jump to navigation

Bagaimana saya bisa menjadi pribadi yang berkualitas ? Oktober 15, 2012

Posted by cafestudi061 in Umum.
Tags: , ,
trackback

Menjadi Pribadi yang berkualitas tidaklah semudah yang kita pikirkan, untuk memperolehnya kita membutuhkan sebuah perjuangan yang berat. Dalam makalah ini saya mengutip beberapa ide yang menolong kita untuk menjadi pribadi yang berkualitas. Pdt. Dr. Stephen Tong dalam bukunya yang ditulis bersama Dr. Mary Setiawani menjelaskan bahwa untuk menggali potensi seseorang membutuhkan beberapa tahapan, yaitu : self-discovery; self-respect; self-understanding; self-confidence; self-responsibility; self-development; dan self-fulfilment.
Dalam rangka memperoleh potensi yang terbaik, Pdt. Dr. Stephen Tong menyarankan tahapan-tahapan yang didasarkan kepada pengenalan diri.
– Self-discovery adalah tahap dimana seseorang berusaha untuk menemukan keberadaan diri mereka yang sebenarnya, bagaimana karakter mereka dan hal-hal apa saja yang ditaruh Allah dalam hidup mereka. Pada tahapan ini seseorang cenderung untuk menyadari bahwa mereka adalah sosok yang unik dihadapan Allah.
– Self-respect adalah tahap dimana seseorang memiliki kemampuan untuk menghargai diri mereka sendiri, tanpa peduli dengan apapun yang dikatakan orang tentang mereka. Seseorang tidak akan bisa menghargai diri mereka sendiri apabila mereka tidak bisa melihat potensi besar apakah yang Allah telah taruh dalam diri mereka. Langkah selanjutnya dalam menggali potensi diri adalah :
– self-understanding, ini adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang menjadi kekuatan dan sekaligus kelemahan mereka. Self-understanding menolong seseorang untuk membangun kebijaksanaan diri, karena setelah mereka mengetahui apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan diri mereka, mereka akan sanggup untuk membangun diri sendiri.
– Self-confidence adalah kekuatan untuk melakukan sesuatu, tanpanya semua kebijaksanaan akan tidak berguna. Kebijaksanaan harus di terapkan, dan kita tahu untuk menerapkan kebijaksanaan orang membutuhkan kepercayaan diri.
– Self-responsibility adalah tahapan dimana seseorang bersedia untuk melihat apa yang telah mereka lakukan dan belajar bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan. Mereka menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka lakukan harus dipertanggungjawabkan. Kejujuran adalah kunci dari keberhasilan tahapan ini.
– Self-development adalah tahap untuk mengembangkan kemampuan diri. Seseorang hanya menggunakan 60% dari potensinya dan 10% dari kemampuan otaknya, apabila kita mampu mengembangkan sisa dari kemampuan potensi dan otak kita, akan menjadi manusia seperti apakah kita nantinya.
– Self-fulfilment adalah tahapan dari pengfokusan semua tahapan yang telah dikerjakan kepada masa depan. Tahapan ini menolong seseorang untuk merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatu dari kehidupan mereka di masa datang. Apa yang mereka inginkan bergantung kepada apa yang telah mereka rencanakan pada tahapan ini.
Senada dengan apa yang telah diungkapkan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong, Dr. Mary Setiawani juga menambahkan beberapa konsep tentang masalah ini. Dia menyebutnya sebagai “ Tiga pasang kata berkebalikan yang saling mendukung”. Dalam rangka memperoleh hasil terbaik, dia memberikan tiga pasang kata ini, yaitu : penerimaan dan pengembangan; kasih dan disiplin; proses belajar dan hasil belajar. Dia menjelaskan bahwa kata-kat tersebut tidak seharusnya dipisahkan, apabila kita berharap untuk menjadi sosok yang berkualitas. meskipun terlihat berkebalikan tetapi sebenarnya mereka saling mendukung satu dengan yang lainnya. Tidaklah salah apabila kita menerima keberadaan diri kita apa adanya, tetapi hal tersebut menjadi salah apabila kita hanya menerima diri kita tanpa ada keinginan untuk mengembangkannya. Tidaklah salah apabila kita mengasihi keberadaan diri kita, tetapi kita tidak akan pernah bisa dewasa apabila kita mengasihi diri kita secara berlebihan tanpa mau mendisiplin diri kita sendiri untuk melakukan sesuatu. Tidaklah salah apabila kita berharap hasil dari belajar kita, tetapi tanpa proses belajar yang baik, kita akan kehilangan makna yang sebenarnya dari sebuah usaha.

Dikutip dari Menjadi Pribadi yang Berkualitas oleh Pdt Dr. Stephen Tong , Dr. Mary Setiawani

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: