jump to navigation

Air, Angin dan Api September 23, 2008

Posted by cafestudi061 in Artikel Remaja.
trackback

 

 

 

This is my first artical was publish in Riau Mandiri, on July,2004. I hope this arctical make inspiring to my student.

Happy, all day.

 

Oleh : Sopar Maruli

 

            Air, angin dan api merupakan  tiga unsur yang selalu ada dan sering kita gunakan. Ketiga zat tersebut memiliki susunan unsur-unsur kimia yang tidak jauh berbeda. Setiap makhluk di dunia ini sangat bergantung dan sangat membutuhkan tiga macam zat tersebut secara seimbang.

             Seperti air yang memiliki susunan molekul hidrogen dan oksigen, dan biasa ditulis dengan H2O, di mana unsur hidrogen maupun oksigen ini sangat diperlukan oleh kita untuk bernafas dalam setiap aktivitas. Begitu juga angin yang sering disebut dengan udara, merupakan bagian yang terbesar dalam atmosfir bumi. Udara sangat dibutuhkan di dalam aktivitas baik mahluk hidup, maupun benda mati, seperti mesin. Karena proses pembakaran yang terjadi di ruang mesin disebabkan adanya udara, maka terbakarlah bahan bakar yang diinjeksikan sehingga pengapian terjadi. Dengan demikian pengapian  yang berkelanjutan tersebut menghasilkan tenaga. Tenaga ini bermanfaat untuk segala kegiatan dan aktivitas hidup.

             Udara di permukaan bumi ini mengandung banyak unsur, terbesar nitrogen, kemudian oksigen, hidrogen , carbon, argon, neon, xenon, ozon, dan lain-lain. Kebutuhan yang diperlukan oleh kita dari angin yang kita sebut dengan udara ini adalah oksigen dan hidrogen. Dengan terpeliharanya lingkungan yang sehat dan bersih, maka udara yang kita hirup terasa segar seperti di daerah penggunungan. Untuk itu kita perlu melindungi ekositem di lingkungan kita masing-masing. Dengan peredaraan udara dan hembusan angin yang segar akan menciptakan pikiran-pikiran yang kreatif dan produktif.

              Kalau kita lihat kebiasaan yang sangat buruk dari kita selama ini, yaitu dengan membuang sampah dan membakar sampah di sembarang tepat, menjadikan udara di sekitar kita tidak sehat lagi, yang kita hirup sudah banyak mengandung unsur karbon, di mana karbon tersebut mengikat oksigen. Menjadi cukup berbahaya dan mengganggu saluran pernafasan. Yang lainnya adalah dalam mengatasi sampah-sampah yang cukup banyak. Kita masih belum sungguh-sungguh untuk memelihara lingkungan kita sendiri. Sampah yang berasal dari rumah tangga tidak teratasi. Mari kita mulai dari lingkungan terdekat, yaitu rumah kita sendiri.       

               Sampah sudah menjadikan salah satu penyebab udara yang tidak segar. Angin yang meniup bau yang tidak sedap dari proses pembusukkan  bermacam-macam sampah tersebut bisa saja membawa wabah penyakit. Akhirnya akan menimbulkan penyakit bahkan penyakit menular yang dapat menjadikan masalah kesehatan di rumah, di lingkungan daerah kita bisa sampai ketingkat yang lebih besar dan luas.

               Yang tidak kalah penting lagi adalah api. Api merupakan unsur atau suatu bentuk yang sangat abadi, sebelum dunia ini ada api sudah tercipta. Kita tidak tahu percis dari mana datangnya dan apa saja unsur yang ada didalam api. Tetapi yang cukup jelas bagi kita yaitu api tidak akan pernah dapat menyala bila disekitarnya tidak ada udara (angin) yang cukup. Sejak dari bangku Sekolah Dasar pengetahuan ini sudah kita dapatkan. Seperti yang diperagakan guru kita pada pelajaran IPA, di mana  lilin dinyalakan, kemudian ditutup dengan sebuah gelas, maka tidak lama kemudian lilin itu mati (padam). Mengapa ? Ini jelas kerena api dapat menyala atau hidup jika ada udara. Dalam pelajaran bahasa Indonesia  juga kita diajarkan peribahasa. Yaitu peribahasa yang berbicara tentang api. Peribahasa itu mengatakan “Kecil-kecil menjadi teman sudah besar menjadi lawan”. Ini dapat diartikan bahwa api itu sahabat ketika ia dapat dimanfaatkan, tetapi api akan menjadi sangat berbahaya dan lawan, jika sudah tidak terkendali.

                Sangat banyak kejadian yang dapat kita baca dari zaman dahulu sampai saat ini yang berhubungan dengan api. Ketika musim kemarau tiba pembakaran terjadi di mana-mana. Api melalap habis dengan cepatnya ilalang dan pohon-pohon yang sudah puluhan bahkan ratusan tahun umurnya. Entah kapan kita dapat melihat hutan yang dahulu tumbuh indah, hijau dan rindang kalau kebiasaan ini terus terulang dan terulang lagi. Akibat lainnya udara berkabut dan menyesakkan dada. Kita stres, mengomel, mengumpat. Entah kepada siapa kita mengadu. Pemerintah pusat maupun pemerintah setempat, para ahli dan badan meteorologi sudah sering membicarakan hal ini, tetapi masih saja masyarakat kita tidak mau peduli. Tetap saja kebiasaan buruk dengan membakar sampah dan  membakar ilalang bahkan hutan tejadi setiap hari,setiap minggu, bulan dan tahun. Sampai akhirnya menjadi seperti musim saja, karena setiap tahun selalu berkabut,dan berasap.

                 Mari kita tinggalkan kebiasaan membuang sampah dan membakar sampah sembarangan. Kita sebaiknya mendaur ulang semua  sampah, baik yang organik maupun anorganik. Kami juga menghimbau kepada para pengusaha dan pengembang,  pertanian, peternakan dan pengembang pemukiman, maupun pengusaha industri-industri, pemegang HPH untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah dan membuang sampah yang tidak pada tempatnya dan berakibat sangat fatal. Sebaiknya sampah tersebut diolah dan didaur ulang, atau diproses melalui kilang-kilang pengolahan sampah. Kita coba pikirkan bagaimana untuk mengolah dan mendaur ulang setiap sampah dan unsur-unsur yang dapat terbakar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat jika diolah kembali. Memang ini membutuhkan pemikiran, biaya dan teknologi yang tinggi. Mari kita belajar dari negara yang sudah berhasil mengolah dan mendaur ulang sampah, seperti negara Jerman bersatu, Jepang dan Amerika. Jadi mari kita bersama-sama menyatukan visi kita untuk kebersihan lingkungan di tempat kita masing-masing, mulai dari rumah, lingkungan kelurahan , perkotaan sampai ke setiap provinsi, negara dan  antarbenua.

                  Dengan terpelihara dan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, maka kehidupan kita mudah-mudahan bertambah cerah dan ceria.

Kita songsong tahun yang akan kita lalui ini dengan tekat yang bulat, bahwa air, angin dan api merupakan bagian dari kehidupan kita. Keseimbangan antara ketiga unsur ini akan menjadikan suasana yang lebih bergairah dan tercipta keharmonisan yang abadi. Terciptalah kehidupan dan peradaban yang semula jadi. Kita sehat, kita segar, kita bahagia, maka panjang umurpun menjadi sesuatu yang tidak jauh dari kita masing-masing.

                  Tak ada yang mustahil dimuka bumi ini, bila kita mengembalikan semuanya sesuai dengan kehendak-Nya. Sebab pada mulanya Allah melihat segala ciptaannya adalah baik. Mari kita kembalikan semua kepada standar penciptaan alam semesta.

                   Akhirnya dengan kerjasama yang baik antar penghuni tiap lingkungan mulai dari rumah, sampai kemerata tempat aktivitas yang kita lakukan akan  menjadi lebih hidup. Lingkungan yang sehat, bersih dan hijau akan menciptakan pemandangan nyaman, tentram  dan bahagia.

                   Mudah-mudahan air, angin dan api  menjadi bagian yang sangat bersahabat, sehingga kita semua terpanggil dan bertanggungjawab penuh serta bahu membahu untuk menjaga air, angin dan api tidak dirusak oleh siapapun.

 

 

Cafestudi061

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: