jump to navigation

Masyarakat Siap Sambut E-Book Oktober 18, 2008

Posted by cafestudi061 in Umum.
trackback

 

Jika Industri musik merugi akibat makin akrabnya masyarakat dengan Internet, tidak demikian dengan perdagangan buku. Setidaknya, itulah hasil mega survey yang dilakukan penyelenggara Pameran Buku Frankfurt menjelang dibukanya perhelatan tahunan itu kemarin (14/10).

Dalam survey yang melibatkan lebih dari 1.000 profesional industri buku dari sekitar 30 negara itu diketahui bahwa publikasi buku secara digital lebih diminati sekarang. Lebih dari 70 responden mengaku sudah sangat siap menghadapi era e-book. Sayangnya, masih lebih dari 60 persen responden yang belum akrab dengan e-book dan e-reader. Bukan hanya masyarakat pembaca buku atau konsumen saja yang siap menyambut era e-book dan e-reader tersebut. Sejumlah penulis pun  menganggap kemajuan teknologi internet itu sebagai suatu keuntungan. Salah satunya, Paulo Coelho. “ mempublikasikan isi buku secara gratis lewat internet justru akan mendongkrak penjualan buku, “ tuturnya.

Pengarang The Alchemist dan Eleven Minutes itu, bahkan sudah mulai menyebarluaskan karyanya dalam bentuk digital secara gratis.

“ Buktinya, buku-buku saya langsung mengalami peningkatan penjualan di Rusia,” lanjut pria Brazil yang didaulat membuka pameran bergengsi itu Selasa (14/10). Namun, sebanyak 66 persen responden yakin, era e-book dan e-reader belum akan terjadi dalam waktu dekat. Hingga lima tahun ke depan, publikasi buku secara tradisonal masih akan mendominasi.

“Sekitar tujuh persen responden yakin, era e-book akan jadi sumber penghasilan terbesar industri buku pada tahun 2013,” tulis pihak penyelenggara dalam newsletter yang mereka publikasikan.

Sebagian besar responden mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, masyarakat akan lebih akrab dengan buku-buku digital yang disebarluaskan online. Pada tahun 2013, masyarakat diramalkan akan lebih berminat membeli buku-buku online. Inilah yang oleh para professional industri buku sebagai evolusi konsumen.

Namun, nantinya, trnasaksi jual buku lewat situs amazon.com dan google akan meningkat pesat. Jika saat ini transaksi buku online masih didominasi masyarakat Negeri Paman Sam, tidak lama lagi Cina akan menyusul. Berdasarkan data panitia Pameran Buku Frankfurt, Amerika Serikat masih menjadi market leader transaksi buku online dengan prosentase 52. Disusul Jepang, Eropa dan Inggris yang masing-masing tercatat 15, 11, dan 5 persen.

 

Riau pos, Rabu, 15 Oktober 2008, halaman 8.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: