jump to navigation

LIRIK HIMME GURU BERUBAH Desember 2, 2008

Posted by cafestudi061 in Umum.
trackback

Ada lirik lagu “I Don’t Like Monday” yang ditulis oleh seorang penyanyi ( Artis Band )yang bernama Bob Geldof, dia menceritakan keenggananan untuk masuk ke aktivitas rutin setelah berweekend. Dan berharap dapat menghabiskan waktu dengan segala kesenangan tanpa harus memikirkan kerja untuk hari esoknya yang dimulai pada hari Senin. Tetapi apa yang dia hadapi kenyataannya tugas dan kerja secara berkelanjutan harus dilakukan, karena semua baik anak sekolahan, orang tua yang aktif kerja di kantor dan dimanapun juga tetap harus bekerja, kalau tidak, ya di tegur oleh atasannya, bahkan bisa dipecat. Anak-anak kecilpun yang punya kesibukan bermain dengan boneka kesukannya juga harus menghentikan kesenangannya sejenak, karenas harus pergi sekolah. Mereka juga berharap segala aktivitas dan kegiatan rutin di sekolahnya cepat berakhir supaya mereka bisa bermain kembali dengan bonekanya itu.
Nah, sekarang coba kita lihat, apa yang pernah di tulis seorang komposer, dari sebuah lirik lagu yang khusus ditulisnya untuk menghormati dan menghargai segala usaha dan jasa-jasa dari para pendidik di negeri ini, yaitu Indonesia tercinta. Dia adalah Sartono, sebagai pencipta lagu Himme Guru. Lirik Himme Guru yang terakhir dengan kata Pahlawan tanpa tanda jasa berubah menjadi Pahlawan pembangun insan cendikia. Perubahan ini mulai tahun 2008 disosialisasikan, bahkan pada peringatan Hari Guru, tanggal 25 November 2008 kemarin sudah dikumandangkan.
Ketua Persatuan Guru Republik indonesi (PGRI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sugito di Yogyakarta, Minggu (23/11), mengatakan, perubahan itu selain sebagai upaya mendorong penigkatan kesejahteran guru, juga menunjukkan perubahan peran guru sebagai tenaga pengabdi menjadi pekerja professional.
Lagu bejudul Pahlawan Tapa Tanda Jasa tersebut ditetpkan sebagai himme guru sejak tahun 1994. Perubahan syair merupakan hasil negosiasi Direktorat Jenderal Peningkatan mutu Pendidikan dan tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, PGRI, dan penciptanya, Sartono.
Perubahan ini terkait adanya sertifikasi guru dan tunjangan profesi bagi guru yang telah lolos. Adanya tunjangan profesi menunjukkan peningkatan kesejahteraan bagi guru yang telah dinggap professional.
“Selama ini, pahlawan tanpa tanda jasa itu terkesan guru itu disuruh sengsara terus. Dengan adany a sertifikasi guru, maka guru sekarang adalah tenaga professional yang harus mendapat imbalan secara professional juga,” ujar Sugito.
Kepala Dinas Pendidikan DI Yogyakarta Suwarsih Madya mengatakan, perubahan lagu tersebut juga merupakan pertanda bahwa kini guru telah sadar akan hak yang patut diterima sesuai dengan profesi dan kualitasnya.
Kita berharap dengan adanya perubahan sedikit aja dari lirik lagu Himme Guru tersebut dapat menjadikan bentuk nyata perubahan besar untuk kesejahteraan Guru sebagai pendidik anak bangsa di negeri tercinta Indonesia, NKRI ini.

Kompas, Senin, 14 November 2008

Cafestudi061

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: