
b. Guru meminta kepada seluruh siswa untuk berdiskusi dengan teman duduknya masing-masing mengenai contoh-contoh tindakan yang menunjukkan upaya pembelaan negara dan mencatat hasilnya.
c. Selanjutnya setiap pasangan diminta menampilkan di depan kelas rumusan hasil diskusi mereka, dan pasangan yang lain diminta untuk memperhatikan dan mencermati hasil diskusi yang disampaikan di depan kelas.Kegiatan ini dilanjutkan sampai separuh jumlah pasangan telah menampilkan hasil rumusan mereka.

Kegiatan Penutup
d. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
e. Post Test
f. tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang untuk persiapan disklusi kelompok. 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-4
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Menyiapkan kelas untuk kegiatan pembelajaran
b. Motivasi
• Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan menayangkan ngambar-gambar melalui layar OHP terntang partisipasi warga negara dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya masing-masing.
• Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang partisipasi warga negara dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya masing-masing.
b. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok berjumlah 4 – 5 siswa. Selanjutnya setiap kelompok menelaan melalui hasil pengamatan di lingkungannya dan berbagai buku sumber tentang partisipasi warga negara dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya . Selanjutnya mendiskusikan dalam kelompoknya masing-masing hasil temuan mereka.
c. Setiap kelompok diminta tampil untuk mempresentasekan hasil diskusi kelompoknya melalui salah seorang perwakilan mereka dan kelompok lain diminta untuk menanggapi.
d. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan klarifikasi mengenai partisipasi warga negara dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya.
Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang. 10 menit

60 menit

10 menit

E. SUMBER BELAJAR
 Buku Paket PPKN Kelas IX
 UUD 1945 yang telah diamandemen
 UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara
 Artikel
 Buku-buku (sumber) lain yang relevant.

F. PENILAIAN
Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke empat. Sedangkan untuk pertemuan ke -1 s.d 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawabdi kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas. Adapun tekhnik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk uraian.
Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ringkas dan tepat !!

1. Kemukakan lima (5) bentuk ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, menurut UU No. 3 Tahun 2002.
2. Sebutkan perbedaan antara ancaman yang bersifat tradisional dan ancaman yang bersifat non tradisional terhadap NKRI.
3. Jelaskan mengapa ancaman Non Tradisionil dapat membahayakan negara ?
4. Kemukakan empat (4) contoh keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara.
5. Tunjukkan empat (4) bentuk partisipasi warga negara dalam usaha pembelaan negara di lingkungannya masing-masing.

Mengetahui Duri, Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 4 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/I

STANDAR KOMPETENSI : 2. Memahami Pelaksanaan Otonomi Daerah

KOMPETENSI DASAR : 2.1. Mendeskripsikan pengertian otonomi daerah.

INDIKATOR : – Mendefinisikan otonomi daerah
– Menjelaskan hakekat otonomi daerah
– Menjelaskan prinsip-prinsip otonomi daerah
ALOKASI WAKTU : 6 X 40 MENIT (3 X Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Proses Belajar mengajar berlangsung, siswa dapat :
1. Mendefenisikan otonomi daerah
2. Menjelaskan hakikat otonomi daerah.
3. Menguraikan prinsip-prinsip otonomi daerah.
4. Mengidentifikasi hak dan kewajiban DPRD
5. Mengidentifikasi hak dan kewajiban kepala daerah.

B. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian otonomi daerah
2. Hakekat Otonomi Daerah
3. Asas-asas / Prinsip otonomi daerah.
4. Hak dan kewajiban DPRD
5. Hak dan kewajiban Kepala Daerah.

C. METODE
Ceramah bervariasi, tanya jawab dan penugasan

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
• Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
• Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Mengkaji UU No. 22 Th. 1999 dan UU No. 32 Th. 2004 tentang Pemerintahan Daerah
b. Mendiskusikan pengertian, dan hakikat, otonomi daerah
c. Siswa berperan aktif dalam kegiatan tanya jawab.

Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
g. Post Test
h. tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
• Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
• Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Mengkaji UU No. 22 Th. 1999 dan UU No. 32 Th. 2004 tentang Pemerintahan Daerah
b. Menguraikan prinsip-prinsip otonomi daerah
c. Menguraikan asas-asas otonomi daerah
d. Tanya jawab mengenai materi yang telah disampaikan.

Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-3
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
• Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
• Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Mengkaji buku teks tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan daerah.
b. Penjelasan pentingnya partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan kebijakan di daerah
c. Tanya jawab mengenai materi partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan-kebijakan di daerah

Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

E. SUMBER BELAJAR

 Buku Paket PPKN Kelas IX
 UUD 1945 yang telah diamandemen
 UU No.22 Tahun 1999 jo. UU No. 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah
 Artikel
 Buku-buku (sumber) lain yang relevant.

F. PENILAIAN
Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke empat. Sedangkan untuk pertemuan ke -1 s.d 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawabdi kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas. Adapun tekhnik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk pilihan ganda dan uraian.

Bagian I

Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ringkas dan tepat !!
1. Kemukakan defenisi otonomi daerah
2. Jelaskan tujuan diadakannya otonomi daerah
3. Sebutukan dan jelaskan asas-asas otonomi daerah
4. Uraikan manfaat dari adanya otonomi daerah
5. Jelaskan akibat (dampak negatif) dari adanya otonomi daerah

Bagian II

Petunjuk : Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini dengan cara memberi tanda silang pada alternatif yang benar diantara empat kemungkinan jawaban yang tersedia.!!
1. Peraturan yang mengatur tentang otonomi daerah yang berlaku sekarang adalah ….
a. UU No. 20 / 1980 b. UU No. 22 / 1999 c. UU No. 30/ 2003 d. UU No. 32 / 2004
2. Salah satu prinsip penyelenggaraan otonomi daerah adalah………….
a. Pemerataan b. Kesamaan c. Keselarasan
b. d. Partisipasi

3. Kewenangan daerah, mencakup kewenangan dalamseluruh bidang pemerintahan, kecuali………..
a. Peradilan b. Pembangunan c. Ekonomi d. Kesehatam
4. Menurut UUD 1945 Pasal 18 ayat (1), Pemerintah Daerah berhak menetapkan Peraturan Daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan…………………….
a. Otonomi dan Tugas Pembantuan c. Otonomi daerah
b. Tugas Pembantuan d. Tugas Otonomi
5. Apabila kebijakan publik tidak menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat, maka pelaksanaannya…..
a. Masyarakat langsung melakukan demonstrasi
b. Tidak menanggapi, karena tidak bersangkutan
c. Tetap mematuhi semua kebijakan publik
d. Kurang mendapat tanggapan dari masyarakat

Mengetahui Duri, Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 5 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/I

STANDAR KOMPETENSI : 2. Memahami Pelaksanaan Otonomi Daerah

KOMPETENSI DASAR : 2.2. Menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan publik di daerah.

INDIKATOR : – Menguraikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam
perumusan kebijakan publik di daerah
– Menganalisis konsekwensi tidak aktifnya masyarakat dalam
perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik di daerah
ALOKASI WAKTU : 8 X 40 MENIT (4 X Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Proses Belajar mengajar berlangsung, siswa dapat :
1. Menjelaskan hakikat kebijakan publik
2. Mengidentifikasi ciri-ciri kebijakan publik
3. Menyebutkan lembaga-lembaga yang berhak mengeluarkan kebijakan publik
4. Mengemukakan secara sistematis langkah-langkah perumusan kebijakan publik
5. Mengemukakan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mau melaksanakan kebijakan publik di daerah.
6. Menunjukkand dampak negatif apabila warga negara tidak aktif berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik

B. MATERI PEMBELAJARAN
1. Hakikat kebijakan publik
2. Ciri-ciri kebijakan publik
3. Lembaga-lembaga yang berhak mengeluarkan kebijakan publik
4. Langkah-langkah perumusan kebijakan publik
5. Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mau melaksanakan kebijakan publik di daerah.
6. Ddampak positif dan dampak negatif apabila wagra negara aktif dan tidak aktif berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik

C. METODE
Ceramah bervariasi, tanya jawab dan penugasan

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
• Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
• Informasi kompetensi yang ingin dicapai.
• Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang hakekat kebijakan publik
b. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS
c. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS.
d. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep, hakikat dan ciri-ciri kebijakan publik
e. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru
f. Siswa mempresentasekan hasil tugas kelompok tentang hakekat dan ciri-ciri kebijakan publik.
Kegiatan Penutup
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi oleh guru membuat rangkuman materi tentang hakekat dan ciri-ciri kebijakan publik.
b. Pos Test
c. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan oleh guru. 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
• Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
• Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang lembaga-lembaga yang mengeluarkan kebijakan publik
b. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
c. Tiap kelompok menelaah dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS
d. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS
e. Siswa mempresentasekan hasil tugas kelompok tentang lembaga-lembaga yang berhak mengeluarkan kebijakan publik

Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-3
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
• Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
• Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang langkah-langkah perumusan kebijakan publik
b. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok beranggota 4-5 orang
c. Masing-masing kelompok membahas langkah-langkah perumusan kebijakan publik
d. Setiap kelompok melakukan presentase dengan menunjuk satu orang sebagai juru bicara, dan kelompok lain menanggapinya.
e. Klarifikasi dari guru terhadap langkah-langkah perumusan kebijakan publik.

Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-4
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
• Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
• Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan secara umum tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mau melaksanakan kebijakan publik di daerah.
b. Penjelasan umum tentang dampak positif dan dampak negatif warga negara yang aktif dan tidak aktif berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik.
c. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, selanjutnya masing-masing kelompok mendiskusikan materi yang diberikan oleh guru.
d. Setiap kelompok melakukan presentasi dengan menunjuk satu orang sebagai juru bicara, dan kelompok lain diminta untuk menanggapinya.
e. Klarifikasi dari guru tentang faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mau melaksanakan kebijakan publik di daerah serta dampak positif dan dampak negatif warga negara yang aktif dan tidak aktif berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik.

Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test 10 menit

60 menit

10 menit

E. SUMBER BELAJAR

 Buku Paket PPKN Kelas IX
 UUD 1945 yang telah diamandemen
 UU No32 Tahun 2004
 Artikel atau guntingan koran untuk buat klipping.
 Buku-buku (sumber) lain yang relevant.

F. PENILAIAN
Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke empat. Sedangkan untuk pertemuan ke -1 s.d 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawabdi kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas. Adapun tekhnik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk pilihan ganda dan uraian.

Bagian I

1. Segala kebijakan, baik yang berkait dengan hukum, peraturan perundangan lainnya yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat banyak dan dibuat oleh lembaga yang berwenang disebut…..
a. Kebijakan atasan b. Kepentingan kelompok c. Kebijakan publik d. Peraturan daerah
2. Perhatikan pernyataan di bawah ini
a. ditujukan untuk kepentingan umum
b. dibuat oleh yang berwenang
c. kebijakan yang berkaitan dengan hukum dan peraturan perundangan
d. ditujukan untuk kelompok tertentu
Dari pernyataan diatas, yang bukan ciri-ciri kebijakan publik adalah……
a. Nomor 1 b. Nomor 2 c. Nomor 3 d. Nomor 4

3. UU adalah kebijakan publik yang dikeluarkan lembaga …….
a. Presiden b. DPR c. Presiden dan DPR d. MPR

4. Perhatikan pernyataan di bawah ini…………….
1. evaluasi kebijakan publik
2. perumusan kebijakan publik
3. isu / masalah publik
4. penerapan kebijakan publik
Langkah-langkah perumusan kebijakan publik yang paling benar adalah……..
a. 3, 4, 2, 1
b. 3, 2, 4, 1
c. 3, 4, 1, 2
d. 2, 1, 4, 3

5. Faktor eksternal (faktor dari luar) yang menyebabkan masyarakat tidak mau melaksanakan kebijakan publik di daerah adalah….
a. Masyarakat tidak tahu prosedur berpartisipasi
b. Masyarakat tidak mau tahu
c. Masyarakat telah terbiasa pada pola lama, yaitu pembuatan peraturan tanpa keterlibatan masyarakat
d. Adanya anggapan bahwa keterlibatan masyarakat justru akan memperlambat proses pembuatan kebijakan publik.

6. Di bawah ini adalah pernyataan yang menunjukkan konsekwensi akibat ketidak aktifan masyarakat dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik, kecuali…..
a. Kebijakan publik yang dibuat tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat
b. Kebijakan publik hanya menguntungkan kelompok atau golongan tertentu
c. Kebijakan publik dapat dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
d. Kebijakan publik yang dikeluarkan dapat mengayomi masyarakat

7. Bentuk kebijakan publik di daerah adalah…
a. UU b. Peraturan Pemerintah c. Peraturan daerah d. Peraturan Desa

8. Penyelesaian masalah, apakah akan dimasukkan dalam perumusan peraturan desa / daerah atau tidak berada pada tahap….
a. Penyusunan agenda b. Perumusan kebijakan c. Penetapan kebijakan d. Pelaksanaan kebijakan

9. Yang bukan merupakan dampak negatif yang dapat merugikan masyarakat akibat dari kebijakan publik adalah….
a. Perumusan kebijakan publik di daerah tidak memenuhi hak-hak rakyat secara menyeluruh
b. Kebijakan publik itu bisa jadi tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat
c. Kebijakan publik itu dapat tidak sejalan atau bahkan bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat
d. Kebijakan publik akan mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat

10. Pemeran tidak resmi dalam perumusan kebijakan publik adalah….
a. Warga negara atau individu b. DPD c. DPRD d. BPD

Mengetahui …………, Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 6)

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/II

STANDAR KOMPETENSI : 3. Memahami dampak globalisasi dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

KOMPETENSI DASAR : 3.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya globalisasi bagi
Indonesia.
INDIKATOR : – Menjelaskan makna globalisasi
‘ – Menguraikan dampak globalisasi terhadap berbagai kehidupan
masyarakat.
ALOKASI WAKTU : 4 X 40 MENIT (4 X Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan pengertian globalisasi
2. Menjelaskan tujuan globalisasi
3. Menjelaskan pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia

B. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian globalisasi
2. Tujuan globalisasi
3. Pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia

C. METODE
Diskusi Kelas, Tanya Jawab dan Ceramah Bervariasi

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.
Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang pengertian dan tujuan globalisasi
b. Siswa mengamati masuknya produk-produk luar negeri serta berita-berita internasional melalui media cetak dan media elektronik.
c. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Tiap Kelompok beranggotakan 4 – 5 orang
d. Dengan menggunakan Metode Jig – Saw, setiap siswa diberi satu pertanyaan dalam satu lembar kertas yang telah diberi nomor
e. Nomor yang sama berkumpul dalam satu kelompok, untuk membahas permasalahan yang ada dalam pertanyaan tersebut.
f. Setelah selesai, masing-masing kelompok melakukan presentase hasil diskusinya.
Kegiatan Penutup
i. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
j. Post Test
k. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
o Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
o Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia.
b. Siswa dibagi menjadi enam kelompok, dan masing-masing kelompok mendiskusikan pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia.
c. Setiap kelompok melakukan presentase dengan menunjuk satu orang sebagai juru bicara, sedangkan kelompok lain menanggapinya
d. Klarifikasi dari guru tentang pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia.

Kegiatan Penutup
a. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi .
b. Post test
c. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru. 10 menit

60 menit

10 menit

E. SUMBER BELAJAR

 Buku Paket PPKN Kelas IX
 UUD 1945 yang telah diamandemen
 UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara
 Artikel
 Buku-buku (sumber) lain yang relevant.

F. PENILAIAN
Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke empat. Sedangkan untuk pertemuan ke -1 s.d 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawabdi kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas. Adapun tekhnik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk uraian.
Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ringkas dan tepat !!

1. Jelaskan pengertian globalisasi!
2. Sebutkan tujuan globalisasi!
3. Jelaskan pentingnya globalisasi bagi suatu bangsa!
4. Globalisasi dapat menjadi ancaman sekaligus peluang tergantung bagaimana menyikapinya. Berikan penjelasan!

Mengetahui ………….., Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 7 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/II

STANDAR KOMPETENSI : 3. Memahami dampak globalisasi dalam
kehidupanbermasyarakat, berbangsa dan bernegara

KOMPETENSI DASAR : 3.2 Mendeskripsikan politik luar negeri dalam hubungan
internasional di era globalisasi.
INDIKATOR : – Menjelaskan hakekat politik luar negeri bebas aktif
– Peranan Indonesia dalam percaturan Internasional
ALOKASI WAKTU : 8 X 40 MENIT (4 X Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan arti politik luar negeri yang bebas dan aktif
2. Menunjukan dasar hukum politik luar Indonesia yang bebas aktif
3. Membedakan ciri-ciri dan sifat politik luar negeri Republik Indonesia
4. Menyebutkan tujuan politik luar negeri RI
5. Menyebutkan sarana untuk melaksanakan politik luar negeri RI
6. Menjelaskan penyimpangan politik luar negeri RI pada masa orde baru
7. Menjelaskan pengertian hubungan internasional
8. Menjelaskan arti pentingnya hubungan internasional
9. Menjelaskan arti hubungan diplomatik
10. Membedakan tugas / fungsi duta besar dan konsul
11. Menyebutkan peranan Indonesia dalam perdamaian dunia.

B. MATERI PEMBELAJARAN
a. Arti politik luar negeri yang bebas dan aktif
b. Dasar hukum politik luar Indonesia yang bebas aktif
c. Ciri-ciri dan sifat politik luar negeri Republik Indonesia
d. Ttujuan politik luar negeri RI
e. Sarana untuk melaksanakan politik luar negeri RI
f. Penyimpangan politik luar negeri RI pada masa orde baru
g. Pengertian hubungan internasional
h. Arti pentingnya hubungan internasional
i. Aarti hubungan diplomatik
j. Perbedaan tugas / fungsi duta besar dan konsul
k. Peranan Indonesia dalam perdamaian dunia.

C. METODE
Diskusi Kelas, Tanya Jawab dan Ceramah Bervariasi

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang hakekat politik luar negeri bebas aktif
b. Melakukan studi pustakan diperpustakaan untuk mencari pengertian, dasar hukum, ciri-ciri dan sifat, tujuan serta sarana pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.
c. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok
d. Setiap kelompok diberi tugas yang berbeda
e. Setelah selesai masing-masing kelompok melakukan presentasi
Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
o Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
o Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang sejarah politik luar negeri RI
b. Melakukan studi pustaka di perpustakaan mengenai sejarah politik luar negeri RI
c. Siswa diberi pertanyaan tentang sejarah politik luar negeri RI
d. Guru bertanya kepada siswa tentang tugas yang diberikan, siswa yang mampu bisa menjawabnya

Kegiatan Penutup
a. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi .
b. Post test
c. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru. 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-3
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang hubungan internasional
b. Guru menjelaskan disertai tanya jawab tentang materi hubungan internasional

Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-4
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
o Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
o Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang misi diplomatik dan peranan Indonesia di era pentingnya globalisasi
b. Kajian pustaka dengan menelaah tentang hubungan diplomatik, tugas duta besar dan konsul, peranan Indonesia di era globalisasi.
c. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok
d. Menggunakan metode Jig – Saw, setiap siswa diberi suatu pertanyaan dalam satu lembar kertas yang telah diberi nomor.
e. Nomor yang sama berkumpul dalam satu kelompok membahas permasalahan yang ada dalam pertanyaan tersebut.
f. Setelah selesai masing-masing kelompok melakukan presentase dengan menunjuk satu orang sebagai juru bicara, sedangkan kelompok lain menanggapinya
g. Klarifikasi dari guru tentang pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia.

Kegiatan Penutup
a. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi .
b. Post test
c. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru. 10 menit

60 menit

10 menit

G. SUMBER BELAJAR

 Buku Paket PPKN Kelas IX
 UUD 1945 yang telah diamandemen
 Artikel
 Buku-buku (sumber) lain yang relevant.

H. PENILAIAN
Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke empat. Sedangkan untuk pertemuan ke -1 s.d 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawabdi kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas. Adapun tekhnik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk uraian.
Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ringkas dan tepat !!

1. Jelaskan pengertian politik luar negeri bebas aktif.
2. Sebutukan dasar hukum politik luar negeri RI
3. Bedakan antara ciri-ciri dan sifat politik uar negeri RI
4. Sebutukan tujuan politik luar negeri RI
5. Sebutkan sarana untuk melaksanakan politik luar negeri RI
6. Jelaskan penyimpangan politik luar negeri RI pada masa orde baruJelaskan pengertian hubungan Internasional
7. Jelaskan pengertian hubungan Internasional
8. Kemukakan pentingnya hubungan internasional
9. Kemukakan perbedaan tugas duta besar dan konsul
10. Uraikan peranan Indonesia dalam upaya perdamaian dunia.

Mengetahui ………….., Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 8)

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/II

STANDAR KOMPETENSI : 3. Memahami dampak globalisasi dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

KOMPETENSI DASAR : 3.4 Menentukan sikap terhadap dampak globalisasi

INDIKATOR : – Menentukan sikap terhadap dampak positif globalisasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara
– Menentukan sikap terhadap dampak negatif globalisasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara

ALOKASI WAKTU : 4 X 40 MENIT (2 X Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan sikap positif terhadap dampak globalisasi diberbagai bidang kehidupan
2. Menjelaskan sikap negatif terhadap dampak globalisasi diberbagai bidang kehidupan
3. Memberikan contoh dampak positif akibat dari globalisasi di berbagai bidang kehidupan
4. Memberikan contoh dampak negatif akibat dari globalisasi di berbagai bidang kehidupan

B. MATERI PEMBELAJARAN
a. Sikap positif terhadap dampak globalisasi diberbagai bidang kehidupan
b. Sikap negatif terhadap dampak globalisasi diberbagai bidang kehidupan
c. Contoh dampak positif akibat dari globalisasi di berbagai bidang kehidupan
d. Contoh dampak negatif akibat dari globalisasi di berbagai bidang kehidupan

C. METODE
Diskusi Kelas, Tanya Jawab dan Ceramah Bervariasi

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang hakekat politik luar negeri bebas aktif
b. Mebagi siswa menjadi 8 kelompok
c. Masing-masing kelompok mnendiskusikan materi untuk melaksanakan diskusi.
d. Setiap kelompok melakukan presentasi dengan menunjuk satu orang sebagai juru bicara.
e. Kelompok lain menanggapi.

Kegiatan Penutup
d. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
e. Post Test
f. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3. Pendahuluan
b. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
o Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
o Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti
a. Penjelasan konsep secara umum dampak positif dan negatif dari globalisasi di berbagai bidang kehidupan.
b. Membagi siswa menjadi 8 kelompok
c. Masing-masiing kelompok mendiskusikan hasil temuannya yang didapat setelah mengumpulkan bahan untuk diskusi.
d. Setiap kelompok masing-masing melakukan presentasi dengan menunjuk satu orang sebagai juru bicara kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya.
e. Klarifikasi guru terhadap konsekwensi dampak positif dan negatif dari blobalisasi.

Kegiatan Penutup
a. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi .
b. Post test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang. 10 menit

60 menit

10 menit

E. SUMBER BELAJAR
• Buku materi PKn Kelas VII
• UUD 1945 setelah amandemen
• Sumber-sumber lain yang relevan

F. Penilaian
Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan kedua, sedangkan untuk pertemuan pertama penilaian dilakukan melalui kegiatan diskusi.
Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan dampak positif globalisasi terhadap kehidupan ekonomi, politik, dan sosial budaya!
2. Jelaskan dampak negatif globalisasi terhadap kehidupan ekonomi, politik, dan sosial budaya!

Mengetahui ………….., Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 9 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/II

STANDAR KOMPETENSI : Menampilkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan
bangsa.

KOMPETENSI DASAR : Menjelaskan pentingnya prestasi diri bagi keunggulan bangsa
INDIKATOR : – Menjelaskan makna prestasi diri
– Menjelaskan pentingnya prestasi diri bagi diri sendiri

ALOKASI WAKTU : 4 X 40 MENIT (2 X Pertemuan)

G. TUJUAN PEMBELAJARAN
1.Menjelaskan Pengertian prestasi diri
2.Menjelaskan pentingnya prestasi diri
3.Menguraikan ciri-ciri yang memiliki motivasi prestasi diri
4.Menyebutkan faktor-faktor yang mempenngaruhi prestasi diri
5.Menyebutkan macam-macam prestasi diri

H. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian prestasi diri
2. pentingnya prestasi diri
3. Ciri-ciri yang memiliki motivasi prestasi diri
4. Faktor-faktor yang mempenngaruhi prestasi diri
5. Macam-macam prestasi diri

I. METODE
Diskusi Kelas, Tanya Jawab dan Ceramah Bervariasi dan penugasan

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
b. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
c. Penjelasan pengertian prestasi diri
d. Penjelasan prestasi diri
e. Penjelasan ciri-ciri yang memiliki motivasi prestasi diri
f. Tanya jawab dengan memotivasi siswa supaya lebih aktif

Kegiatan Penutup
d. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
e. Post Test
f. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
b. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
o Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
o Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti
a. Penjelasan faktor-faktor yang mempengeruhi prestasi diri
b. Penjelasan macam-macam prestasi diri
c. Tanya jawab dengan memotivasi supaya siswa lebih aktif

Kegiatan Penutup
a. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi .
b. Post test
c. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru. 10 menit

60 menit

10 menit

J. SUMBER BELAJAR

 Buku Paket PPKN Kelas IX
 Artikel
 Buku-buku (sumber) lain yang relevant.

K. PENILAIAN
Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke empat. Sedangkan untuk pertemuan ke -1 s.d 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawabdi kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas. Adapun tekhnik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk uraian.
Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ringkas dan tepat !!

Soal Uraian
I
1. jelaskan penegertian prestasi diri!
2. Jelaskan pentingya prestasi diri bagi amsa depan seseorang!
3. Sebutkan tiga ciri orang memiliki prestasi diri
4. sebutka tiga faktor dari laur yang mempengaruhi prestasi diri
5. Sebutkan tiga contoh prestasi di bidang akdemik!

II. Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang pada huruf di depan jawaban yang benar!

1. Hasil yang telah dicapai dari suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan donamakan ….
a. Prestasi b. Potensi c. Kepandaian d. Ketrampilan

2. Prestasi dapat di capai melalui perjuangan yang disertai …
a. modal yang kuat c. Motivasi yang tinggi
b. dorongan orang tua d. Biaya yang tinggi

3. Pentingnya prestasi diri bagi kehidupan adalah bahwa dengan memiliki prestasi yang tinggi maka seseorang akan dapat ….
a. mencakupi kebutuhan hidup c. Mudah mraih cita-cita
b. membahagiakan kedua orang tua d. Menghasikan banyak uang

4. Ciri orang yang memiliki motivasi berprestasi adalah …
a. menghargai orang lain c. Memerintah orang lain
b. pantang menyerah d. Berani mengambil resiko

5. Faktor-faktor luar yang mempengaruhi prestasi seseorang adalah
a. Bakat b. Minat c. Gizi motivasi.

Mengetahui ……………., Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 10 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/II

STANDAR KOMPETENSI : Menampilkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan
bangsa.

KOMPETENSI DASAR : Mengenal potensi diri untuk berprestasi sesuai kemampuan
INDIKATOR : – Pentingnya menggali potensi diri
– Mengidentifiaksi potensi diri masing-masing
ALOKASI WAKTU : 4 X 40 MENIT (2 X Pertemuan)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan Pengertian potensi diri
2 .Menyebutkan faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pengembangan potensi diri
3. Menjelaskan pentingnya menggali potensim diri
4. Mengidentifikasi potensi diri masing-masing

B. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian potensi diri
2. Faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pengembangan potensi diri
3. Pentingnya menggali potensim diri
4. Potensi diri masing-masing Pengertian prestasi diri

C. METODE
Diskusi Kelas, Tanya Jawab dan Ceramah Bervariasi dan penugasan

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
c. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
b. Menjelaskan konsep secara umum tentang pentingnya menggali potensi diri masing-masing
c. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok
d. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan:
1. Pengertian potensi diri
2. Faktor yang mendorong pengembenngan potensi diri
3. Faktor yang menghambat pengembangan potensi diri
4. Pentingnya mengali potensi diri
d. Setelah selesai diskusi masing-masing kelompok diwakili juru bicara masing-masing mempresentasikan di depan kelas untuk ditanggapi oleh kelompok lainnya.
e. Klarifikasi dari guru dari pendapat masing-masing kelompok.
Kegiatan Penutup
g. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
h. Post Test
i. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
c. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
o Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
o Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti
a. Penjelasan konsep secara umum tentang mengidentifikasi potensi diri masing-masing dan cara-cara mngeluarkan potensi diri.
b. Siswa secara individu diminta untuk mnegidentifikasi potensi diri masing-masinng dan kalau ada bukti bisa dicatat.
c. Siswa bisa menjelaskan cara-cara mengeluarkan/menerapkan potensi diri
d. Guru meminta beberapa siswa untuk membacakan bukti potnsi diri di depan kelas.
e. Klarifikasi guru tentang potensi diri dan cara mengeluarkanya

Kegiatan Penutup
a. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi .
b. Post test
c. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru. 10 menit

60 menit

10 menit

1. SUMBER BELAJAR

 Buku Paket PPKN Kelas IX
 Artikel orang-orang berprestasi
 Buku-buku (sumber) lain yang relevant.

2. PENILAIAN

Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke empat. Sedangkan untuk pertemuan ke -1 s.d 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawabdi kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas. Adapun tekhnik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk uraian.
Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ringkas dan tepat !!

1. Jelaskan pengertian potensi diri!
2. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pengembangan potensi diri!
3. Jelaskan pentinngnya menggali potensi diri!
4. Sebutkan cara-cara mengeluarkan potensi diri!

Mengetahui ………….., Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( 11 )

NAMA SEKOLAH : SMP

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KELAS/SEMESTER : IX/II

STANDAR KOMPETENSI : Menampilkan prestasi diri sesuai kemampuan demi keunggulan
bangsa.

KOMPETENSI DASAR : -Menampilkan peran serta dalam berbagai aktivitas untuk
mewujudkan prestasi diri yang sesuai kemampuan demi
keunggulan bangsa.

INDIKATOR : -Menunjukkan berbagai aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri
sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa
ALOKASI WAKTU : 4 X 40 MENIT (2 X Pertemuan)

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1.Menunjukkan contoh-contoh aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri
2.Menunjukkan upaya-upaya untuk mencapai prestasi diri
3.Menunjukkan contoh-contoh prestasi diri yang dapat menunjang keunggulan bangsa
4Menunjukan upaya-upaya agar prestasi dapat menunjang keunggulan bangsa

D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Contoh-contoh aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri
2. Upaya-upaya untuk mencapai prestasi diri
3. Contoh-contoh prestasi diri yang dapat menunjang keunggulan bangsa
4. Upaya-upaya agar prestasi dapat menunjang keunggulan bangsa Faktor-faktor yang mendorong dan

E. METODE
Inkuiri, Tanya Jawab dan Ceramah Bervariasi dan diskusi

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke-1
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
d. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
– Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.
– Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan inti
a. Secara berkelompok siswa mwnginventarisasi berbagai aktivitas dalm kehidupan sehari-hari
b. Memilah aktifitas-aktivitas yang dapat mewujudkan prestasi diri
c. Mendiskusikan upaya-upaya untuk mencapai prestasi diri.
d. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing-masing kemudian ditanggapi oleh kelompok yang lain.
e. Klarifiaksi oleh guru terhadap hasil diskusi.

Penutup

a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.
b. Post Test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang akan datang 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan Ke-2
NO Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3. Pendahuluan
d. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran( absensi, kebersihan kelas)
b. Motivasi
o Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi yang lalu dan yang akan diajarkan.
o Informasi kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti
a. Dalam kelompok yang sudah terbentuk siswa mencari contoh-contoh prestasi diri yang dapat menunjang keunggulan bangsa dari media masa.
b. Mendiskusikan upaya-upaya agar prestasi diri dapat menunjang keunggulan bangsa.
c. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompokya masing-masing kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya.
d. Klarifikasi oleh guru terhadap hasil diskusi siswa.

Kegiatan Penutup
a. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi .
b. Post test
c. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru. 10 menit

60 menit

10 menit

3. SUMBER BELAJAR

 Buku Paket PPKN Kelas IX
 Artikel orang-orang berprestasi
 Buku-buku (sumber) lain yang relevant.

4. PENILAIAN

Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan ke empat. Sedangkan untuk pertemuan ke -1 s.d 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawabdi kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas. Adapun tekhnik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk uraian.
Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan ringkas dan tepat !!

1. Sebutakn tiga (3) contoh aktivitas yang dapat mewujudkan potensi diri!
2. Jelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai prestasi diri!
3. Berikan tiga (3) contoh prestasi diri yang berkaitan dengan akademik!
4. Berikan tiga (3) contoh prestasi diri dalam bidang olah raga!
5. Jelaskan upaya apa yang kamu lakukan untuk dapat mewujudkan prestasi dalam rangka menjunjung keunggulan bangsa!

Mengetahui ……………, Januari 2009
Kepala SMP Guru PKN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Januari 21, 2009

Posted by cafestudi061 in RPP PKn SMP Kelas VII.
add a comment

Nama Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : VII / satu
Standar Kompetensi : 1. Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Kompetensi Dasar : 1.1 Mendeskripsikan hakikat norma-norma, kebiasaan, adat istiadat, peraturan yang berlaku dalam masyarakat

Indikator :
• Menjelaskan hakekat norma
• Menjelaskan pentingnya norma dalam kehidupan bermasyarakat
• Menguraikan macam-macam norma

Alokasi Waktu : 8 x 40 menit ( 4 X pertemuan )

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat :
• Menjelaskan pengertian norma
• Menjelaskan tujuan norma
• Menjelaskan fungsi norma
• Menguraikan macam-macam norma
• Menganalisis hubungan norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat
• Menganalisis perbedaan norma kesusilaan, kemasyarakatan, agama dan hukum dilihat dari sumber, kekuatan mengikat dan sanksinya

2. Materi Ajar
• Pengertian norma
• Tujuan norma
• Fungsi norma
• Macam-mcam norma
• Hubungan norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan
• Sumber-sumber norma
• Kekuatan mengikat norma
• Sanksi norma

3. Metode
Ceramah bervariasikan tanya jawab, inquiry, penugasan, dan diskusi kelas

4. Langkah-langkah Kegiatan

Pertemuan 1
Pendahuluan ( 10 menit )
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran sejarah perkembangan norma; tujuan dan fungsi norma yang ada di masyarakat
b. Siswa mencermati skema, bagan atau gambar-gambar yang disajikan guru, baik yang dibuatnya sendiri maupun yang diambil dari media massa. Setelah itu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan guru berkenaan dengan gambar-gambar tersebut.
c. Siswa menyimak penjelasan atau klarifikasi guru tentang jawaban-jawaban yang diberikan siswa.
d. Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok yang diminta guru untuk mengerjakan dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam LKS
e. Siswa menerima LKS yang dibagikan guru

Kegiatan Inti ( 60 menit )
a. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS
b. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok norma-norma dalam msyarakatyl, khususnya sub tentang sejarah perkembangan norma; tujuan dan fungsi norma serta macam-macam norma yang ada di masyarakat .
d. Siswa dengan difasilitasi guru, mengerjakan dan mendiskusikan soal-soal yang ada dalam buku siswa dan LKS
e. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep-konsep inti yang berkaitan dengan sejarah perkembangan norma; tujuan dan kegunaan norma serta macam-macam norma yang ada di masyarakat
f. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru
g. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok
h. Siswa mempresentasikan hasil tugas kelompok.

Kegiatan Penutup ( 10 menit )
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang sejarah perkembangan norma; tujuan dan fungsi norma serta macam-macam norma yang ada di masyarakat
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru

Pertemuan 2
Pendahuluan ( 10 menit )
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran tentang macam-macam norma yang ada dalam masyarakat
b. Siswa mencermati skema, bagan atau gambar-gambar yang disajikan guru, baik yang dibuatnya sendiri maupun yang diambil dari media massa. Setelah itu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan guru berkenaan dengan gambar-gambar tersebut.
c. Siswa menyimak penjelasan atau klarifikasi guru tentang jawaban-jawaban yang diberikan siswa.
d. Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok yang diminta guru untuk mengerjakan dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam LKS
e. Siswa menerima LKS yang dibagikan guru

Kegiatan Inti ( 60 menit )
a. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS
b. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok norma-norma dalam masyarakat, khususnya sub tentang macam-macam norma yang ada dalam masyarakat
d. Siswa dengan difasilitasi guru, mengerjakan dan mendiskusikan soal-soal yang ada dalam buku siswa dan LKS
e. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep-konsep inti yang berkaitan dengan sumber, sanksi, dan ruang lingkup norma-norma yang ada dalam masyarakat
f. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru
g. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok
h. Siswa mempresentasikan hasil tugas kelompok.

Kegiatan Penutup ( 10 menit )
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang sumber, sanksi, dan ruang lingkup norma-norma yang ada dalam masyarakat
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru

Pertemuan 3
Pendahuluan ( 10 menit )
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran tentang sumber-sumber norma dan kekuatan mengikat norma yang ada dalam masyarakat
b. Siswa mencermati skema, bagan atau gambar-gambar yang disajikan guru, baik yang dibuatnya sendiri maupun yang diambil dari media massa. Setelah itu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan guru berkenaan dengan gambar-gambar tersebut.
c. Siswa menyimak penjelasan atau klarifikasi guru tentang jawaban-jawaban yang diberikan siswa.
d. Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok yang diminta guru untuk mengerjakan dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam LKS
e. Siswa menerima LKS yang dibagikan guru

Kegiatan Inti ( 60 menit )
a. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS
b. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok sumber-sumber norma dan kekuatan mengikat norma yang ada dalam masyarakat
d. Siswa dengan difasilitasi guru, mengerjakan dan mendiskusikan soal-soal yang ada dalam buku siswa dan LKS
e. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep-konsep inti yang berkaitan dengan sumber-sumber dan kekuatan mengikat norma, yang ada dalam masyarakat
f. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru
g. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok
h. Siswa mempresentasikan hasil tugas kelompok.

Kegiatan Penutup ( 10 menit )
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang sumber, sanksi, dan ruang lingkup norma-norma yang ada dalam masyarakat
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru

Pertemuan 4
Pendahuluan ( 10 menit )
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran tentang pelaksanaan sanksi terhadap pelaku pelanggaran norma yang ada dalam masyarakat
b. Siswa mencermati skema, bagan atau gambar-gambar yang disajikan guru, baik yang dibuatnya sendiri maupun yang diambil dari media massa. Setelah itu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan guru berkenaan dengan gambar-gambar tersebut.
c. Siswa menyimak penjelasan atau klarifikasi guru tentang jawaban-jawaban yang diberikan siswa.
d. Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok yang diminta guru untuk mengerjakan dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam LKS
e. Siswa menerima LKS yang dibagikan guru

Kegiatan Inti ( 60 menit )
a. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS
b. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok jenis-jenis sanksi yang diberikan terhadap pelanggar norma
d. Siswa dengan difasilitasi guru, mengerjakan dan mendiskusikan soal-soal yang ada dalam buku siswa dan LKS
e. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep-konsep inti yang berkaitan dengan jenis-jenis dan pelaksanaan sanksi terhadap pelanggar norma yang ada dalam masyarakat
f. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru
g. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok
h. Siswa mempresentasikan hasil tugas kelompok.

Kegiatan Penutup ( 10 menit )
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi tentang jenis-jenis dan pelaksanaan sanksi bagi pelanggar norma yang ada dalam masyarakat
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru

5. Alat/Sumber Belajar

• Buku teks siswa kelas VII
• Buku Pengayaan siswa kelas VII
• Contoh norma,
• Orang tua
• Tokoh masyarakat setempat
• artikel/berita di media massa

6. Penilaian
Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan keempat. Sedangkan untuk pertemuan ke-1 s.d. 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya jawab di kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan tugas-tugas.
Adapun teknik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk tes uraian dan pilihan ganda,

Bagian I

Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada alternatif yang benar atau paling benar di antara empat kemungkinan jawaban yang tersedia!

1. Bila Anda berbicara tentang kualitas kebaikan seseorang, maka yang dimaksud hal itu adalah……
A. materi
B. norma
C. nilai
D. moral

2. Materi nilai kesatuan, kerukunan dan tanggung jawab, termasuk ke dalam norma……….
A. agama
B. hukum
C. sosial
D. kesopanan
3. Norma yang sanksinya berupa rasa menyesal dinamakan norma
A. kesusilaan
B. kemasyarakatan
C. agama
D. kesopanan

4. Kelebihan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya adalah, manusia dikaruniai….
A. bentuk fisik yang sempurna
B. rasa malu
C. akal pikiran
D. hari nurani

5. Manusia dapat membentuk kelompok dan menciptakan pakaian dengan menggunakan….
A. nalurinya
B. daya pikirannya
C. rasa estetikanya
D. etika dan khayalannya

6. Dalam mewujudkan hasrat dan cita-citanya setiap individu manusia akan dihadapkan kepada….
A. kepentingan orang lain
B. norma yang ada dalam masyarakat
C. penguasa setempat
D. saingan usahanya

7. Pada hakekatnya manusia mempunyai dua hasrat, yaitu ingin….
A. bahagia dan jaya
B. dihormati dan terhormat
C. menjadi satu dengan manusia lain dan alam sekitarnya
D. sempurna dan bahagia

8. Kaidah hidup yang paling tua adalah norma….
A. kesusilaan
B. adat atau kemasyarakatan
C. agama
D. hukum

9. Kaidah atau norma yang jenis sanksinya berupa pengusiran dari kelompoknya dinamakan kaidah….
A. kesusilaan
B. adat atau kemasyarakatan
C. agama
D. hukum
10. Manakah di antara kaidah hidup di bawah ini yang mempunyai sanksi paling tegas, baik di dunia maupun di akherat?
A. kesusilaan
B. adat atau kemasyarakatan
C. agama
D. hukum
11. Tujuan yang paling mendasar diciptakannya kaidah atau norma dalam masyarakat adalah untuk mewujudkan….
A. kepastian hukum
B. ketertiban dalam masyarakat
C. keadilan sosial
D. kebahagiaan bagi masyarakat

12. Sekalipun di masyarakat telah ada dan berkembang kaidah/norma hidup, namun dalam pelaksanaannya manusia masih memerlukan norma hukum. Hal ini dikarenakan….
A. setiap manusia ingin berusaha untuk berbuat yang terbaik badi dirinya
B. semua kepentingan manusia telah terwadahi dalam ketiga norma
C. tidak semua orang mentaati norma yang ada
D. kepentingan setiap orang berbeda-beda

13. Salah satu ciri norma hukum bila dibandingkan dengan norma lainnya adalah dari segi sanksinya, yaitu….
A. sudah ditentukan terlebih dahulu
B. tegas dan keras
C. tidak memandang siapa yang bersalah
D. dibuat oleh lembaga kemasyarakatan

14. Manakah di antara perbuatan di bawah ini yang bisa dikatagorikan bentuk pelanggaran terhadap keempat norma yang ada dalam masyarakat ?
A. mencuri
B. memberikan warisan kepada pihak perempuan saja
C. memfitnah
D. menghina tetangga

15. Norma mempunyai fungsi yang sangat penting dalam masyarakat, yaitu untuk….
A. menegakkan keadilan
B. menegakkan kebenaran
C. menciptakan ketertiban
D. mewujudkan kebersamaan

Bagian II
Jawablah semua pertanyaan di bawah ini dengan singkat, jelas dan tepat!
1. Jelaskan hakekat norma yang berlaku dalam masyarakat
2. Jelaskan arti pentingnya norma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
3. Uraikan macam – macam norma yang berlaku dalam masyarakat
4. Jelaskan perbedaan norma dilihat dari sumber, kekuatan mengikat dan jenis sanksi yang diberikan kepada pelanggarnya!
5. Berikan contoh perbuatan yang menjunjung tinggi norma yang berlaku di masyarakat!

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : 1. Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Kompetensi Dasar : 1.2 Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga
negara

Indikator
• Menjelaskan pengertian hukum
• Menjelaskan pembagian hukum menurut sifat, bentuk dan isinya
• pentingnya norma hukum dalam kehidupan bernegara
• Menjelaskan tujuan dan fungsi ditetapkannya hukum dalam suatu negara
• Menunjukkan kepatuhan ter hadap hukum dalam kehidupan sehari-hari

Alokasi waktu : 6 X 40 menit (3 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian hukum dengan tepat
2. Siswa dapat menjelaskan pembagian hukum menurut sifatnya
3. Siswa dapat menjelaskan pembagian hukum menurut bentuknya
4. Siswa dapat menjelaskan pembagian hukum menurut isinya
5. Siswa dapat menjelaskan pentingnya norma hukum dalam kehidupan bernegara
6. Siswa dapat menjelaskan tujuan dan fungsi ditetapkannya hukum dalam suatu negara
7. Siswa dapat memberikan contoh perilaku patuh terhadap hukum dalam kehidupan
sehari-hari

B. Materi Pembelajaran
1. pengertian hukum dengan tepat
2. pembagian hukum menurut sifatnya
3. pembagian hukum menurut bentuknya
4. pembagian hukum menurut isinya
5. pentingnya norma hukum dalam kehidupan bernegara
6. tujuan dan fungsi ditetapkannya hukum dalam suatu negara
7. memberikan contoh perilaku patuh terhadap hukum dalam kehidupan sehari-hari

C. Metode
Ceramah bervariasi, diskusi, telaah buku, penugasan

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
Kajian Pustaka
a. Penjelasan konsep tentang pengertian hukum dikaitkan
dengan perilaku manusia dalam hidup bermasyarakat
b. Membagi siswa menjadi 8 kelompok
c. Masing-masing kelopompok diberikan tugas untuk
menelaah melalui kajian pustaka, mengenai
pembagian hukum menurut fungsinya, bentuknya serta
hukum menurut isinya.
d. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil telaahanya
e. Kelompok lain menanggapinya
f. Klarifikasi dari guru tentang pemahaman pemahaman pembagian hukum

10 menit

60 menit

3. Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk
memantapkan pemahaman materi yang sudah
dipelajari
b. Mengadakan post test
c. Memberi tugas rumah secara berkelompok guna mempersiapkan materi yang akan datang berupa telaah buku, berkaitan dengan pembagian hukum menurut isinya, pentingnya norma hukum dalam kehidupan bernegara.Tujuan dan fungsi ditetapkanya hukum dalam suatu negara
10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah
diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a Masing-masing kelompok diberikan kesemptan untuk
mempresentasikan hasil diskusinya
b. Kelompok lain menanggapinya
c. Klarifikasi dari guru tentang materi yang telah
didiskusikan oleh masing-masing kelompok

Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk
memantapkan pemahaman materi yang sudah
dipelajari
b. Mengadakan post test
c. Memberikan tugas kelompok di luar kelas guna
mempersiapkan materi yang akan datang berupa laporan hasil pengamatan tentang pelanggaran terhadap tata tertib sekolah oleh siswa dalam rentang waktu satu minggu!
10 menit

70 menit

10 menit

Pertemuan 3
No Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3.
Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dan akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Penjelasan tentang pelaksanaan diskusi kelompok
b. Setiap kelompok mempersiapkan laporan hasil
pengamatanan di sekolah tentang pelanggaran terhadap tata tertib sekolah oleh siswa
c. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil pengamatannya
e. Kelompok lain menanggapinya
f. Klarifikasi dari guru tentang dampak pelanggaran terhadap tata tertib sekolah

Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk
memantapkan pemahaman materi yang sudah
dipelajari
b. Mengadakan post test
c. Memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang
akan datang berupa telaah buku di rumah masing- masing secara individual berkaitan dengan materi sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dipelajari

10 menit

70 menit

10 menit

E. Sumber belajar
 Buku Teks Siswa kelas VII
 Perilaku siswa dan guru
 Artikel/berita di media massa

F. Penilaian
Soal-soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat.
1. Jelaskan pengertian hukum
2. Jelaskan pembagian hukum menurut:
a. sifatnya
b. bentuknya
c. isinya
3. Jelaskan pentingnya norma hukum dalam kehidupan bernegara
4. Jelaskan tujuan ditetapkan hukum dalam kehidupan bernegara
5. Jelaskan fungsi hukum dalam kehidupan bernegara
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat diantara 4 (empat) alternatif kamu jawaban yang tersedia
1. Alasan masyarakat memerlukan norma hukum,adalah….
a. ingin berbuat yang terbaik bagi dirinya
b. belum semua kejawaban yang tersediapentingan terwadahi dalam norma yang lain
c. tidak semua orang mentaati norma yang ada
d. hendak mewujudkan kepastian hukum

2. Contoh-contoh berikut yang termasuk kepada peristiwa perdata adalah…
a. pembagian harta waris
b. melakukan penghinaan terhadap orang lain
c. terjadi pemukulan terhadap pencuri
d. tidak melaporkan kejahatan yang pernah dilihatnya
3. Perbedaan norma hukum dengan norma lainya dalam masyarakat, yaitu norma hukum….
a. Dibuat oleh negara
b. Berlaku bagi masyarkat tertentu
c. Sanksi tidak begitu tegas
d. Tergantung kepada keinginan masyarakat

4. Ditangkap dan dipenjarakan adalah contoh sanksi dari norma…..
a. Hukum
b. Agama
c. Kesopanan
d. Adat

5. Berikut ini yang tidak termasuk hukum publik adalah hukum…..
a. Perdata
b. Pidana
c. Tata negara
d. Administrasi negara

Mengetahui …………….., Juli 2008 Jakarta, …………………………….
Kepala SMP Guru Mata Pelajaran PKn Guru Mata Pelajaran PKn

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi :1. Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang
berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara
Kompetensi Dasar : 1. 3 Menerapkan norma-norma, kebiasaan-kebiasaan, adat istia
dat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan
bermayarakat, berbangsa dan bernegara

Indikator
Memberikan contoh penerapan norma , kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat

Alokasi waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:
1. Memberikan contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan di sekolah antara
siswa dengan personil sekolah, antar sesama siswa
2. Memberikan contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan keluarga
3. Memberikan contoh penerapan norma hukum di lingkungan sekolah
4. Memberikan contoh akibat jika melanggar norma dalam kehidupan masyarakat

B. Materi Pembelajaran
1. Contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan di sekolah antara
siswa dengan personil sekolah, antar sesama siswa
2. Contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan keluarga
3. Contoh penerapan norma hukum di lingkungan sekolah
4. Contoh akibat jika melanggar norma dalam kehidupan masyarakat

C. Metode
Ceramah bervariasi, bermain peran, penugasan

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Membagi siswa menjadi 8 kelompok
b. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk
Memerankan penerapan norma kesopanan, norma agama, dan norma hukum dalam kehidupan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam norma kesopanan misalnya dalam berbicara, menghormati orang yang lebih tua, atau contoh kesopanan lainya. Dalam norma hukum misalnya memerankan orang yang melanggar hukum, dan akibatnya. (misal jika merokok, narkoba dan lainya). Kemudian memberikan solusi yang tepat menurut norma hukum. Peristiwa yang diperankan supaya menarik minat dalam KBM diupayakan yang seaktual mungkin
c. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk
memerankan adegan penerapan norma tersebut selama 7 menit
e. Kelompok lain menanggapinya

10 menit

60 menit

3. Penutup
a.Dengan bimbingan guru, masing-masing wakil kelompok
memberikan reflexsi terhadap peran yang telah
ditampilkan.
b. Mengadakan post test
c. Memberi tugas rumah secara berkelompok guna
mempersiapkan materi yang akan datang berupa
kliping dari surat kabar tentang akibat jika melanggar
norma yang berlaku dalam masyarakat ( norma
kesopanan, norma agama, norma hukum)

10 menit
Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah
diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai
Kegiatan Inti
a Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil tugasnya
b. Kelompok lain menanggapinya
c. Klarifikasi dari guru tentang materi yang telah
dipresentasikan oleh masing-masing kelompok

Penutup
a. Dengan bimbingan guru, masing-masing wakil kelompok
memberikan reflexsi terhadap materi yang telah
ditampilkan oleh masing masing kelompok
b. Mengadakan post test
c. Memberi tugas rumah berupa telaah materi yang akan
dipelajari pada minggu berikutnya

10 menit

60 menit

10 menit

E. Sumber belajar
 Buku Teks Siswa kelas VII
 Perilaku siswa dan guru
 Artikel/berita di media massa

F. Penilaian
1. Penilaian Diskusi
No Nama Siswa Keaktifan Pemahaman Kerjasama Jumlah
1
2
dst

Keterangan
Aspek keaktifan diberi nilai maksimal = 40 , minilal = 10
Aspek pemahaman diberi nilai = 40, minimal = 10
Aspek kerja sama diberi nilai maksimal = 20, minimal = 10

2. Penilaian terhadap hasil kerja
No Nama Siswa Kesesuai materi dengan tugas Komentar terhadap materi Kerapihan
/penampilan Jumlah
1
2
dst

Keterangan
Aspek kesesuaian materi maksimal = 40 , minilal = 10
Aspek komentar = 40, minimal = 10
Aspek kerapihan/penampilan = 20, minimal = 10

Mengetahui ……………, Juli 2008 Jakarta, …………………………….
Kepala SMP Guru Mata Pelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : 2. Mendeskripskan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama
Kompetensi Dasar : 2.1 Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan

Indikator
• Menguraikan perjuangan bangsa Indonesia dalammencapai kemerdekaan
• Menjelaskan arti kemerdekaan bagi suatu bangsa
• Menunjukkan pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan

Alokasi waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Diharapkan siswa dapat :
1.Menjelaskan secara singkat perjuangan bangsa Indonesia menjelang detik-detik
proklamasi kemerdekaan
2. Menjelaskan makna pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia
3. Mendeskripsikaan pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan

B. Materi Pembelajaran
1. Perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan
2. Makna dan arti kemerdekaan bagi bangsa Indonesia
3. Pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan

C. Metode
Tanya jawab, diskusi, inkuiri, penugasan

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
b. Tanya jawab dan penjelasan tentang bangsa-bangsa yang pernah menjajah Indonesia dan sifat-sifat perjuangan bangsa sebelum dan sesudah tahun 1908
c. Kajian pustaka dengan menelaah serbagai sumber (buku) yang berisi tentang peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan
d. Membagi siswa menjadi 8 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 orang
e. Masing-masing kelompok membahas pertanyaan yang berbeda berdasarkan masalah yang telah disiapak guru
f. Masing-masing kelompok mendiskusikan masalah yang temanya adalah peristiwa sekitar proklamasi dan makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
g. Masing-masing kelompok melaporkan secara tertulis hasil diskusi

10 menit

60 menit

3. Penutup
a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil
diskusi
b. Post test sebagai unpan balik
c. Tindak lanjut dnegan pemberian tugas untuk
mempersiapkan diskusi minggu berikutnya.
10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah
diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Penjelasan tentang skenario pembelajaran yang akan
dilaksanakan dilanjutkan dengan pembagian kelompok
( menjadi 5 Kelompok )
b. Masing-masing kelompok mendiskusikan pertanyaan
pertanyaan yang berkaitan dengan pewarisan semangat
peroklamasi kemerdekaan.
c. Setiap kelompok memperesentasikan hasil diskusinya,
sementara kelompok lain menanggapi.

Penutup
a. Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru
diakhiri dengan penguatan
b. Post test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas individu untuk
mewawancarai sakasi hidup Pahlawan Kemerdekaan. !
10 menit

70 menit

10 menit

E. Sumber belajar
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII
 Buku-buku Tkas Resmi tentang Proklamasi
 Artikel-artikel, Teks Proklamasi
 Naskah Pidato sidang PPKI
 Nara Sumber ( Saksi Sejarah yang masih hidup )
 UUD 1945
F. Penilaian
Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis dilaksanakan setelah selesai pertemuan ke-2, sedangkan untuk pertemuan ke-1 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanyan jawab di kelas, aktivitas siswa saat diskusi dan dalam melaksanakan tugas. Teknik penilaian adalah tes tertulis berbentuk uraian berstruktur.
Soal-soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat !
6. Jelaskan secara singkat tentang persitiwa-perisitiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi kemerdekaan !
7. Jelaskan makna pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia !
8. Meengapa pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan itu sangat penting bagi generasi muda ?
Contoh soal-soal tes lisan dalam proses pembelajaran
1. Siapakakah tokoh-tokoh pahlawan kemerdekaan yang berjasa dalam peristiwa detik-detik proklamasi !
2. Semangat atau nilai-nilai-nilai perjuangan apa yang diwariskan oleh pahlawan kemerdekaan kepada kita ?
3. Bagaimana keadaan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah merdeka ?

Mengetahui ……………., Juli 2008 Jakarta, …………………………….
Kepala SMP Guru Mata Pelajaran PKn

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I
Standar kompetensi : 2. Mendeskripsikan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama
Kompetensi Dasar : 2.2. Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi pertama
Indikator : – Menjelaskan suasana sidang PPKI tanggal 18 agustus 1945
– Menguraikan hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus
1945

Alokasi waktu : 2 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:
1. Menjelaskan dengan singkat suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945
2. Menguraikan hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945

B. Materi Pembelajaran
1. Suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945
2. Hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945

C. Metode
Tanya jawab, diskusi, inkuiri, penugasan

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang telah diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Tanya jawab dan penjelasan tentang suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
b. Kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber belajar ( buku, artikel, naskah pidato ) tentang suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945
c. Melakukan simulasi yang menggambarkan suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945
d. Mendiskusikan bagaimana jalannya simulasi yang telah dilakukan dan memberikan laporan tertulis
Penutup :
1. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi
2. Post tes sebagai unpan balik bagi guru
3. Tindak lanjut dengan memberikan tugas-tugas untuk mempersiapkan diskusi minggu berikutnya 10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai
Kegiatan Inti
a .Kajian pustaka dengan menelaah buku sumber ( buku teks siswa ) tentang hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945
b. Bertanya jawab tentang hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
c. Siswa dengan difasilitasi guru, berusaha mengklarifikasi tentang hasil-hasil tanya jawab yang telah dilakukan sebelumnya.
d. Siswa mengerjakan tugas-tugas individu
Penutup
a. Dengan bimbingan dan difasilitasi guru, siswa membuat rangkuman materi tentang suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dan hasil-hasilnya.
b. Mengadakan post tes
c. Memberi tugas rumah berupa telaah materi yang akan dipelajari pada minggu berikutnya

10 menit

60 menit

10 menit
E. Sumber belajar
 Buku Teks Siswa kelas VII
 UUD 1945
 Buku-buku litelatur yang berissi tentang Proklamasi
 Artiel-artikel, teks Proklamasi
 Nara sumber ( saksi hidup )

F. Penilaian
Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran. Penilaian tertulis dilaksanakan setelah selesai pertemuan ke-2, sedangkan untuk pertemuan ke-1 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanyan jawab di kelas, aktivitas siswa saat diskusi dan dalam melaksanakan tugas. Teknik penilaian adalah tes tertulis berbentuk uraian berstruktur.
Soal Uraian :
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar !
1. Jelaskan bagaimana gambaran suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 !
2. Uraikan bagaimana hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 !
Contoh soal lisan selama dalam proses pembelajaran :
1. Perlukan NKRI yang baru merdeka memiliki pemipimpin ( presiden ) ?
2. Perlukan NKRI yang baru merdeka memiliki konstitusi ?
3. Lembaga negara apakah yang berwenang memilih pemimpin ( presiden ) dan menetapkan konstitusi untuk yang pertama kali ?

Mengetahui : …………….., Juli 2008
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran PKn,

………………………. ………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : 2. Mendeskripskan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama
Kompetensi Dasar : 2.3 Menganalisis hubungan proklamasi dengan UUD 1945

Indikator
• Menjelaskan makna proklamasi bagi bangasa Indonesia
• Menjelaskan hubungan antara proklamasi dengan UUD 1945

Alokasi waktu : 2X 40 menit (1 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan makna proklamasibagi bangsa Indonesia
2. Menjelaskan hubungan antara proklamasi dngan UUD 1945

B. Materi Pembelajaran
1. Makna proklamasibagi bangsa Indonesia
2. Hubungan antara proklamasi dngan UUD 1945

C. Metode
Ceramah berpariasi, diskusi

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
h. Tanya jawab dan penjelasan tentang bangsa-bangsa yang pernah menjajah Indonesia dan sifat-sifat perjuangan bangsa sebelum dan sesudah tahun 1908
i. Kajian pustaka dengan menelaah teks proklamasi
j. Membagi siswa menjadi 4 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 orang
k. Masing-masing kelompok membahas mendiskusikan makna proklamasi dan hubungan antara proklamasi dengan UUD 1945
l. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan ditanggapi oleh kelompok lain
m. Guru melakukan pelurusan dan pembenaran materi

10 menit

60 menit

3.
Penutup
a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil
diskusi
b. Post test sebagai unpan balik
c. Reflexi dan Tindak lanjut dengan pemberian tugas untuk
mempersiapkan materi berikutnya

10 menit
E. Sumber belajar
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII
 Buku-buku Tkas Resmi tentang Proklamasi
 Artikel-artikel, Teks Proklamasi
 Naskah Pidato sidang PPKI
 Nara Sumber ( Saksi Sejarah yang masih hidup )
 UUD 1945

F. Penilaian
Soal-soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat !
9. Jelaskan makna proklamasi bagi bangsa Indonesia
10. Jelaskan hubungan antara proklamasi dengan pembukaan UUD 1945

Mengetahui ……………., Juli 2008 Jakarta, …………………………….
Kepala SMP Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran PKn

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I
Standar kompetensi : 2. Mendeskripsikan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama
Kompetensi Dasar : 2.4. Menunjukkan si kap positif terha dap makna prok lamasi
kemerde kaan dan suasa na kebatinan konstitusi pertama

Indikator : menunjukkan sikap positif terhadap makna proklamasi
kemerdekaan dan suasana sidang UUD pertama

Alokasi waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:
1. Menunjukkan sikap positif terhadap perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan
2. Menunujkan sikap positif terhadap pentingnya kemerdekaan
3. Menunujkan sikap positif terhadap pewarisan nilai-nilai 45 (semangat perjuanganya)
4. menunujkan sikap positif dalam mengisi kemerdekaan

B. Materi Pembelajaran
1. Sikap positif terhadap perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan
2. Sikap positif terhadap pentingnya kemerdekaan
3. Sikap positif terhadap pewarisan nilai-nilai 45 (semangat perjuanganya)
4. Sikap positif dalam mengisi kemerdekaan

C. Metode
Ceramah bervariasi , penugasan

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang telah diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. guru menjelaskan kembali secara singkat tentang perjuangan yang dilakukan para pahlawan untuk mencaai kemerdekaan.
b. Guru memberikan tugas individual kepada siswa untuk membuat karangan dengan tema makna proklamasi bagi kehidupan masyarakat.
c. Beberapa siswa diberi kesempatan untuk membacakan karangannya, siswa lain menanggapi
d. Guru memberikan pelurusan.
e. guru meminta beberapa siswa untuk memberikan penilaian erhadap kemerdekaan yang dirasakannya

Penutup :
1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang elah dilakukan

10 menit

60 menit

10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai
Kegiatan Inti
a . Guru menjelaskan kembalsecara singkat tentang nilai-nilai 45 an hubunganya dengan kehidupan masa kini
b. guru membagi kelas menjaqdi 8 kelompok
c. tiap kelompok mendiskusikan pentingnya pewarisan nilai-nilai 45 dalam mengisikemerdekaan
d. Beberapa kelompok mempresentasikan hail diskusi
e. Kelomok lain menanggapi
f. Guru memberikan pelususan

Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pemblajran
b. siswa mengisi kuisioner: Ceklist (V)

10 menit

60 menit

10 menit

E. Sumber belajar
 Buku Teks Siswa kelas VII
 UUD 1945
 Buku-buku litelatur yang berissi tentang Proklamasi
 Artiel-artikel, teks Proklamasi

F. Penilaian
Petunjuk!
Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kalian!

NO
PERNYATAAN
YA
TDK
1 Proklamasi membawa kebe basan bagi bangsa Indonesia
2 Di negara yang merdeka setiap warga negara bebas melakukan apa saja
3 Pada saat proklamasi kemerdekaan dibacakan tanggal 17-8-1945 bangsa Indonesia belum mempunyai presiden
4 UUD 1945 petama kali berlaku setelah ditetapkan oleh PPKI
5 Penetapan UUD 1945 oleh PPKI melanggar UUD 1945

Keterangan:
Ya= sependapat dengan pernyataan ( skor 1, jika pernyataan positif, dan skor 0 jika pernyataan negatif)
Tdk=tidak sependapat dengan pernyataan ( skor 0, jika pernyataan positif dan skor 1 jika pernyataan negatif)

Mengetahui : …………….., Juli 2008
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran PKn,

………………………. ………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : 3. Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM)
Kompetensi Dasar : 3.1 Menguraikan hakikat, hukum dan kelembagaan HAM

Indikator
• Menjelaskan pengertian HAM
• Menyebutkan dasar hukum penegakan HAM di Indonesia
• Menyebutkan lembaga-lembaga perlindungan HAM
• Menjelaskan latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM nasional

Alokasi waktu : 6 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Diharapkan siswa dapat :
1.Menjelaskan pengertian HAM
2. menyebutkan dasar hukum penegakan HAM di Indonesia
3. menyebutkan lembaga perlindungan hukum di Indonesia.
4. menjelaskan latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM

B. Materi Pembelajaran
1. Pengertian HAM
2. Dasar Hukum Penegakan HAM di Indonesia
3. Lembaga-lembaga Perlindungan HAM di Indonesia
4. Latar Belakang Lahirnya Perundang-undangan HAM Nasional

C. Metode
Tanya jawab, diskusi,ceramah bervariasi, dan penugasan

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai
Kegiatan Inti
n. Penjelasan konsep secara umum tentang arti/pengertian HAM yang ada dalam NKRI dikaitkan dengan HAM yang ada di sekitar siswa tinggal.
o. Kajian pustaka dengan menelaah UUD 1945 pada pasal 28A sampai 28J dan UU No. 39 Tahun 1999.
p. Membagi siswa menjadi 8 kelompok.
q. Menginstruksikan siswa untuk berdiskusi, setelah mendengar, menelaah tentang UUD 1945 pasal 28A sampai dengan 28J dan UU No. 39 Tahun 1999.
r. Guru meminta pendapat siswa tentang pengertian HAM, dan UUD 1945 pada pasal 28A, UU No. 39 Tahun 1999
s. Setelah selesai, masing-masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.

10 menit

60 menit

3. Penutup
a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi
b. Post test sebagai unpan balik
c. Tindak lanjut dnegan pemberian tugas untuk mempersiapkan diskusi minggu berikutnya dengan membuat resume tentang pengertian HAM, UUD 1945, dan UU No. 39 Tahun 1999..
10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah diajarkan dan mengkaitkannya dengan materi tentang lembaga perlindungan HAM yang ada di Indonesia.
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a Penjelasan konsep secara umum tentang lembaga perlindungan hukum di Indonesia
b. membagi siswa menjadi 8 kelompok
c. masing-masing kelompok mendiskusikan materi
d. Setiap kelompok melakukan presentasi dengan menunjuk
salah seorang sebagai juru bicara.
e. kelompok lain menanggapinya.
f. Klarifikasi dari guru tentang tata cara presentasi, dan tanggapan yang baik dalam membahas tentang lembaga perlindungan HAM di Indonesia.

Penutup
a. Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru diakhiri dengan penguatan
b. Post test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah untuk mempersiapkan materi yang akan datang dengan membaca dan menelaah kajian pustaka , buku-buku PKn.
10 menit

70 menit

10 menit

Pertemuan 3
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah diajarkan dan mengkaitkannya dengan materi yang akan diajarkan..
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a Penjelasan konsep secara umum tentang latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM nasional.
b. Guru menunjuk kelompok diskusi yang sudah dibentuk untuk mendiskusikan tentang latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM nasional.
c. Setiap kelompok melakukan presentasi dengan menunjuk salah seorang sebagai juru bicara.
d. Kelompok lain menanggapinya.

Penutup
a. Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru diakhiri dengan penguatan
b. Post test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah.
10 menit

70 menit

10 menit

E. Sumber belajar
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII
 Buku UUD 1945
 UU No. 39 Tahun 1999
F. Penilaian
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat diantara 4 (empat) alternatif kamu jawaban yang tersedia
1. Berikut ini merupakan instrumen HAM nasional, kecuali…..
e. KOMNAS HAM
f. Pengadilan HAM
g. UU No. 22 Tahun 1999
h. UU No. 39 Tahun 1999

6. Lahirnya perundang-undangan HAM nasional terutama didorong untuk keperluan………..
a. mencegah berkembangnya paham individualisme.
b. Mengembangkan dan memenuhi tuntutan masyarakat internasional
c. Mengembangkan hak-hak warga negara agar sederajat dengan bangsa-bangsa lain.
d. Melindungi warga negara dari kesewenang-wenangan yang dilakukan penguasa maupun pihak lain.

7. Dalam menjalankan fungsinya, KOMNAS HAM berperan …….
a. melakukan penelitian berbagai instrumen HAM nasional
b. menyelidiki perkara HAM melalui cara konsultasi, negosiasi, konsiliasi, dan penilaian ahli.
c. Menyebarkan wawasan mengenai HAM kepada keluarga, masyarakat saja.
d. Mengamati pelaksanaan HAM dan menyusun laporan hasil pengamatan tersebut.
8. Berikut ini merupakan dasar hukum HAM kecuali………
a. UU No. 20 Tahun 1997
b. UU No. 8 Tahun 1998
c. UU No. 32 Tahun 2004
d. UU No. 39 Tahun 1999
9. Lahirnya perundang-undangan HAM nasional terutama dilatar belakangi oleh hal-hal berikut, kecuali……..
a. komitmen untuk melaksanakan UDHR
b. desakan masyarakan untuk lebih mengembangkan kehidupan yang demokratis,
c. melaksanakan amanat Tap MPR No. XVII/MPR/1998 tentang HAM,
d. supaya hak asasi manusia perorangan tergeser oleh paham kekeluargaan.

Soal-soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat.
11. Jelaskan pengertian HAM?
12. Sebutkan 3 lembaga perlindungan HAM yang ada di Indonesia.
13. Jelaskan latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM Nasional.

Mengetahui ………….., Juli 2008
Kepala SMP Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran PKn

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : 3. Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM)
Kompetensi Dasar :3.2 Mendeskripsikan kasus pelanggar an dan upaya penegakkan HAM

Indikator
• Menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
• Mengemukakan cara-cara penanganan pelanggaran HAM

Alokasi waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:
1. menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.
2. menganalisis pelanggaran ham di lingkungan sekolah.
3. menjelaskan kasus-kasus pelanggaran HAM di masyarakat.
4. mengemukakan cara-cara penanganan pelanggaran HAM.

B. Materi Pembelajaran
Kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.
Perlindungan dan Penegakan HAM.

C. Metode
Ceramah bervariasi, penugasan, telaah buku.

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan tentang bagaimana menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Guru menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan : yakni memecahkan masalah pelanggaran HAM dilingkungan keluarga (lingkungan masing-masing)
b. Penayangan gambar kasus pelanggaran HAM oleh aparat keamanan dan konflik pemekaran Papua.
c. Siswa menjawab pertanyaan mengapa perlu memberi tanggapan terhadap pelanggaran HAM di negara kita.
d. Mengekspresikan tanggapan tanggapan dalam bentuk tulisan/gambar.
e. secara berkelompok, siswa membaca uraian kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.
f. siswa mengemukakan ntanggapan terhadap uraian dan gambar kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

10 menit

60 menit

3. Penutup

a. Siswa membuat kesimpulan tentang pelanggaran HAM yang terjadi di lingkungan keluarga, sekolahn dan masyarakat.
b. Siswa melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilaksanakan.
c. Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk membaca materi pelajaran yang akan datang. 10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan, kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan secara lisan tentang cara-cara menangani pelanggaran HAM dan mengaitkannya dengan materi yang sudah diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai
d. kelas dibagi menjadi 8 kelompok.

Kegiatan Inti

a. Penjelasan konsep secara umum tentang cara-cara penanganan pelanggaran HAM.
b. Siswa menganalia beberapa kasus pelanggaran HAM dan cara-cara menanganinya secara berkelompok.
C. Presentasi hasil analisa oleh masing-masing kelompok.
d. Kelompok lain menanggapinya
c. larifikasi dari guru tentang materi yang telah dipresentasikan oleh masing-masing kelompok

Penutup
a. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pengamatan gambar palanggaran HAM.
b. Dengan bimbingan guru, masing-masing wakil kelompok memberikan reflexsi terhadap materi yang telah ditampilkan oleh masing masing kelompok Mengadakan post tes
c. Memberi tugas rumah berupa telaah materi yang akan dipelajari pada minggu berikutnya

10 menit

60 menit

10 menit

E. Sumber Belajar
1. Buku materi PKn kelas VII
2. UUD 1945
3. UU No. 39 Tahun 1999
4. Koran Bekas atau baru yang menyajikan kasus pelanggaran HAM.
F. Penilaian
I. Tes Lisan
Daftar pertanyaan;
1. Apakah yang dimaksud pelanggaran HAM itu?
2. Berikan contoh kasus pelanggaran HAM yang terjadi di lingkungan keluarga, masysrakat,dan di sekolah!
II. Tugas
a. Buatlah kliping dari surat kabar tentang kasus-kasus pelanggaran HAM!
b. Lakukan wawancara kepada anggota kepolisian setempat tentang upaya yang dilakukannya dalam menangani kasus pelanggaran HAM yang terjadi di wilayahnya.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : 3. Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM)
Kompetensi Dasar : 3.3 Menghargai upaya perlindungan HAM

Indikator
• Menguraikan peranan lembaga perlindungan HAM
• Menyebutkan pasal-pasal dalam UUD 1945 hasil perubahan yang berkaitan dengan HAM

Alokasi waktu : 6 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan proses pembelajaran diharapkan siswa dapat :
1. Menyebutkan lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia
2. menguraikan peranan lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia
3. menyebutkan pasal-pasal dalam UUD 1945 hasil perubahan yang berkaitan dengan HAM

B. Materi Pembelajaran
1. Lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia
2. Peranan lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia
3. Pasal-pasal dalam UUD 1945 hasil perubahan yang berkaitan dengan HAM

C. Metode
Tanya jawab, diskusi,ceramah bervariasi,

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Guru mempersilakan siswa untuk menelah teks UUD 1945 dan buku referensi lain yang sesuai.
b. Guru memberikan ulasan tentang lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia disertai tanya jawab.
c. Guru membagi kelas menjadi 8 kelompok diskusi
d. Siswa melakukan diskusi berikut:
kelompok 1. membahas peranan komnas HAM.
• Kelompok 2. membahas peranan komda HAM
• Kelompok 3. membahas peranan POLRI
• Kelompok 4. membahas peranan Kejaksan
• Kelompok 5. membahas peranan Peradilan
• Kelompok 6. membahas peranan Lembaga Pemasyarakatan
• Kelompok 7. membahas peranan membahas peranan LBH
• Kelompok 8. membahas peranan LSM.
e. Kelompok 1dan 2 maju bergantian untuk mempresentasikan hasil diskusinya, yang lain menanggapi.
f. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi.
10 menit

60 menit

3. Penutup
a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi
pembelajaran. 10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah diajarkan dan mengkaitkannya dengan materi tentang lembaga perlindungan HAM yang ada di Indonesia.
c. Informasi kegiatan diskusi lanjutan

Kegiatan Inti

a. siswa kembali ke kelompoknya, melanjutkan proses diskusi.
b. setiap kelompok melakukan presentasi secara bergiliran mulai kelompok 3,4,5,6,7, dan 8.
c. Guru mengadakan pelurusan.
10 menit

70 menit

10 menit
Pertemuan 3
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah diajarkan dan mengkaitkannya dengan materi yang akan diajarkan..
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a siswa menelaah buku teks dan UUD 1945 hasil perubahan.
b. Guru memberi tugas kepada siswa untuk untuk menganalisis pasal-pasal UUD 1945 yang berkaitan dengan HAM danmengomentari bunyi pasal- pasal tersebut.
c. Secara acak, guru meminta kelompok untuk menyebutkan pasal-pasal tentang HAM dan mengomentari bunyi pasal-pasal tersebut Setiap kelompok melakukan presentasi dengan menunjuk salah seorang sebagai juru bicara.
d. Kelompok lain menanggapinya.

Penutup
a. Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru diakhiri dengan penguatan
b. Post test
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah.
10 menit

50 menit

10 menit

E. Sumber belajar
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII
 Buku UUD 1945
 UU No. 39 Tahun 1999
F. Penilaian
Soal Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat diantara 4 (empat) alternatif kamu jawaban yang tersedia
1. Yang bukan merupakan hak asasi manusia yang pokok berikut ini adalah……..
a. hak untuk berkumpul
b. hak hidup
c. hak kemerdekaan
d. hak memperoleh kebahagiaan
2. Hak berserikat dan berkumpul serta mengeluarkan pendapat tercantum dalam UUD 1945 pasal…………
a. 28E ayat 1
b. 28E ayat2
c. 28 ayat 3
d. 28D ayat 4
3. Pasal 28A UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap orang berhah untuk hidup, sertaberhah mempertahankan hidup dan ……….
a. kemerdekaan
b. kehidupan
c. ketentraman
d. keinginan.
4. Setiap orang berhak atas status kewarga negaraan. Hal ini ditegaskan dalam UUD 1945 .pasal……
a. 28D ayat 1
b. 28D ayat 4
c. 28G ayat 1
d. 28G ayat 2.
5. Berdasarkan pasal 28J, setiap orang……
a. berhak menghormati orang lain
b. membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan
c. wajib menghormati hak asasi orang lain.
d. bebas memiliki hak yang seluas-luasnya.
6. lembaga resmi yang bertujuan meningkatkan perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia adalah…..
a. Pengadilan
b. DPR
c. POLRI
d. Komnas HAM.
7. Tugas dan wewenang Komnas HAM adalah………
a. mengamati pelaksanaan HAM
b. mewujudkan lembaga yang mandiri dan profesional
c. membantu menyelesaikan pelanggaran HAM di masyarakat.
d. mengadakan pengkajian, penelitian, dan penyuluhan tentang HAM
8. Komnas HAM berjkedudukan di ……….
a. Jakarta
b. Kabupaten
c. Provinsi
d. Kecamatan
9. Berikut ini termasuk lembaga perlindungan dan penegakan HAM selain KOMNAS HAM, kecuali…….
a. Kejaksaan RI
b. POLRI
c. Pengadilan HAM
d. Perusahaan Nasional.
10. Ketua komnas Perlindungan anak sekarang ini dijabat oleh…….
a. Seto Mulyadi
b. Mutia Hatta
c. Yusril Ihza Mahendra
d. Hamid Awaludin

SOAL URAIAN
Uraikan secara ringkas dan jelas lembaga-lembaga perlindungan HAM berikut ini
1. Komnas HAM
2. Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
3. Pengadilan HAM
4. Komisi untuk orang hilang dan Tindak Kekerasan.
……………, Juli 2008
Mengetahui Guru Mata Pelajaran PKn

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : 3. Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan
penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM)
Kompetensi Dasar :3.4 Menghargai upa ya penegakkan HAM

Indikator
• Menunjukkan sikap positif terhadap upaya penegakkan HAM di wilayahnya
• Menampilkan sikap positif terhadap upaya penegakkan dan perlindungan HAM di wilayahnya

Alokasi waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:
1. menyebutkan minimal 5 kasus pelanggaran HAM di Indonesia
2. menyebutkan jenisjenis kasus pelanggaran HAM di masyarakat
3. menunjukan bentuk-bentuk partisipasi msyarakat dalam ikut penegakan HAM
4. menyebutkan upaya-upaya penegakan dan perlindungan HAM oleh lembaga perlindungan HAM
5. Menampilkan sikap positif terhadap upaya penegakan dan perlindungan HAM di wilayahnya

B. Materi Pembelajaran
1. Kasus pelanggaran HAM di Indonesia
2. Jenis-jenis kasus pelanggaran HAM di masyarakat
3. Bentuk-bentuk partisipasi msyarakat dalam ikut penegakan HAM
4. Upaya-upaya penegakan dan perlindungan HAM oleh lembaga perlindungan HAM
5. Sikap positif terhadap upaya penegakan dan perlindungan HAM di wilayahnya

C. Metode
Ceramah bervariasi, diskusi dan simulasi

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi

c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Guru menjelaskan tentang kasus-kasus pelanggaran HAM
b. Guru membagi kelas menjadi 8 kelompok dengan tugas menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi serta bentuk partiipasi masyarakat dalam ikut pelaksanaan perlindungan dan penegakkan HAM
c. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan didtanggapai oleh kelompok lain
d. Guru mengadakan pelurusan trhadap jalanya diskusi dan isi materi diskusi

10 menit

60 menit

3. Penutup

a. Guru bersama siswa membuat kesimpulan bersama tentang materi
b. Post tes
c. Reflexsi 10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket
1.

2.

3.
Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan dipelajari
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Guru menjelaskan tentang kegiatan belajar yang akan dilakukan dengan materi pelanggaran HAM beserta upaya penegakan HAM
b. Kelas dibagi menjadi 2 kelompok
o Kelompok pertama mensimulasikan pelanggaran HAM tentang kekerasan dalam keluarga serta upaya untuk menghentikan pelanggaran tersebut
o Kelompok kedua mensimulasikan pelanggaran Ham tentang orang tua yang melarang anaknya untuk bersekolah, serta upaya untuk menghentikan pelanggaran tersebut
c. Siswa diminta menanggapi tentang jalanya simulasi tersebut
d. Guru melakukan pelurusan tentang jalannya simulasi tersebut
e. Guru meminta hasil laporan simulasi tersebut dari masing-masing siswa

Penutup
a. Siswa bersama guru menyimpulkan
b. Reflexsi
c. Memberi tugas rumah berupa telaah materi yang akan dipelajari pada minggu berikutnya
10 menit

60 menit

10 menit

E. Sumber Belajar
1. Buku materi PKn kelas VII
2. UUD 1945
3. UU No. 39 Tahun 1999
4. Koran Bekas atau baru yang menyajikan kasus pelanggaran HAM.

F. Penilaian
No Pernyataan SS S N TS STS
1 Orang tua yang melanggar HAM harus diadili sesuai kesalahanya
2 Upaya penegakkan HAM harus dimulai dari keluarga
3 Guru adalah salah satu aparat penegak HAM di sekolah
4 Kewajiban menegakkan HAM terletak pada aparatur kepolisian dan LSM pemerhati HAM
5 Guru memukul siswa karena tidak mengerjakan PR, merupakan bentuk upaya penegakkan HAM di sekolah

Keterangan
SS = skor 5 bila pernyataan bersifat positif, 1 bila bersifat negatif
S = skor 4 bila pernyataan bersifat positif, 2 bila bersifat negatif
N = skor 3
TS = skor 2 bila pernyataan bersifat positif, 4 bila bersifat negatif
STS = skor 1 bila pernyataan bersifat positif, 5 bila bersifat negatif
Nilai = Jumlah Skor yang diperoleh X 100
Skor maximal

3. Lembar penilaian Simulasi

No Nama Siswa Kesesuaian dengan tema Penjiwaan pemeran Tanggapan kelompok lain
1
2

Keterangan
Kesesuaian dengan tema Nilai maximal = 40
Penjiwaan Nilai maximal = 30
Tanggapan kelompok = 30

Mengetahui ………….., Juli 2008
Kepala sekolah Guru Mata PelajaranPKN

…………………… ………………………..

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah :
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : Menampilkan perilaku kemerdekaan mengemukakan pendapat
Kompetensi Dasar : 4.2 Menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemu kakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab

Indikator
1. Menjelaskan dasar hukum kemerdekaan mengemukakan pendapat
2. Menjelaskan hake kat kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertang gung jawab
3. Menjelaskan tata cara mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab

Alokasi waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Diharapkan siswa dapat :
Pertemuan 1.
1. Menyebutkan pasal dalam UUD 1945 yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat
2. Menjelaskan isi pasal dalam UUD 1945 yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat
3. Menyebutkan Undang-Undang yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum.
4. menjelaskan pentingnya mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.
5. menyebutkan 3 (tiga) asas kemerdekaan mengemukakan pendapat.
6. menyebutkan tujuan pengaturan kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum.
7. menuliskan hak dan kewajiban warga negara dalam mengemukakan pendapat

Pertemuan 2.
1. menyebutkan bentuk-bentuk mengemukakan pendapat di muka umum.
2. menyebutkan tata-cara menyampaikan pendapat di muka umum

B. Materi Pembelajaran
1. Landasan hukum kemerdekaan mengemukakan pendapat.
2. Pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.
3. Asas-asas kemerdekaan mengemukakan pendapat
4. Tujuan pengaturan mengemukakan pendapat dimuka umum.
5. Hak dan kewajiban warga negara dalam mengemukakan pendapat di muka umum.
6. Bentuk-bentuk menyampaikan pendapat di muka umum.
7. Tata cara mengemukakan pendapay di muka umum.
C. Metode
Ceramah bervariasi, tanya jawab, simulasi.

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar
Pertemuan 1
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a. Penjelasan konsep tentang landasan hukum, asas-asas, dan tujuan menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.
b. Membagi siswa menjadi 8 kelompok untuk mempraktikkan diskusi dengan tema “Larangan merokok dikalangan pelajar SMP”. Siswa diminta melaporkan kesan dan pesan pelaksanaan diskusi tersebut.
c. Guru bersama siswa menganalisa pelaksanaan diskusi tersebut untuk menyimpulkan pentingnya mengemukakan pendapat di muka secara bebas dan bertanggung jawab, dan hak dan kewajiban warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum..

10 menit

60 menit

3. Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk pemahaman siswa

10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah diajarkan
c. Mengingatkan materi pada pertemuan yang lalu.
d. Informasi kompetensi yang akan dicapai

Kegiatan Inti
a Membagi kelas menjadi 8 kelompok.
b. Masing-masing kelompok menelaah dan mendiskusikan materi Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 untuk menemukan bentuk-bentuk dan tata cara penyampaian pendapat di muka umum, dan memberikan tanggapannya.
c. Selesai diskusi, guru menunjuk salah seorang siswa untuk menjelaskan bentuk-bentuk dan tata cara penyampaian pendapat di muka umum.

Penutup
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk pemahaman siswa.Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru diakhiri dengan penguatan
b. Post test

10 menit

70 menit

10 menit

E. Sumber belajar
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII
 UUD 1945
 UU N0. 9 Tahun 1998Artikel-artikel,

F. Penilaian
a. Format Penilaian Diskusi
No Nama
Siswa Berpendapat Bertanya Menanggapi Memberikesempatan
bertanya Kerjasama Jmlh
skor
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

b. Pilihan Ganda.
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat diantara 4 (empat) alternatif kamu jawaban yang tersedia
1. Undang-Undang Dasar 1945 memberikan jaminan terhadap kemerdekaan menemukakan pendapat. Jaminan tersebut tertuang dalam……
a. pasal 27
b. pasal 28
c. pasal 29
d. pasal 30
2. Kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum diatur dalam…..
a. UU No. 9 Tahun 1998
b. UU No. 39 Tahun 1999
c. UU No. 5 Tahun 1998
d. UU No. 25 Tahun 1999
3. Berikut adalah tujuan pengaturan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum menerut UU No. 9 tahun 1998, kecuali….
a. mewujudkan kebebasan yang bertanggung jawab
b. memberikan perlindungan hukum yang konsisten
c. menghormati setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara bebas
d. mewujudkan iklim yang kondusif bagi berkembangnya partisipasi dan kreativitas setiap warga negara.
4. Hak-hak warga negara dalam mengeluarkan pendapat antara lain….
 Memperoleh perlindungan hukum
 Memperoleh pengawalan ketat
 Memperoleh akomodasi
 Memperoleh pemenuhan kebutuhan hidup
5. Kewajiban dan tanggung jawab warga negara dalam menyampaikan pendapat menurut UU No. 9 Tahun 1998 adalah …. kecuali:
o menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain
o menaati hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
o menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum
o menghargai asas legalitas
C. Isian Singkat
Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban singkat dan tepat.
1. Kebebasan mengeluarkan pendapat di Indonesia dibatasi oleh Undang-undang. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara …………………
2. Jaminan kemerdekaan mengemukakan pendapat dalam UUD 1945 hasil amandemen diatur dalam pasal…………………….dan………………………..
3. Penyampaian pendapat dimuka umum wajib diberitahukan secara tertulis kepada Polri selambat-lambatnya……………………………….
4. Kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum harus berdasarkan keseimbangan antara ……………………..
5. Kegiatan dialog, demonstrasi, pawai, rapat umum adalah merupakan kegiatan dalam rangka………………………
D. Uraian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!
1. Jelaskan pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebasdan bertanggung jawab
2. Jelaskan isi pasal 28 UUD 1945 dan pasal 28 E ayat (3) UUD 1945.
4. Sebutkan asas-asas yang harus dipegang dalam mengemukakan pendapat dimuka umum, minimal 3!
Kepala SMP Guru Mata Pelajaran PKn

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/semester : VII / I

Standar kompetensi : 4. Menampilkan Perilaku Kemerdekaan Mengemukakan pendapat Secara Bebas dan Bertanggung Jawab.
Kompetensi Dasar :4.3 Mengaktualisasikan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.

Indikator
Menunjukkan sikap positip terhadap penggunaan hak mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.

Alokasi waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:
1. menunjukkan sikap positip dengan cara memberikan komentar atas pengalaman melihat kelompok yang melakukan demonstrasi, baik yang langsung maupun melalui media elektronik dan cetak.
2. Menganalisa hal-hal yang terjadi dalam kegiatan unjuk rasa yang dilihatnya.
3. Mensimulasikan kegiatan demonstrasi.

B. Materi Pembelajaran
1. Kemerdekaan mengemukakan pendapat.
siswa dengan personil sekolah, antar sesama siswa

C. Metode
Bermain peran, Curah gagasan/pengalaman, Penugasan

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar

Pertemuan 1 Tujuan 1, 2 dan3
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai.

Kegiatan Inti
a. Membagi siswa menjadi 8 kelompok
b. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk
Mengemukakan pengalaman melihat kelompok yang
melakukan demonstrasi, baik yang dilihat langsung,
maupun melalui media cetak dan elektronik, dan menilai
kejadian yang dilihatnya.
c. Perwakilan kelompok secara acak mempresentasikan hasil diskusi dan ditanggapi kelompok lain.
d. Tanya jawab dan pelurusan hasil diskusi.
10 menit

60 menit

3. Penutup
a. Meminta salah seorang siswa merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan.
b. Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk pemahaman siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat surat pemberitahuan unjuk rasa kepada Polisi.
10 menit

Pertemuan 2
No Kegiatan Belajar Waktu Ket

1.

2.

3.

Pendahuluan
a. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,
kelas dll)
b. Memotivasi
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan tentang materi yang sudah diajarkan
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai.
d. Kelas dibagi menjadi 8 kelompok.
Kegiatan Inti
a Masing-masing kelompok berbaris dengan membawa spanduk, bernyanyi, dan meneriakkan yel-yel.
b. Setiap kelompok melingkar, berorasi, dan meneriakkan yel-yel.
Penutup
a. Salah seorang diminta untuk melakukan refleksi atas pengalaman belajae yang telah diikuti.
b. Guru bersaa siswa menyimpulkan materi untuk memantapkan pemahaman siswa.
Mengadakan post test
c. Penilaian dengan Quis

10 menit

40 menit

30 menit
E. Sarana dan Sumber belajar
o Gambar unjuk rasa
o UUD 1945
o UU No. 9 Tahun 1998
o Buku materi PKn Penerbit Ganeca Exact, Bandung 2005

F. Penilaian
Quesioner, bentuk : Skala sikap
Petunjuk: Berilah tanda cek(V) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kalian.
No PERNYATAAN SS S N TS STS
1 Bagi kelompok yang akan berdemo diharuskan meminta ijin terlebih dahulu.
2. Dalam berdemo harus jelas siapa yang menjadi pimpinan, berapa jumlah peserta, dan apa yang akan disampaikan.
3. Hari minggu tidak boleh melakukan demo.
4. Membakar foto presiden dan lambang negara dalam berdemo merupakan tindakan pidana.
5. Berdemo yang disertai pengrusakan fasilitas umum merupakan tindakan anarkis.

Anakku belajar menjadi penyiar berita Januari 21, 2009

Posted by cafestudi061 in Belajar.
add a comment

Studio :
Selamat siang pemirsa. Berjumpa lagi bersama saya di Liputan 6 Siang , Hari ini saya membawa berita mengenai kelanjutan serangan Israel .
Sebuah gudang di kompleks bangunan PBB hancur pada hari kamis, 15 January 2009, akibat serangan Israel yang tampaknya bom fosfor putih ,
Menurut Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, John Holmes, kepada wartawan saat jumpa pers di New York, gudang utama PBB itu rusak parah oleh apa yang tampaknya bom fosfor putih , Orang-orang yang berada di lapangan tidak ragu-ragu lagi mengenai bom itu.
Kompleks bangunan tersebut milik Badan Bantuan PBB untuk pengungsi Palestina [UNRWA] . kelompok Hak Azazi Manusia, Human Right Watch, sebelumnya juga menuduh Israel melancarkan serangan dengan bom fosfor putih , bom ini berfungsi untuk membunuh, dan juga sebagai bahan pembakar bangunan ,
Sedangkan pihak Israel sendiri menolak berkomentar mengenai penggunaan amunisi tersebut, namun mereka mengatakan, bahwa militer Negara itu menggunakan senjata yang tidak melanggar hukum internasional .
Pemirsa, kecaman-kecaman terhadap militer Israel juga datang dari dalam negeri. Ofensif Israel terhadap Hamas di jalur Gaza telah menimbulkan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap warga sipil di wilayah Palestina itu. Mereka menuduh pasukan Negara Yahudi tersebut menggunakan senjata-senjata mematikan yang menewaskan warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik tersebut.
Kami informasikan juga, penduduk sipil di Gaza mengalami penderitaan kemanusiaan yang luar biasa. Tingkat pencederaan terhadap penduduk sipil itu belum pernah terjadi sebelumnya.
Keterangan lebih lengkap mengenai berita ini akan di sampaikan oleh rekan saya, Meitia Audhela yang akan melaporkan langsung dari tempat kejadian ,
Silahkan Meta ,

lokasi :
Terima kasih Claudia .

Selamat pagi, pemirsa. Saya Meta Audhella melaporkan berita langsung dari Jalur Gaza.
Pemirsa, sejak Israel meluncurkan perang gencar di Gaza, lebih dari 1000 orang tewas dalam serangan-serangan udara yang tidak terhitung dan pertempuran hebat 10 hari. Jumlah itu mencakup 315 anak dan 100 wanita. Sebanyak 4.700 orang juga cedera dalam ofensif terbesar yang pernah dilakukan Israel ke wilayah pesisir Palestina itu. Para penandatangan surat kecaman itu mencakup Komite Umum anti-Penyiksaan si Israel, Dokter untuk Hak Azazi Manusia—Israel, Yesh Din dan amnesti Internasional cabang Israel.

Lica : Meta, bukankah Israel dan Palestina telah melakukan genjatan senjata ?
Meta : Ya, Lica
Lica : Apa yang terjadi setelah genjatan senjata itu ?
Meta : kekerasan di sekitar Gaza meletus lagi setelah genjatan senjata 6 bulan berakhir, pada 19 Desember. Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina terhadap Israel dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding dengan yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.
Setelah pemboman udara beberapa hari, pasukan dan tank-tank Israel melakukan ofensif darat dengan bergerak ke pusat-pusat penduduk utama, termasuk Kota Gaza. Kelompok Hamas menguasai jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina, Mahmud Abbas, dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari. Sejak itu wilayah pesisir miskin yang berpenduduk 1,5 juta orang itu diblokade oleh Israel .
Demikian informasi yang kami peroleh dari tempat kejadian. Kembali bersama rekan saya, Claudia Natalica di studio Liputan 6 .

Lica : Terima kasih Meta. Selamat melanjutkan tugas anda.
Pemirsa, demikianlah berita mengenai perang Israel-Palestina. Semoga informasi yang kami berikan dapat berguna untuk anda. Saya, Claudia Natalica dan segenap kru yag bertugas mohon undur diri dari hadapan anda.
Selamat melanjutkan aktifitas anda, selalu waspada dan sampai jumpa.

4 Strategi Singkat Membuat Produk Informasi yang Menjual Januari 20, 2009

Posted by cafestudi061 in Artikel.
add a comment

By Joko Susilo |
Setiap orang saya percaya bisa menulis. Menulis dengan sangat baik bahkan. Tapi kalau menulis yang menjual dan terus dicari orang, mungkin tak banyak yang bisa melakukannya.
Kini strateginya akan saya bagikan untuk anda semua. Anda penasaran? Ya, sebaiknya iya. Tapi pesan saya, setelah anda pelajari, tolong langsung ACTION. Agar ilmu yang anda serap bisa bermanfaat.
Ok. Langsung saja. Bagaimana membuat produk informasi yang menjual? Dan apa rahasianya?
Rahasianya adalah memiliki kemampuan menulis sama baiknya dengan keahlian marketing. Bukan zamannya lagi kalau seorang penulis hanya mampu menulis saja. Tapi juga dituntut untuk dapat memasarkan hasil karyanya, tanpa selalu hanya tergantung bagian pemasaran.
Banyak kasus membuktikan justru pemasaran yang baik mampu mendongkrak produk yang biasa saja. Sebaliknya, produk yang bagus tapi tanpa ditunjang pemasaran yang hebat, penjualannya menjadi tak terdongkrak. Idealnya memang kedua hal tadi sama baiknya agar bisa saling mengisi. Dan yang lebih penting lagi, tak membuat pembeli kecewa.
Nah, kini yang kita bahas adalah strategi singkat membuat produk informasi yang menjual. Sejak awal kegiatan marketing justru diawali oleh si penulis sendiri. Berikut ini tipsnya:
1. Topiknya menjual. Artinya topiknya memang dibutuhkan orang banyak. Tidak cuma beberapa orang saja yang membutuhkannya. Sebaiknya juga topiknya membahas aspek primer dari hidup manusia dan yang terus dibutuhkan sepanjang hidup manusia. Misalnya tentang keuangan, kesejahteraan, cara mencari uang, cara mencari kerja, dst. So, selalu tanyakan setiap anda berniat membuat produk informasi, apakah topik ini dibutuhkan banyak orang dan sepanjang zaman?
2. Pelajari yang anda suka dan tuliskan pengalaman anda itu. Setelah anda tetapkan topiknya, terus coba cari apa kira-kira yang menarik minat anda. Lalu anda hanya perlu belajar tentang hal yang anda sukai itu. Cukup luangkan waktu 2-3 jam sehari untuk mempelajari bidang yang menarik minat anda itu. Sambil belajar anda praktekkan ilmu yang anda miliki. Dan setelahnya anda bisa tuliskan ilmu yang telah anda pelajari dan praktekkan itu.
3. Kuasai copywriting. Sebagai penulis produk informasi, anda harus kuasai copywriting. Baik untuk menulis sales letter maupun dalam berpromosi. anda bisa meningkatkan kemampaun anda dengan membaca buku tentang copywriting. Tapi cara yang terbaik menurut saya adalah dengan belajar dari membaca sales letter. Coba anda kunjungi http://www.FormulaBisnis.com dan baca baik-baik sales letternya. Hal yang sama bisa anda lakukan setiap masuk ke website penjualan. Baca baik-baik dan terapkan dalam sales letter anda.
4. Bangun personal brand anda. Memiliki brand yang kokoh perlu anda bangun sejak awal. Agar ketika anda telah meluncurkan produk informasi anda, anda telah dikenal sebagai seseorang yang kredibel. Membentuk personal brand bisa menggunakan blog. Tentang personal branding ini juga sudah pernah dibahas oleh Mas Arief dan Mas Zams.
Keempat strategi ini bisa dikuasai seiring proses yang anda tempuh. Dan yakinlah, menulis dan menjual itu bukan hal sulit. Kalau keyakinan ini sejak awal tertanam dalam diri anda, anda akan melakukannya dengan enjoy.
Bagaimana? Anda sudah siap membuat produk informasi yang menjual?

Kamus sebagai Sumber Rujukan Januari 19, 2009

Posted by cafestudi061 in Bahasa Indonesia.
add a comment

Oleh Kasno
Pusat Bahasa

I. Pendahuluan
Prinsip pengajaran bahasa adalah agar para siswa terampil berbahasa, yaitu terampil berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Oleh karena itu, tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa keterampilan berbahasa membutuhkan penguasaan kosakata yang memadai. Penguasaan kosakata yang memadai itu akan dapat menentukan kualitas orang seorang dalam berbahasa. Untuk mencapai tujuan itu, salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan itu diharapkan siswa dapat menggunakan kamus sebagai sumber rujukan dengan bimbingan pengajar. Dengan demikian, pengajar dapat mengarahkan para siswa untuk melihat persamaan dan perbedaan kata yang belum pernah siswa pahami atau belum pernah dilihat sebelumnya. Sebagai contoh kata petatar dan penatar mempunyai hubungan yang erat dan kedua kata itu nomina, tetapi yang perlu kita cermati adalah kedua kata itu mempunyai makna yang berbeda. Petatar berarti orang yang bertatar; peserta penataran, sedangkan penatar adalah orang yang menatar atau orang yang membimbing (mengajar) dalam penataran. Sehubungan dengan itu, untuk membedakan makna kata petatar dan penatar dapat kita lihat contoh berikut.
(1) Para petatar diharapkan menjadi penatar di daerah masing-masing.
(2) Para penatar memberi pelajaran menurut keahlian masing-masing.
Kedua contoh kalimat di atas telah memperlihatkan perbedaan makna antara petatar dan penatar. Kehadiran kata-kata seperti itu jika tidak kita cermati akan menyulitkan para siswa untuk menerapkan kata itu dalam pembuatan kalimat. Berkaitan dengan hal itu, penulis menawarkan suatu ancangan alternatif pengajaran kosakata adalah “Kamus sebagai sumber Rujukan dalam Pengajaran Kosakata”. Ancangan itu kita tawarkan karena berdasarkan pengalaman, penulis telah mendapat masukan dari kesulitan para siswa ketika menulis kata-kata yang belum mereka pahami. Untuk memecahkan masalah seperti itu, salah satu jalan terbaik adalah menggunakan kamus sebagai bahan rujukan. Jika kata-kata yang dimaksud tidak dapat ditemukan alternatif lain menganjurkan para siswa untuk melihat kata-kata itu dalam kamus istilah yang bersangkutan. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan pengajar selain menggunakan kamus juga harus menggunakan atau menyediakan kamus istilah. Kamus istilah ini bermanfaat apabila kosakata yang kita inginkan tidak dapat kita temukan dalam kamus umum.

Makalah ini disajikan dalam KIPBIPA IV, Denpasar, Bali, Tanggal 1–3 Oktober 2001.

Paparan di atas menunjukkan bahwa dengan adanya penguasaan kosakata yang memadai akan dapat meningkatkan kualitas orang seorang dalam menyikapi bahasa. Hal itu selaras dengan pandangan Dale dalam Tarigan (1985:3) yang memberikan pandangan tentang pentingnya memahami kosa kata sebagai berikut.
(1) Kuantitas dan kualitas penguasaan kosakata seseorang merupakan indeks pribadi yang terbaik bagi perkembangan mentalnya,
(2) Perkembangan kosakata merupakan perkembangan konseptual,
(3) Semua pendidikan pada prinsipnya merupakan pengembangan kosakata,
(4) Program yang sistematis bagi pengembangan kosakata akan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kemampuan, dan status sosial.
(5) Faktor geografis mempengaruhi perkembangan kosakata, dan
(6) Penelaahan kosakata yang efektif hendaknya beranjak dari kata-kata yang sudah diketahui menuju kata-kata yang belum atau tidak diketahui.

II. Bahasa Baku
Berbicara tentang orang yang berpendidikan tidak lepas dari bahasa dunia pendidikan yang tentu menyangkut masalah ragam bahasa. Ragam bahasa yang dimaksud adalah ragam bahasa baku atau bahasa standar. Oleh karena itu, ada dua ciri yang melatari berbahasa baku. Pertama, ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis, berupa kaidah dan aturan yang tetap. Selain itu, baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat. Oleh karena itu, bentuk peran dan perumus dengan taat asas dapat menghasilkan perajin dan perusak, bukan pengrajin dan pengrusak. Dengan kata lain, kebakuan itu cukup luwes memungkinkan perubahan yang bersistem dan teratur di bidang kosakata dan peristilahan. Ciri kedua, yang menandai bahasa baku ialah sifat kecendekiaan. Perwujudan dari kecendekiaan itu ialah dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang dapat mengungkapkan penalaran dan pemikiran yang teratur, logis, dan masuk akal. Oleh karena itu, sangat tepat jika proses pembakuan bahasa yang dimaksud adalah proses penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa atau penyeragaman variasi bahasa.
Paparan di atas menunjukkan bahwa pembakuan kosakata sangat penting untuk direalisasikan. Hal itu perlu dilakukan karena dengan adanya pembakuan kosakata itu dapat memberikan pandangan berikut.
(1) fungsi pemersatu,
(2) fungsi pemberi kekhasan,
(3) fungsi pembawa wibawa, dan
(4) fungsi sebagai kerangka acuan.
Bahasa baku berfungsi pemersatu yang dimaksud adalah bahwa bahasa baku mempersatukan makna menjadi satu masyarakat bahasa dan dapat meningkatkan proses identifikasi penutur orang seorang. Fungsi yang dimaksud sebagai berikut.
(1) Fungsi pemberi kekhasan yang dimaksud adalah membedakan bahasa itu dari bahasa yang lain. Misalnya bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Malaysia atau bahasa Melayu Singapura dan Brunei Darussalam. Dengan kata lain, bahasa Indonesia dianggap sudah jauh berbeda dari bahasa Melayu Riau, Johor yang menjadi induknya.

(2) Pemilihan bahasa baku membawa satu wibawa atau prestasi seseorang. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha orang seorang untuk mencapai kesederajatan dengan peradaban lain.

(3) Bahasa baku berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakaian bahasa. Untuk menerapkan pemakaiannya itu, dan kaidah menjadi dasar benar tidaknya pemakaian bahasa itu. Oleh karena itu, kumpulan unsur bahasa yang disebut kosakata perlu adanya pembakuan, misalnya cewek, nggak, dan entar. Kata-kata itu sudah menjadi bagian kosakata Indonesia, tetapi tidak termasuk ke dalam kelompok yang baku. (Tata bahasa Baku, 1993:13–21)

Butir ketiga pada paparan di atas itu menjadi dasar pemikiran penulis untuk merealisasikan satu alternatif pengajaran kosakata. Dengan demikian, pembakuan kosakata sangatlah penting. Dengan adanya pembakuan kosakata, sekurang-kurangnya tidak akan menyesatkan peserta ajar ketika menemukan kosakata yang memang belum dimengerti. Pengajar dalam hal ini dituntut untuk memahami dan menguasai kosakata baku dan tidak baku. Berkenaan dengan itu, kamus dan kamus istilah sangat penting untuk mendukung pengajaran kosakata.

III. Kosakata
Seperti telah dikemukakan di awal pembicaraan ini bahwa tujuan pengajaran bahasa adalah agar para siswa terampil berbahasa, menyimak, berbicara, dan menulis. Untuk itu, para siswa yang ingin mempelajari kosakata secara umum kita perkenalkan kosakata dasar. Kosakata dasar adalah kata-kata yang tidak mudah berubah atau sedikit sekali kemungkinannya dipungut dari bahasa lain. Adapun yang termasuk kategori kosakata dasar seperti berikut ini:
a) istilah kekerabatan misalnya ayah, ibu, anak, adik, kakak, nenek, kakek, paman, bibi, menantu, dan mertua;
b) nama-nama bagian tubuh, misalnya kepala, rambut, mata, telinga
c) kata ganti (diri, penunjuk), misalnya saya, kamu, dia, kami, kita, mereka, ini, itu, sini, situ, dan sana;
d) kata bilangan pokok, misalnya satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, duapuluh, sebelas, dua belas, seratus, dua ratus, seribu, dua ribu, sejuta, dan dua juta;
e) kata kerja pokok misalnya makan, minum, tidur, bangun, berbicara, melihat, mendengar, menggigit, berjalan, bekerja, mengambil, dan menangkap.
f) kata keadaan pokok, misalnya suka, duka, senang, susah, lapar, kenyang, haus, sakit, sehat, bersih, kotor jauh, dekat, cepat, lambat, besar, kecil, banyak, sedikit, terang, gelap, siang, malam, rajin, malas, kaya, miskin, tua, muda, hidup, dan mati;
g) benda-benda universal, misalnya tanah, air, api, udara, langit, bulan, bintang, matahari, dan tumbuh-tumbuhan (Tarigan, 1985:3–4).

Sesuai dengan unsur kategori kosakata dasar, lalu bagaimana caranya agar siswa dapat mempelajari kata-kata yang dimaksud? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita kembali ke masalah awal yaitu pengajar hendaknya menganjurkan para siswa untuk menggunakan kamus, dalam hal ini Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai rujukan untuk membuktikan bahwa kosakata dasar itu dapat siswa temukan di dalam entri kamus, misalnya kata ibu, untuk memahami apa sebenarnya makna kata ibu, siswa kita ajak untuk mencoba membuka kamus yang sudah dibawa masing-masing. Selain siswa kita ajak untuk melihat kata ibu yang ada di dalam entri kamus. Sebelumnya siswa beranggapan bahwa kata ibu hanya mempunyai pengertian orang yang melahirkan kita. Akan tetapi, setelah kita buktikan sesuai dengan apa yang ada di dalam entri ibu, ternyata mempunyai kata ibu bermakna 1) wanita yang telah melahirkan seseorang, 2) sebutan untuk orang yang sudah bersuami, 3) panggilan yang takzim kepada wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum, 4) bagian yang pokok (besar, asal, dsb.), dan 5) yang utama di antara beberapa hal lain.
Contoh:
a) Anak harus menyayangi ibu.
b) Ibu jari anak itu tertusuk jarum.
c) Ibu kota negara Republik Indonesia adalah Jakarta.

Dari ketiga contoh kalimat di atas, kata dasar ibu setelah kita buktikan dalam kamus ternyata tidak hanya memiliki satu makna. Bahkan lebih dari itu kata ibu dapat berkembang menjadi ibu angkat, ibu ayam (induk ayam), ibu bapak, ibu jari, ibu kaki (jempol, empu kaki), ibu kandung, ibu kota, ibu kota kabupaten, ibu kotamadya, ibu kosa propinsi, ibu kota negara, ibu negeri, ibu pertiwi, ibu pungut, ibu rumah tangga, ibu sungai. Bahkan kota ibu berkembang menjadi beribu dan keibuan. Dengan demikian, siswa dapat memahami bahwa kata dasar kadang-kadang mempunyai lebih dari satu makna. Dengan latihan membuat kalimat melalui kata dasar ibu misalnya, siswa dapat memahami kata ibu ternyata setelah dikembangkan ternyata mempunyai makna lebih dari satu makna.

IV. Penggunaan Kamus
Sebelum penulis memaparkan masalah penggunaan kamus, lebih tepat jika memberikan batasan tentang kamus. Kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang makna, pemakaian atau terjemahannya (KBBI, 2001:499).
Selain itu kamus tidak hanya sekadar pencatatan atau perekam makna kata, tetapi mempunyai makna lebih dari itu. Dalam beberapa hal kamus merupakan tempat penyimpanan pengalaman manusia yang telah diberi nama. Kamus merupakan sarana penting bagi pengajaran kosakata. Dengan kata lain “Kamus sebagai Sumber Rujukan dalam Pengajaran Kosakata”.

Kamus memberikan informasi mengenai makna kata, ejaan, dan ucapan. Dengan merujuk pada kamus jelas meningkatkan pengertian para siswa akan istilah umum, istilah khusus, dan teknik. Selain itu, kamus juga mengungkapkan informasi mengenai penggunaan baca formal dan nonformal, ungkapan kata asing yang ada padanannya bahasa Indonesia, kata ganti diri, dan singkatan dan obsesi.
Ternyata setelah kita amati, masih banyak para siswa yang belum mengetahui benar bagaimana cara mempergunakan kamus dengan cara yang efektif. Oleh karena itu, sebelum kita memulai mengajar kosakata yang perlu kita sampaikan bagaimana hubungan antara kamus dan kosakata. Kosakata selalu ada dalam kamus, baik dalam kamus umum maupun kamus istilah.
Berikut akan penulis paparkan keterangan singkat mengenai jenis kamus agar kita mendapat gambaran umum.
(1) Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. 1993. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. XXXIII, 1277 halaman; 26 cm.

Kamus ini memuat 72.100 entri termasuk ungkapan disusun secara alpabetis dan tiap-tiap entri diberi makna singkatan dan padat. Kamus ini merupakan perluasan kamus edisi pertama dengan penambahan 10.000 entri. Di samping itu, ada perbedaan yang tampak pada penanggalan kata, pemberian label kelas kata, label bidang ilmu, label semantik regional dan label-label lain yang dianggap perlu. Juga mendapat penambahan terdiri atas pedoman pemenggalan kata, imbuhan bahasa Indonesia, bentuk terikat bahasa asing, kata dan ungkapan bahasa daerah dan bahasa asing, aksara Kerinci, bintang dan tanda kehormatan, jumlah penduduk kabupaten/kotamadya menurut sensus penduduk tahun 1990, nama-nama negara nomor kendaraan bermotor di Indonesia, lambang fisik, dan lambang komunikasi.
Sehubungan dengan paparan sekilas tentang kamus umum, pengajar sudah dapat memberikan gambaran tentang kosakata yang dicakup dalam kamus umum. Untuk itu, siswa dapat diberi tugas membuat kalimat dengan kata membawahi dan membawahkan.
Berdasarkan pengalaman yang pernah penulis amati kedua bentuk kata membawahi dan membawahkan akan diterapkan pada konteks kalimat yang sama.
Contoh:
1) Direktur utama membawahi staf.
2) Staf membawahkan direktur utama.

Kedua contoh kalimat (1) dan (2) memperlihatkan bahwa penerapan kata pada kedua kalimat tersebut kurang tepat, sehingga menimbulkan makna yang kurang tepat.
Untuk mengatasi hal itu, pengajar harus dapat membimbing siswanya untuk mencoba memulai membuka kamus yang telah diucapkan sebelumnya. Setelah menemukan entri bawah untuk bentuk membawahi berarti menempatkan diri di bawah perintah seseorang, sedangkan bentuk kata membawahkan berarti menempatkan (sesuatu) di bawah; memegang pimpinan; mengepalai. Dengan demikian, kalimat a dan b seharusnya seperti berikut.

1a) Staf membawahi direktur utama.
1b) Direktur utama membawahkan staf .

(2) Kamus Pendidikan Pengajaran dan Umum. 1994.
Oleh Salinan dan Sudarsono. Jakarta: Rineka Cipta. VI. 238 hlm; 21 cm.

Kamus ini telah memuat bidang pendidikan dan pengajaran. Berkaitan dengan itu, penulis kamus ini telah menyajikan istilah-istilah yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran dan umum. Istilah-istilah yang tersaji itu disusun dengan sistem alfabetis yang didefinisikan secara singkat dan padat. Selain itu, istilah yang tercakup dalam kamus ini terdiri atas singkatan, akronim, dan kata yang berkaitan dengan bahasa daerah, Indonesia, dan asing.
Kamus Pendidikan Pengajaran dan Umum kita pakai sebagai rujukan apabila siswa menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan pengajaran. Hal itu jangan sampai terjadi masalah pendidikan kita kaitkan dengan masalah umum.

(3) Kamus Antologi. 1985. Ariyono Suyono dan Aminuddin Siregar. Jakarta: Akademika Presindo. VI, 454 halaman; 21 cm.

Kamus yang terdiri atas 3200 entri istilah ini cakupannya cukup luas yakni pertanian, agama, sejarah, dan politik. Beberapa tokoh antropologi juga termuat dalam buku ini. Istilah yang digunakan meliputi berbagai bahasa dari beragam golongan etnis. Di samping itu, tokoh-tokoh seperti tokoh antropologi, tokoh politik, dan tokoh sejarah juga terdapat dalam kamus ini. Kamus ini disusun berdasarkan kata demi kata, sedangkan istilah yang berasal dari bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya diletakkan dalam tanda kurung.

(4) Kamus Istilah Sastra, 1990. Panuti Sudjiman. Jakarta: UI Press. XIII. 94 halaman; 23 cm.

Istilah yang terhimpun lebih kurang 1.000 entri istilah dalam pengkajian prosa, puisi, drama, teori, sejarah, dan kritik sastra. Dalam hal drama, istilah yang berkenaan dengan pementasan tidak disertakan. Beberapa istilah Filologi tercakup dalam kamus ini dengan pertimbangan bahwa filologi dikaitkan dengan sastra lama. Sejumlah istilah linguistik yang relevan juga dimuat. Istilah yang ditampilkan dalam urutan abjad. Jika sebuah istilah memiliki sinonim, batasan atau uraian singkat mengikuti istilah yang memiliki sinonim, batasan menurut abjad muncul lebih dahulu. Sinonim dan antonim jika dianggap perlu, dicatat untuk memudahkan rujuk silang, misalnya aliterasi, dan uraian.

(5) Kamus Pariwisata dan Perhotelan. 1992. Kodhyat dan Ramini. Jakarta: Grasindo XI. 145 halaman; 21 cm.

Kamus ini memuat istilah dan singkatan yang digunakan dalam dunia pariwisata dan perhotelan berisi lebih kurang 1.500 entri disusun dengan sistem alfabet dan tiap-tiap entri diberi makna singkat dan padat serta apabila ada pada¬nannya dalam bahasa Indonesia, diletakkan dalam kurung. Kamus ini diperuntukkan bagi siswa SMP, siswa SMEA jurusan perjalanan wisata, mahasiswa akademi perhotelan, dan orang yang berkecimpung dalam dunia pariwisata dan perhotelan. Di samping itu, terdapat petunjuk pemakaian secara singkat, daftar pustaka, dan daftar tipe pesawat terbang dan kode perusahaan penerbangan.

(6) Kamus Pertanian. 1993. Sjamsoe’oed Sadjad. Jakarta: Grasindo. XIII. 173 halaman; 21 cm.

Aspek yang dibicarakan dalam kamus ini meliputi budidaya tanaman, sosial-ekonomi-politik pertanian, dan biologi-biokimia. Teknologi pertanian yang dikhu¬suskan dalam istilah yang berhubungan dengan pengelolaan tanaman. Kamus ini terdiri atas 1.350 entri yang susunannya berdasar pada KBBI, tetapi penyusunannya merupakan perpaduan antara penulisan kamus dan glosari dengan penekanan lebih memberikan suatu pengertian terhadap istilah. Istilah yang dikumpulkan dalam kamus ini berupa nomina, verba, adjektiva, proses, serapan bahasa asing, karena sama pembaca adalah sekolah menengah atau perguruan tinggi, maka pengertian yang diberikan bersifat sederhana dan umum.

(7) Kamus istilah lingkungan. 1994. Imam Hendargo Ismoyo dan Rijaluzzaman. Penyunting. Jakarta: Bina Rena Pariwara. 206 halaman; 21 cm.

Kamus ini merupakan rangkuman istilah yang bersumber dari berbagai peraturan perundang-undangan, istilah baku dari beberapa disiplin ilmu pengetahuan serta dari beberapa sumber lain. Batasan istilah baku yang termuat dalam lingkup disiplin pengetahuan lingkungan tampaknya memang cenderung begitu luas, mengingat pengetahuan lingkungan mencakup berbagai disiplin seperti biologi, geografi, ekonomi, dan kimia. Di samping itu setiap lema didefinisikan secara jelas. Kamus ini terdiri atas 1.132 entri dan ada beberapa entri yang disertai dengan istilah asingnya. Ada beberapa pula yang istilah (di dalam tanda kurung) yang menjelaskan bahwa kata tersebut dipakai dalam bidang tumbuhan. Kamus ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya kalangan mahasiswa, birokrat, pengusaha, dan lembaga swadaya masyarakat dalam upaya meningkatkan pengetahuan di bidang lingkungan hidup.
Dari tujuh contoh kamus dan kamus istilah yang penulis paparkan itu, sekurang-kurangnya dapat memberikan gambaran kita bahwa kamus dan kamus istilah merupakan rujukan utama dalam proses pengajaran kosakata. Dengan kata lain, bukan berarti tidak ada cara lain untuk mengefektifkan pengajaran kosakata. Akan tetapi, penulis hanya menyampaikan pandangan atau gagasan tentang “Kamus sebagai Sumber Rujukan dalam Pengajaran Kosakata”.
V. Kesimpulan
Setelah penulis memaparkan ancangan sederhana tentang keefektifan khususnya yang berkaitan dengan “Kamus sebagai Sumber Rujukan dalam Pengajaran Kosakata”, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut.

1) Pengajaran kosakata melalui sumber rujukan kamus akan dapat menambah wawasan para siswa untuk memahami kata, khususnya yang berkaiatan dengan kata dasar, kata jadian, dan kata ulang;

2) Pemakaian kamus sebagai sumber rujukan dapat meningkatkan konsentrasi pada data leksikal secara tepat;

3) Pemakaian kamus dan kamus istilah sebagai sumber rujukan akan membangkitkan percaya diri.

4) Para siswa semakin banyak menggunakan kamus dalam menghadapi kata-kata yang sulit dimengerti, maka semakin paham pula dalam menyikapi makna kata.

MODEL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO Januari 14, 2009

Posted by cafestudi061 in Artikel.
add a comment

Oleh :
Drs. Arief A. Mangkoesapoetra, M.Pd.

I. Latar Belakang Masalah

Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ialah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa serta mengimplementasikan hakekat pendidikan nilai dalam kehidupan sehari-hari-belum memenuhi harapan seperti yang diinginkan.

Hal ini berkaitan dengan kritik masyarakat terhadap materi pelajaran PKn yang tidak bermuatan nilai-nilai praktis tetapi hanya bersifat politis atau alat indoktrinasi untuk kepentingan kekuasaan pemerintah. Metode pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) terkesan sangat kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis, dan guru cenderung lebih dominan one way method.

Guru PKn mengajar lebih banyak mengejar target yang berorientasi pada nilai ujian akhir, di samping masih menggunakan model konvensional yang monoton, aktivitas guru lebih dominan daripada siswa, akibatnya guru seringkali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai, sikap, dan tindakan; sehingga mata pelajaran PKn tidak dianggap sebagai mata pelajaran pembinaan warga negara yang menekankan pada kesadaran akan hak dan kewajiban tetapi lebih cenderung menjadi mata pelajaran yang jenuh dan membosankan.

Untuk menghadapi kritik masyarakat tersebut di atas, suatu model pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai alternatif, yaitu model pembelajaran berbasis portofolio (porfolio based learning), yang diharapkan mampu melibatkan siswa dalam keseluruhan proses pembelajaran dan dapat melibatkan seluruh aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, serta secara fisik dan mental melibatkan semua pihak dalam pembelajaran sehingga siswa memiliki suatu kebebasan berpikir, berpendapat, aktif dan kreatif.

II. Dasar Pemikiran Model Pembelajaran Portofolio dalam PKn

Menurut ERIC Digest (2000), “Portfolios are used in various professions together typical..; art students assamble a portfolio for an art class..”. Portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa sebagai hasil belajarnya. Portofolio, selain sangat bermanfaat dalam memberikan informasi mengenai kemampuan dan pemahaman siswa serta memberikan gambaran mengenai sikap dan minat siswa terhadap pelajaran yang diberikan, juga dapat menunjukkan pencapaian atau peningkatan yang diperoleh siswa dari proses pembelajaran (Stiggins, 1994 : 20).

Melalui model pembelajaran portofolio, selain diupayakan dapat membangkitkan minat belajar siswa secara aktif, kreatif, juga dapat mengembangkan pemahaman nilai-nilai kemampuan berpartisipasi secara efektif, serta diiringi suatu sikap tanggung jawab.

Adapun alasan penggunaan model pembelajaran portofolio, yang mendasari kegiatan serta proses pembelajaran PKn mengacu pada pendekatan sistem : (1) CTL, ‘Contextual Teaching Learning’, dan (2) ‘Model Kegiatan Sosial dan PKn’.

(1) CTL, ‘Contextual Teaching Learning’

CTL adalah suatu bentuk pembelajaran yang memiliki karakteristik berikut :
a. keadaan yang mempengaruhi langsung kehidupan siswa dan pembelajarannya;
b. dengan menggunakan waktu/kekinian, yaitu masa yang lalu, sekarang, dan yang akan datang;
c. lawan dari textbook centered;
d. lingkungan budaya, sosial, pribadi, ekonomi, dan politik;
e. belajar tidak hanya menggunakan ruang kelas, bisa dilakukan di dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara;
f. mengaitkan isi pelajaran dengan dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dengan penerapannya dalam kehidupan mereka; dan
g. membekali siswa dengan pengetahuan yang fleksibel dapat diterapkan dari satu permasalahan ke permasalahan lain, dari satu konteks ke konteks lain.

Model CTL disebut juga REACT, yaitu Relating (belajar dalam kehidupan nyata), Experiencing (belajar dalam konteks eksplorasi, penemuan dan penciptaan), Applying (belajar dengan menyajikan pengetahuan untuk kegunaannya), Cooperating (belajar dalam konteks interaksi kelompok), dan Transfering (belajar dengan menggunakan penerapan dalam konteks baru/konteks lain)

(2) ‘Model Kegiatan Sosial dan PKn’

Model yang dipelopori oleh Fred Newman ini mencoba mengajarkan pada siswa bagaimana mempengaruhi kebijakan umum, dengan demikian pendekatan tersebut mencoba memperbaiki kehidupan siswa dalam masyarakat atau negara, dengan mencoba mengembangkan kompetensi lingkungan yang merupakan kemampuan siswa untuk mempengaruhi lingkungan, dan memberikan dampak pada keputusan-keputusan kebijakan, memiliki tingkat kompetensi dan komitmen sebagai pelaksana yang bermoral. Model ini mendorong partisipasi aktif siswa dalam kehidupan politik, ekonomi dan sosial dalam masyarakat.

Kedua model di atas, yang menjadi dasar acuan pendekatan sistem pada model pembelajaran portofolio membina siswa dalam rangka pemerolehan kompetensi lingkungan dan membekali siswa dengan life skill : civic skill, civic life, serta dapat mengembangkan dan membekali siswa bagaimana belajar ber-PKn-dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektifitas dalam berpartisipasi, juga untuk membina suatu tatanan nilai terutama nilai kepemimpinan pada diri siswa, agar siswa dapat mempertanggungjawabkanb ucapan, sikap, perbuatan pada dirinya sendiri, kemudian pada masyarakat, bangsa, dan negara.

Implementasi model pembelajaran portofolio akan menjadikan PBM PKn yang sangat menyenangkan bagi siswa, bila pembelajaran tersebut beserta komponennya memiliki kegunamanfaatan bagi siswa dan kehidupannya.

III. Kelemahan, Peluang, dan Ancaman

Selain hal-hal positif, keunggulan, dan kelebihan model portofolio di atas, kita pun harus mencermati beberapa kelemahan, peluang, dan ancaman yang terdapat di dalam proses pembelajaran PKn in action, seperti dipaparkan di bawah ini..
a. Kelemahan Model Pembelajaran Portofolio :

1. Diperlukan waktu yang cukup banyak, bahkan diperlukan waktu di luar jam pembelajaran di sekolah, sehingga untuk menuntaskan satu studi kasus atau suatu kebijakan publik diperlukan lebih dari 20 jam pelajaran seperti yang telah ditentukan dalam jadwal;

2. Kurangnya pengetahuan/daya nalar guru yang bersangkutan;

3. Belum diberikannya hak otonomi mengajar sebagai pengembang kurikulum praktis di kelas;

4. Diperlukan tenaga dan biaya yang cukup besar;

5. Kurangnya jalinan komunikasi antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat khususnya para birokrat/instansi yang dikunjungi oleh para siswa untuk dimintai keterangannya; dan

6. Belum terbiasanya pembiasaan jalinan kerjasama kelompok tim para siswa, dengan kesadaran, karena jika ide atau gagasan terlalu banyak dan tidak dapat dipertemukan, masalah akan sulit dipecahkan.
b. Peluang Model Pembelajaran Portofolio :

1. Dalam kurikulum baru, diharapkan topik materi pembelajaran tidak terlalu banyak, namun dimuat satu sampai 2 topik atau materi pelajaran per semester, sehingga model pembelajaran portofolio dapat dilaksanakan tanpa kekurangan waktu atau menyalahi apa yang telah digariskan dalam kurikulum. Model ini dapat dilakukan satu tahun satu kali;

2. Hak otonomi mengajar pada guru dalam mengembangkan kemampuan, kemauan, daya nalar, serta fungsi perannya sebagai fasilitator, mediator, motivator,. Dan rekonstruktor pembelajaran di dalam kelas;

3. Tukar pendapat, informasi, pengetahuan untuk meningkatkan daya nalar dan pengetahuan dengan rekan guru pada MGMP PKn setempat;

4. Kerjasama/kolaborasi antara Kepala Sekolah dan pihak Dewan Sekolah/Komite Sekolah untuk menangani masalah pendanaan;

5. Kerjasama/kolaborasi antara pihak sekolah dengan pemerintah setempat;

6. Siswa dapat mengunjungi instansi/lembaga pemerintah yang terkait untuk mencari atau memperoleh informasi yang dibutuhkan.

c. Ancaman Model Pembelajaran Portofolio :

1. Belum diberikannya hak otonomi mengajar, sehinga guru masih terikat pada keharusan sebagai pelaksanan kurikulum, sedangkan guru harus dapat menjadi pengembang kurikulum praktis di dalam kelas;

2. Kurang kesadaran guru dalam mengembangkan kemampuan dan kemauan dalam melaksanakan fungsi perannya;

3. Tidak ada dukungan moril serta bantuan dana dari pihak sekolah;

4. Kurangnya kerjasama antara para guru, Kepala Sekolah, Dewan Sekolah, Orang Tua Siswa, dan instansi/lembaga pemerintah serta masyarakat setempat

IV. Penutup

Pembelajaran PKn merupakan pendidikan nilai di tingkat persekolahan (SD, SLTP, dan SLTA). Dalam upaya meningkatkan kinerja profesional guru, yaitu membelajarkan siswa dapat belajar ber-PKn dalam laboratorium demokrasi, guru PKn dapat menggunakan pembelajaran portofolio sebagai salah satu alternatif pemecahan pembelajaran yang inovatif, yang secara langsung menjadi wahana pembinaan nilai kepemimpinan pada diri siswa dan secara tidak langsung menjadi wahana implementasi pendidikan budi pekerti bagi siswa.

Model pembelajaran portofolio-metode pemecahan masalah- dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai potensi kebermaknaan siswa, baik berkenaan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa, terutama pembinaan tatanan nilai, yaitu kepemimpinan diri pada siswa. Model ini sangat potensial dalam meningkatkan motivasi atau semangat belajar siswa, dengan tujuan agar siswa menjadi A Good Young Citizenship yang berkualitas sebagai warga negara yang cerdas, kreatif, partisipatif, prospektif, dan bertanggung jawab.

Penggunaan model pembelajaran portofolio dalam pembelajaran PKn berimplikasi luas terhadap khasanah piranti professional guru sebagai seorang fasilitator, director-motivator, mediator, rekonstruktor pembelajaran bagi siswa, dalam upaya mengembangkan dan membekali sejumlah keterampilan dan wawasan life skill kewarganegaraan siswa, yaitu : civic life, civic skill, civic participation, yang wajib dimiliki oleh setiap insan, agar siswa dapat hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan hak dan kewajibannya.

Penulis adalah Guru SMAN 21 Bandung, meraih gelar Magister Pendidikan program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dari Program Pascasarjana UPI Bandung dengan judicium “cum laude” (25 Pebruari 2004).

E-mail : arief_mangkoesapoetra@yahoo.com

PUSTAKA ACUAN

Center for Indonesian Civic Education. (1998). Kami Bangsa Indonesia. Bandung : Proyek Kewarganegaraan.

Djahiri, A.K. (2000). Model Pembelajaran Portofolio Terpadu dan Utuh. Bandung : PPKnH UPI dan CICED.

ERIC Digest (2000). “Portfolio Assessment”. Arts-ED 3334603.

Popham, W.J. (1995). Classroom Assessment : What Teachers Need to Know. USA : Allyn & Bacon – A Simon & Schuster Company.

Stiggins, R.J. (1991). Student-Centered Classroom Assessment. New York : MacMillan Cottage, Publishing Company.

Winataputra, U.S. (1999). Rancangan Perintisan Model Pembelajaran Portofolio di Delapan Propinsi. Bandung : UT dan CICED.

Perbedaan Batik Tulis dan Batik Cap Januari 14, 2009

Posted by cafestudi061 in Batik.
2 comments

oleh Komarudin Kudiya
Perkembangan batik pada masa sekarang cukup menggembirakan, hal ini berdampak positif bagi produsen batik-batik di berbagai daerah. Permintaan batik tulis maupun batik cap sangat tinggi sekali, walaupun kebutuhan pasar batik tersebut sebagian sudah dipenuhi dengan tekstil bermotif batik yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tekstil yang bermodal besar. Beberapa pengrajin batik menghendaki untuk pembayaran di muka agar produksinya bisa lancar dan pembeli akan segera menerima pesanan yang diminta, hal ini mengingatkan pada masa tahun 70-an dimana pada waktu itu batik juga mengalami permintaan yang cukup lumayan jumlahnya.
Perbedaan batik tulis dan batik cap bisa dilihat dari beberapa hal sbb:
Batik Tulis

Batik Tulis

1. Dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.
2. Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.
3. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus.
4. Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan).
5. Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.
6. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya.
7. Alat kerja berupa canting harganya relatif lebih murah berkisar Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,-/pcs.
8. Harga jual batik tulis relatif lebih mahal, dikarenakan dari sisi kualitas biasanya lebih bagus, mewah dan unik.
Batik Cap

Batik Cap

1. Dikerjakan dengan menggunakan cap (alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan gambar atau motif yang dikehendaki). Untuk pembuatan satu gagang cap batik dengan dimensi panjang dan lebar : 20 cm X 20 cm dibutuhkan waktu rata-rata 2 minggu.
2. Bentuk gambar/desain pada batik cap selalu ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak berulang dengan bentuk yang sama, dengan ukuran garis motif relatif lebih besar dibandingkan dengan batik tulis.
3. Gambar batik cap biasanya tidak tembus pada kedua sisi kain.
4. Warna dasar kain biasanya lebih tua dibandingkan dengan warna pada goresan motifnya. Hal ini disebabkan batik cap tidak melakukan penutupan pada bagian dasar motif yang lebih rumit seperti halnya yang biasa dilakukan pada proses batik tulis. Korelasinya yaitu dengan mengejar harga jual yang lebih murah dan waktu produksi yang lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan untuk sehelai kain batik cap berkisar 1 hingga 3 minggu.
5. Untuk membuat batik cap yang beragam motif, maka diperlukan banyak cap. Sementara harga cap batik relatif lebih mahal dari canting. Untuk harga cap batik pada kondisi sekarang dengan ukuran 20 cm X 20 cm berkisar Rp. 350.000,- hingga Rp. 700.000,-/motif. Sehingga dari sisi modal awal batik cap relatif lebih mahal.
6. Jangka waktu pemakaian cap batik dalam kondisi yang baik bisa mencapai 5 tahun hingga 10 tahun, dengan catatan tidak rusak. Pengulangan cap batik tembaga untuk pemakainnya hampir tidak terbatas.
7. Harga jual batik cap relatif lebih murah dibandingkan dengan batik tulis, dikarenakan biasanya jumlahnya banyak dan miliki kesamaan satu dan lainnya tidak unik, tidak istimewa dan kurang eksklusif.

Disamping adanya perbedaan dari sisi visual antara batik tulis dan batik cap, namun dari sisi produksi ada beberapa kesamaan yang harus dilalui dalam pengerjaan keduanya. Diantaranya adalah sbb:
• Keduanya sama-sama bisa dikatakan kain batik, dikarenakan dikerjakan dengan menggunakan bahan lilin sebagai media perintang warna.
• Dikerjakan hampir oleh tangan manusia untuk membuat gambar dan proses pengerjaan buka tutup warnanya.
• Bahan yang digunakannya juga sama berupa bahan dasar kain yang berwarna putih, dan tidak harus dibedakan jenis bahan dasar benangnya (katun atau sutra) atau bentuk tenunannya.
• Penggunaan bahan-bahan pewarna serta memproses warnanya sama, tidak ada perbedaan anatara batik tulis dan batik cap.
• Cara menentukan lay-out atau patron dan juga bentuk-bentuk motif boleh sama diantara keduanya. Sehingga ketika keduanya dijahit untuk dibuat busana tidak ada perbedaan bagi perancang busana atau penjahitnya. Yang membedakan hanya kualitas gambarnya saja.
• Cara merawat kain batik (menyimpan, menyuci dan menggunakannya) sama sekali tidak ada perbedaan.
• Untuk membuat keduanya diperlukan gambar awal atau sket dasar untuk memudahkan dan mengetahui bentuk motif yang akan terjadi.
Berikut ini contoh lain dari batik tulis dan cap:

Semoga bagi konsumen pecinta batik tidak akan merasa tertipu lagi dan bisa mengenal lebih jauh perbedaan antara batik tulis dan batik cap. Selamat berbelanja dan bravo batik Indonesia.